I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 379


__ADS_3

Ketika Samuel keluar dari kamar Zivanna dia melihat Ibu Lollyta yang datang, Samuel langsung menghampiri Ibu Lollyta.


Samuel bersalaman dengan Ibu Lollyta.


" Di mana Zivanna, ibu ingin bertemu dengan nya."


Samuel melihat mata Ibu Lollyta yang kelihatan sangat bengkak sekali.


" Zivanna ada di kamar Bu, silahkan ibu bisa langsung bertemu dengan Zivanna."


Lollyta yang seperti nya merasa ragu untuk bertemu dengan Zivanna.


" Suster Vina, hari ini Bianca tidak masuk sekolah. Bianca akan bertemu dengan adik lelaki nya, Suster Vina bisa mengurus Zivanna dulu yaa."


Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar dirinya yang menjadi Kakak kembali.


" Mama Maudy sudah melahirkan yaa, aku sekarang mempunyai adik perempuan dan laki-laki yaa."


Bianca begitu sangat bahagia sekali.


" Iya sayang, tapi Mama Maudy masih di rumah sakit yaa. Jadi kita hanya bisa bertemu dengan adik lelaki mu di rumah Papa Sebastian saja yaa, kamu tidak perlu menghawatirkan kondisi Mama mu baik-baik saja."


Samuel dan Maudy pun bersiap untuk pergi mereka berpamitan terlebih dahulu.


Sesilia yang sedang mengendong bayi Zivilia, dia pun meminta Suster Vina untuk mengantarkan Lollyta ke kamar Zivanna.


Lollyta dan Suster Vina berjalan menuju ke kamar Zivanna, Suster Vina mengetuk pintu dan Zivanna pun berteriak masuk saja.


Zivanna melihat kehadiran Ibu nya, dia mengingat perkataan suaminya untuk tidak marah dengan ibu nya.


Lollyta menghampiri Zivanna dengan tangisan nya.


" Zivanna maafkan ibu yaa sayang, ibu tidak memperdulikan mu. Ibu terlalu sibuk dengan pekerjaan ibu, ibu berharap kamu bisa memaafkan ibu."


Zivanna tersenyum manis kepada Ibu nya.


" Iya Bu, tidak apa-apa yang penting sekarang aku sudah selamat sehat melahirkan anak pertama ku secara normal."


Lollyta memeluk erat tubuh Zivanna, dia terus saja menangis.


" Suster Vina, tolong buatkan susu untuk ku yaa."


Suster Vina keluar dari kamar Zivanna untuk membuatkan susu untuk Zivanna.


Zivanna dan ibu nya pun mengobrol di dalam kamar.


" Zivanna, kamu akan tinggal di selamanya."


Zivanna menganggukkan kepalanya.


" Iya, aku akan tinggal di sini bersama dengan suami ku. Karena sekarang aku melihat Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi, dia sudah membaik."


Lollyta merasa bersyukur jika Bianca yang sudah berubah.


Ketika sedang mengobrol Sesilia membawa Baby Zivilia ke dalam kamar, ternyata baby Zivilia menangis.


" Sini sayang sama Mommy yaa."


Zivanna memberikan asi kepada Baby Zivilia.

__ADS_1


" Terimakasih banyak yaa Zivanna, kamu telah memberikan Mama cucu yang cantik. Mama merasa sangat bahagia sekali, dan Mama berharap rumah tangga mu tidak lagi di ganggu oleh Maudy yaa."


Sesilia masih saja berpikir negatif terhadap Maudy.


" Tidak akan Mam, Maudy sekarang juga sedang menjadi seorang ibu. Dia akan fokus pada rumah tangga nya, aku yakin dia tidak akan lagi menggangu rumah tangga ku."


Sesilia merasa sangat tenang ketika mendengar perkataan Zivanna.


Di saat Zivanna sedang bahagia bersama atas kelahiran anak pertama nya, di tempat yang lain.


Irene tidak diam dia yang mencari informasi tentang Maudy, dia akhirnya mengetahui Maudy yang berada di Rumah Sakit Permata.


Irene memakai masker hitam dan juga kacamata hitam, dia mencari ruangan Maudy.


Tapi ternyata Irene melihat Sebastian yang sedang duduk.


" Sepertinya nya itu adalah ruangan Maudy, baiklah aku akan datang kembali nanti malam."


Irene merencanakan sesuatu untuk Maudy, dia ingin membalas dendam nya kepada Maudy yang telah mempermalukan dia di depan banyak orang.


Irene langsung pergi setelah mengetahui semuanya.


Sebastian masuk ke ruangan Maudy, Maudy terlihat sedang duduk dengan pandangan mata yang kosong.


Sebastian menghampiri nya dengan memegang tangan Maudy.


" Ayo kita pulang, bayi lelaki mu sudah menunggu di rumah."


Maudy menepis tangan Sebastian.


" Dia bukan bayi ku, kamu akan meninggalkan ku. Aku tidak mau melihat bayi itu, lebih baik kamu buang saja bayi itu."


Sebastian sampai menghelakan nafas panjang nya ketika dia mendengar perkataan Maudy kepada anak nya.


Maudy pun langsung berteriak histeris.


" Aku melakukan nya bersama dengan lelaki lain, aku tidak sadar sudah tidur dengan lelaki itu. Aku tidak mau melihat bayi itu, berikan saja bayi itu kepada Felix."


