I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 387


__ADS_3

Bianca membuka mata nya dia melihat sudah jam 23:30 malam, dia melihat Omah yang sudah tertidur pulas di sofa.


Bianca melihat infusan di tangan nya dia menarik infusan tersebut, Bianca menahan rasa sakit karena dia ingin keluar dari ruangan nya.


Bianca dengan secara perlahan berjalan menuju ke pintu dia tidak mau Omah nya sampai terbangun dari tidurnya.


Bianca mencari suster dia ingin bertemu dengan Mama nya.


Suster begitu terkejut ketika melihat tangan Bianca yang berdarah.


" Astaga sayang apa yang sudah kamu lakukan,? Kamu membuka infusan secara paksa."


Suster tersebut kelihatan sangat panik sekali.


" Suster aku ingin bertemu dengan Mama ku, dia katanya di rawat di rumah sakit ini. Nama Mama ku Maudy Larissa, Mama ku baru saja melahirkan anak lelaki. Aku di larang Papa ku untuk bertemu dengan Mama, aku sangat sedih sekali."


Suster merasa sangat kasihan melihat Bianca, Suster tersebut pun mencari tahu tentang nama Mama nya.


Dan ternyata Suster itu baru menyadari jika Maudy Larissa, pasien yang mengalami despresi dan besok berencana akan di pindahkan ke Rumah Sakit Jiwa.


Suster tersebut memandangi wajah Bianca, dia pun seketika langsung berpikir apakah ini alasan Papa yang tidak mau mempertemukan Bianca dengan Mama nya.


" Suster kenapa diam saja, ayo kita cari Mama ku."

__ADS_1


Suster tersebut tersenyum dan dia pun mengantarkan Bianca ke kamar Mama nya, Bianca melihat Mama nya yang tertidur pulas.


Dia tidak seperti melihat Mama nya.


" Kenapa wajah Mama seperti itu yaa, Mama kelihatan sangat kurus badan badannya."


Suster membukakan pintu untuk Bianca masuk dan Suster pun menjelaskan semuanya kepada Bianca.


" Setelah melahirkan adik lelaki mu, Mama mu mengalami despresi. Ini despresi ke tiga kalinya sehingga besok Mama mu harus di bawa ke Rumah Sakit khusus, kamu yang sabar yaa."


Bianca seketika langsung menangis ketika mendengar perkataan Suster, dia memikirkan nasib adik lelaki nya.


" Jika Mama despresi lalu bagaimana dengan adik lelaki ku, dia tidak bisa bersama dengan Mama."


Bianca menangis di pelukan Suster, Bianca tidak menyukai jika nasib adik nya lebih sedih dari nya.


" Mama, bangun ini aku Mam."


Bianca berlari menghampiri Maudy dia memeluk erat tubuh Maudy.


Maudy memeluk erat tubuh Bianca tapi dengan wajah yang tanpa ekspresi.


Suster menghampiri mereka berdua karena hawatir Maudy bisa saja bersikap kasar kepada Bianca.

__ADS_1


" Mama, sehat kembali yaa Mam. Bianca sayang Mama, Bianca tidak mau kehilangan Mama."


Maudy tersenyum tipis kepada Bianca.


" Bianca sayang, ayo kembali ke ruangan ya sayang."


Bianca merasa tidak mau berpisah dengan Mama nya


" Suster aku masih ingin bersama dengan Mama, aku masih merindukan Mama."


Maudy melepaskan pelukan erat Bianca, dia pun seakan menyuruh Bianca untuk pergi.


" Sayang, ini sudah larut malam yaa kamu gak istirahat yaa sayang."


Bianca dengan terpaksa dia mengikuti apa yang di katakan oleh Suster, Bianca melambaikan tangan nya kepada Mama nya.


Maudy tersenyum tipis kepada Bianca.


" Anakku Bianca."


Ucap Maudy dengan suara serak.


Bianca di antar oleh Suster dan ternyata Omah Sesilia mencari keberadaan Bianca.

__ADS_1


" Bianca sayang kamu kemana saja Nak, Omah sangat menghawatirkan mu."


Bianca tidak menjawab pertanyaan dari Omah nya dia kelihatan sangat marah dan kesal.


__ADS_2