
Keesokan harinya, Zivanna dengan rencana nya dia memilih untuk tidak lagi tinggal bersama dengan orang tua nya.
Zivanna memilih untuk mandiri di Apartemen tidak lagi tergantung pada keluarga nya.
" Tabungan ku seperti cukup, Ibu membayar aku di saat aku yang masih menjadi model produk kecantikan nya."
Zivanna berpenampilan seperti biasanya dia tidak mau ibu dan Ayah nya sampai mencurigai nya.
" Aku sudah sangat siap sekali, semoga saja aku bisa segera mendapatkan pekerjaan di Rumah Sakit yang ada di sekitar Apartemen itu. Lebih baik aku memilih Rumah Sakit yang tidak terlalu besar, aku tidak mau di terima karena aku adalah anak dari seorang Dokter."
Zivanna pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ke tempat makan, Zivanna kelihatan sangat segar sekali dia sudah tidak kelihatan sedih.
" Zivanna, kamu mau ke mana? sudah sangat rapih sekali seperti ini padahal Ibu berharap kamu bisa kembali ke kamar karena ibu aku menjadi model untuk Brand Ambassador produk milik ibu setelah Maudy habis kontrak."
Zivanna seketika dia langsung berubah ekpresi wajah nya ketika mendengar nama Maudy yang di sebutkan.
" Aku tidak mau Bu, apalagi aku harus mengantikan dia sebagai Brand Ambassador ibu. Bukan kah ibu mengetahui jika dia itu despresi Bu, ibu tidak menghawatirkan keseluruhan ku."
Zivanna melihat Ayah nya datang dan pun langsung terdiam ketika Ayah duduk.
" Kamu sudah membaik kan Zivanna,? Ayah sangat menghawatirkan mu. Tapi sekarang Ayah melihat kamu yang sudah seger kembali membuat Ayah tenang, maafkan Ayah."
__ADS_1
Zivanna tersenyum manis kepada Ayah nya dan dia pun menyelesaikan sarapan pagi dengan sangat cepat sekali.
" Bu, aku pergi yaa. Aku harus cepat-cepat ibu tidak perlu menghawatirkan ku yaa, tentang kejadian semalam aku akan baik-baik saja."
Zivanna bersalaman dengan ibu dan ayah nya, Lollyta merasa ada yang aneh dengan perkataan Zivanna sebelum pergi.
" Zivanna apakah dia akan pergi,? kenapa perkataan nya seperti kata-kata perpisahan."
Perasaan Lollyta pun menjadi tidak tenang dia merasa sangat menghawatirkan sekali Zivanna.
" Sudahlah Bu, Zivanna tidak mungkin pergi dia pasti kembali. Mungkin sekarang Zivanna yang ingin menenangkan pikiran nya, karena Felix yang membuat Zivanna seperti ini."
" Apakah Ayah menginginkan Zivanna bisa bersama dengan Felix,? Ayah setuju jika Zivanna bersama dengan Felix. Jika ibu jujur saja, ibu tidak mau Zivanna bersama dengan Felix."
Dokter Richard terdiam ketika mendengar perkataan jujur istrinya.
" Ibu tidak suka dengan kesombongan nya, perusahaan nya pun itu hasil kerja keras orang tua nya dia hanya meneruskan saja tapi kenapa dia sangat sombong sekali."
Lollyta merasa menjadi tidak nafsu untuk melanjutkan sarapan pagi nya.
" Ayah aku pergi ke kantor yaa, aku mendadak kekenyangan."
__ADS_1
Lollyta pergi meninggalkan suaminya yang masih sarapan pagi dia membiarkan istrinya pergi karena mengetahui jika Lollyta yang sedang emosional sekali dengan Felix.
" Aku harus bicarakan ini dengan Felix, agar dia mau merubah sikap dan cara bicaranya. Zivanna bukan wanita yang melihat dari harta kekayaan, dia melihat lelaki dari sikap dan perkataan nya semoga Felix bisa menerima nya."
Dokter Richard mengeluarkan handphone nya, dia berniat untuk menghubungi Felix kembali dia ingin mengajak Felix untuk bisa ketemuan.
Panggilan telephone nya tidak ada jawaban.
" Nomber handphone nya aktif tapi kenapa dia tidak mau menjawab nya yah, yasudah lebih baik aku kirim pesan saja."
Dokter Richard memilih untuk mengirimkan pesan kepada Felix.
* Kita bertemu lagi sekarang yaa, ada yang mau ingin om bicarakan dengan kamu tenang Zivanna. Jam 10 kita bertemu di Restoran yang biasa kita makan kemarin, jangan sampai lupa*
Setelah mengirimkan pesan Dokter Richard merasa tidak nyaman sarapan pagi sendiri, dia pun memilih untuk pergi menuju ke Rumah Sakit nya.
Dokter Richard masuk ke dalam mobil nya, dia mengendarai mobil nya sendiri.
" Aku tahu jika Samuel memang lebih baik sikap nya dari pada Felix, tapi tidak mungkin aku merelakan Zivanna yang masih singel menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak. Zivanna tidak akan bisa menikmati indahnya rumah tangga di awal bersama, mungkin saja mereka berdua pun tidak akan pernah merasakan honeymoon berdua karena Maudy yang tidak di anggap ibu oleh Bianca."
Demi kebahagiaan anak nya Dokter Richard sampai berpikir ke arah yang jauh, dia benar-benar ingin Zivanna bisa merasakan kebahagiaan.
__ADS_1