Sebastian akhirnya mendengar langsung dari mulut Maudy, ini merupakan sebuah pengakuan dari Maudy.


" Lebih baik kamu menikah dengan lelaki itu, biarkan lelaki itu bertanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan kepada mu. Lelaki itu seorang pengusaha sukses juga, kamu akan menjadi seorang Ratu jika menikah dengan lelaki itu."


Maudy langsung melirikan mata nya kepada Sebastian.


" Bukan kah kamu adalah suami ku,? Kamu menyuruh ku menikah dengan lelaki lain?. Kamu sudah tidak mencintai ku Sebastian."


Maudy semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya, beruntunglah suster datang dan Sebastian bisa pergi dari ruangan tersebut.


Sebastian memilih untuk pulang ke rumah nya, karena dia mengetahui ada Samuel dan Bianca di rumah nya.


Sebastian menyerahkan Maudy kepada pihak Rumah Sakit, dia berjalan cepat keluar rumah sakit.


Tapi ternyata Irene menunggu Sebastian, Irene yang tidak bisa membohongi perasaannya kepada Sebastian.


Irene berlari dan langsung memeluk erat Sebastian dari belakang.


Sebastian melepaskan paksa pelukan erat tersebut, dan dia melihat ternyata Irene yang memeluk nya.


" Irene, apa yang kamu lakukan?. Ini diluar ruangan bagaimana jika ada melihat kamu seperti ini. Pemberitaan akan semakin memperbesar berita tentang mu, kamu tidak mau kan di sebut pelakor."

__ADS_1


Irene tersenyum manis kepada Sebastian.


" Aku tidak peduli di sebut pelakor, karena aku memang sangat menginginkan mu untuk menjadi milik ku."


Sebastian semakin merasa beban kehidupan nya bertambah.


" Irene, istri ku baru saja melahirkan. Dan sekarang dia sedang dalam masa perawatan di Rumah Sakit, kamu seperti bukan wanita saja tidak mempunyai perasaan."


Sebastian mencoba untuk membuka pintu mobil nya tapi Irene memegang tangan Sebastian


" Aku mengetahui Maudy, aku mengetahui jika Maudy tidak tulus mencintaimu. Dia hanya ingin harta kekayaan mu saja kan, bahkan Maudy juga masuk mempunyai perasaan terhadap mantan suaminya Samuel Mahendra."


Irene tersenyum manis kepada Sebastian.


" Sekarang apa yang kamu rasakan berumah tangga bersama dengan wanita yang tidak mempunyai perasaan cinta,? Masih kah kamu ingin bertahan hidup bersama dengan nya?."


Sebastian seketika langsung terdiam mendengar perkataan Irene.


" Sudahlah bersama dengan ku saja, yang sudah jelas akan selalu bersama dengan mu."


Irene semakin menggoda Sebastian tapi Sebastian masih bisa menahan godaan Irene.


" Aku ingin pulang ke rumah, aku ingin bertemu dengan bayi lelaki ku yang sudah menunggu kedatangan ku di rumah."


Irene membicarakan Sebastian pergi tapi setidaknya dia sudah mengungkapkan perasaan hati nya kepada Sebastian.


" Lihat saja yaa om-om ganteng, aku akan mendapatkan rasa cinta mu untuk ku."


Irene masuk ke dalam mobil nya, dia akan merencanakan apa yang akan di lakukan di kamar rawat Maudy nanti malam.


Sebastian menyalakan mesin mobil nya, di perjalanan menuju ke rumah nya Sebastian terus saja memikirkan perkataan Irene.


" Kenapa wanita secantik Irene, dia menginginkan lelaki seperti ku. Apakah dia sebenarnya hanya ingin mempermainkan perasaan ku saja."


Sebastian mencoba untuk mengabaikan perkataan Irene.


Tapi ternyata handphone Sebastian bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Irene.


Sebastian menghentikan mereka nya sebentar untuk membaca pesan dari Irene.


* Hati-hati ya calon suami ku*


Sebastian tersenyum tipis membaca pesan dari Irene.


" Kenapa aku sampai memberhentikan mobil ku hanya karena ingin membawa pesan dari Irene."


Sebastian kembali menyala mesin mobil nya, dia ingin secepatnya sampai di rumah nya.


Sebastian yang masih dalam perjalanan menuju ke rumah nya, ternyata Samuel dan Bianca mereka berdua sudah sampai.


Kedatangan mereka berdua di sambut baik oleh para pegawai yang ada di sana.


" Perkenalkan saya Samuel, dan ini Bukan anak Maudy yang pernah. Kita berdua ingin melihat adik lelaki Bianca, dia sudah tidak sabar saya juga sudah mendapatkan ijin dari Sebastian."


Para pegawai pun langsung membawa Bianca masuk ke kantor bayi, Samuel ikut masuk dia pun ingin melihat wajah adik lelaki Bianca.


Dan begitu sangat terkejut nya Samuel ketika melihat wajah bayi tersebut yang sangat mirip sekali dengan wajah bayi Irene.


Bahkan Samuel merasa jika mereka seperti kembar.

__ADS_1


" Wah ganteng sekali yaa adik lelaki ku ini, sangat gemas sekali yaa Papa."


Samuel hanya bisa tersenyum saja melihat kebahagiaan Bianca.


__ADS_2