
Zivanna tidak mengerti dengan perasaan nya saat ini yang sering berubah sangat cepat sekali, sekarang dia membayangkan kebersamaan nya bersama dengan Bianca.
Tapi nanti beberapa menit kemudian dia mengingat kembali apa yang sudah di lakukan oleh Bianca kepada walaupun itu sebenarnya karena Maudy.
Melihat Zivanna yang duduk santai, Lollyta kembali masuk ke dalam rumah nya dia akan membawakan cemilan untuk Zivanna.
" Hmmm oh iya apa kabar yaa dengan suami orang, Bapak Sebastian bersama dengan Maudy. Seperti nya pertengkaran mereka berdua itu karena aku deh penyebab nya, tapi jahat nya aku merasa tidak bersalah dan hanya tersenyum saja mendengar nya."
Zivanna melihat Ibu nya yang membawa sesuatu.
" Ibu seperti nya sangat niat sekali nya ingin membuat aku gemuk, dan aneh aku selalu saja menghabiskan apa yang di berikan oleh ibu."
Zivanna tersenyum manis kepada ibu nya.
" Ayo Bumil cantik makan yang banyak yaa sayang, supaya kuat untuk bekerja."
Zivanna mengambil biskuit yang di bawakan oleh Ibu nya.
" Usia kandungan mu belum memasuki trimester kedua, tapi lihat lah porsi makan ku ini sangat menakutkan sekali."
Zivanna kelihatan mengeluh tapi dia tetap memakan makanan yang ada di hadapannya.
" Zivanna walaupun timbangan mu akan naik drastis tapi percayalah setelah kamu melahirkan, berat badan mu akan kembali normal seperti sebelumnya. Karena nanti di saat kamu mempunyai bayi, kamu akan kurang tidur dan sibuk mengurus bayi menjadi seorang ibu yang baik."
Zivanna langsung terdiam mendengar perkataan Ibu yang seakan tidak mau memberikan Suster untuk membantu dia.
Zivanna mengeluarkan handphone nya, dia mengirimkan pesan kepada suaminya.
* Aku sudah di rumah ibu yaa, jika kamu mau datang ke silahkan tapi jika kamu tidak datang ke sini aku akan marah besar kepada mu*
Samuel yang baru saja bersiap-siap untuk pulang dia membaca pesan dari istrinya.
* Iya sayang aku akan pulang ke sana yaa karena aku tidak mau kamu marah besar kepada ku*
* Baiklah aku tunggu yaa dan jangan lupa belikan aku martabak manis yaa*
* Baiklah sayang*
* Terimakasih*
Zivanna langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Aku mandi dulu yaa Buu, karena aku harus wangi di saat suamiku datang."
Lollyta memilih untuk tetap diam dia menikmati segar nya udara di depan rumah nya.
Samuel melihat sudah jam pulang kantor dia langsung masuk ke dalam ruangan Mama nya.
" Mama seperti nya aku pulang ke rumah orang tua nya Zivanna, Zivanna ingin menginap di sana."
Sesilia pun mengijinkan Samuel untuk menginap di rumah orang tua Zivanna.
" Pergilah ke sana seperti istri mu butuh ketenangan, karena di rumah dia harus menahan emosi karena sikap Bianca."
__ADS_1
Samuel pun langsung pergi dia terus saja mengingat apa yang di pesan oleh Zivanna.
" Martabak manis yaa jangan sampai lupa, jika Lupa aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan ku di sana."
Samuel masuk ke dalam mobil nya, dia langsung menyalakan mesin mobil nya.
" Aku harus mencari martabak manis spesial sekali yaa, agar Zivanna merasa puas dan kenyang karena aku melihat porsi makan Zivanna yang sangat meningkat sekali."
Setelah mencari-cari akhirnya Samuel pun menemukan martabak yang sesuai dengan keinginan nya.
Samuel membeli sampai tiga rasa yang berbeda-beda.
" Sekarang martabak manis nya sudah aku dapatkan waktu aku bertemu dengan Zivanna."
Samuel kembali masuk ke dalam mobil dia pun mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi karena ingin secepatnya bertemu dengan Zivanna.
Sampai di depan rumah Zivanna, Samuel seperti biasa bernafas lega dia pun langsung masuk ke dalam rumah nya.
Dan di sambut oleh Ibu Lollyta.
" Samuel akhirnya kamu sudah datang yaa, sedangkan Zivanna yang tadi bilang mau mandi sampai sekarang dia belum juga keluar dari kamar nya."
Samuel pun langsung berjalan menuju ke kamar Zivanna.
Samuel mengetuk pintu kamar dan Zivanna yang ternyata baru selesai mandi dan make up.
Samuel melihat Zivanna yang sangat cantik dan sangat wangi sekali.
" Zivanna apakah kamu memakai Parfume sampai satu botol,? Kamu sangat wangi sekali loh."
" Apakah kamu merasa keberatan dengan aku yang sekarang, aku sebagai seorang istri yang menunggu suaminya pulang kerja ingin kelihatan cantik karena di kantor sana banyak wanita-wanita cantik."
Samuel sudah merasa jika pembicaraan ini sudah mendekati sebuah pertengkaran.
" Oh iya ini martabak manis yang kamu pesan, aku beli tiga bungkus yaa untuk kamu. Sekarang aku mau mandi dulu yaa sayang, karena aku malu istri sudah cantik sedangkan suaminya yang baru keringat."
Samuel menghindari Zivanna yang marah - marah dia memilih untuk mandi saja.
Zivanna pun tersenyum manis ketika melihat pesanan nya yang di inginkan.
" Wahhhh enak sekali yaa, hmmm aku coba yang ini deh pisang coklat."
Zivanna merasa mood nya membaik di saat dia makan banyak sesuai dengan keinginan nya.
Zivanna tidak sadar dia sampai bisa menghabiskan sampai setengah nya.
" Astaga aku sampai menghabiskan setengah nya, tapi aku masih ingin memakannya."
Samuel selesai mandi dan dia melihat Zivanna yang sedang menghabiskan sendiri martabak manis satu kardus.
Samuel langsung menghampiri Zivanna dia yang seperti tidak percaya Zivanna bisa memakan makanan manis sebanyak itu.
" Kamu habiskan sendiri sayang,?"
__ADS_1
Zivanna melihat ekpresi wajah Samuel yang seperti sangat terkejut sekali melihat nya.
" Memang kenapa jika aku habiskan,? Bukan kah kamu memang membelikan untuk aku kan."
Zivanna seketika dia pun langsung emosi kepada suaminya.
" Sayang aku hanya menanyakan saja sayang, kenapa kamu harus marah seperti ini sama aku."
Samuel sampai memegang tangan Zivanna dan tiba-tiba saja handphone Samuel berdering kencang.
Samuel pun langsung mengeluarkan handphone nya.
" Suster Vina ada apalagi dengan Bianca."
Samuel langsung menjawab panggilan telephone dari Suster Vina.
* Hallo Suster Vina ada apa yaa*
* Pak Samuel, Bianca demam Pak. Tiba-tiba saja Bianca demam padahal sebelumnya Bianca baik-baik saja, tapi sekarang dia langsung demam*
* Astaga Bianca, yasudah kamu bawa Bianca langsung ke Rumah Sakit Permata saja yaa aku akan segera menyusul sekarang ke sana*
* Baiklah Pak Samuel*
Samuel langsung memandangi wajah Zivanna yang seperti kecewa karena Samuel harus meninggalkan nya.
" Maafkan aku anak ku sakit dan aku harus pergi ke Rumah Sakit Permata sekarang juga."
Samuel langsung keluar dari kamar Zivanna.
Zivanna langsung meneteskan air mata nya.
" Padahal aku belum memberitahu jika aku sekarang sedang hamil anak mu loh, tapi kamu langsung pergi begitu saja membuat aku kesal."
Samuel bertemu dengan Dokter Richard dan Ibu Lollyta.
Mereka berdua langsung berdiri dari tempat duduk ketika melihat Samuel yang sampai berlari dari kamar Zivanna.
" Samuel ada apa yaa kenapa kamu pergi dari kamar Zivanna,? Apakah kalian berdua bertengkar?."
Lollyta menghampiri Samuel.
" Tidak Bu, saya tidak bertengkar dengan Zivanna. Saya harus segera pergi ke Rumah Sakit Permata karena Bianca dia demam, Saya tidak mungkin mengajak Zivanna karena pasti dia tidak mau."
Samuel pun langsung pergi keluar rumah.
Lollyta merasa harus menegur Zivanna.
" Zivanna harus menghentikan sikap nya itu, dia harus kembali peduli dengan Bianca."
Ketika Lollyta hendak pergi ke kamar Zivanna.
Suaminya menahan tangan Lollyta.
__ADS_1
" Tidak sekarang Bu, lebih baik tunggu besok saja bicarakan baik-baik yaa. Karena sekarang Zivanna pasti sedang sedih, apalagi di kehamilan nya Zivanna mudah sedih dan sangat sensitif sekali perasaan nya."
Lollyta pun mengikuti keinginan suaminya dia kembali duduk bersama dengan suaminya.