
Felix mencoba untuk menghubungi nomer handphone Irene, Irene yang baru sampai rumah dia melihat ada panggilan telephone masuk.
" Felix, untuk apa dia menghubungi ku lagi yaa."
Irene tidak mau menjawab panggilan telephone tersebut karena dia yang masih sangat marah dengan Felix.
" Dia menyuruh ku untuk menggugurkan kandungan ku, dan sekarang dia kembali datang untuk menelephone ku."
Irene lebih memilih untuk menyimpan handphone nya, dia ingin mandi karena merasa sangat panas sekali.
Felix mulai emosi ketika Irene tidak mau menjawab panggilan telephone nya.
" Irene benar-benar membuat ku marah, kenapa dia tidak mau menjawab panggilan telephone ku."
Felix memilih untuk mengirimkan pesan kepada Irene.
* Irene, aku hanya ingin memastikan apakah kamu jadi menggugurkan kandungan mu itu*
Felix masuk ke dalam mobil nya, dia merasa jika Irene mempertahankan kandungan nya ini adalah masalah besar untuk nya.
Rencana Felix untuk bisa mendapatkan Zivanna akan gagal total.
Felix mengendarai mobil nya, dia tidak pergi ke kantor dia ingin pergi ke Apartemen nya.
Felix juga mencoba untuk mencari informasi tentang Irene dan kehamilan nya.
__ADS_1
Irene yang selesai mandi dia melihat ada pesan masuk dari Felix, dia membaca pesan tersebut.
" Untuk apa dia mempertanyakan kembali tentang kehamilan ku, tidak ada dia di samping ku pun aku masih bisa membesarkan bayi ini."
Irene mengabaikan pesan dari Felix dia fokus pada persiapan untuk melahirkan anak nya.
" Bulan depan aku akan melahirkan secara normal di rumah sakit permata, aku akan memilih Rumah Sakit yang terbaik."
Irene terlahir dari keluarga yang berkecukupan dia juga anak tunggal, semenjak hamil Irene memilih untuk keluar dari rumah nya karena dia tidak mau orang tua nya merasa malu dengan kehamilan nya ini.
" Jenis kelamin bayi ku adalah lelaki, nak kelak jika kamu besar nanti. Kamu harus membalas kan rasa sakit hati ibu mu ini kepada Ayah mu, dia yang tidak mau bertanggung jawab dia harus merasakan karma dari perbuatannya."
Irene yakin tidak hanya dirinya saja yang merasakan seperti ini, pasti banyak juga wanita yang pernah tidur dengan Felix sampai hamil.
Karena Felix sangat egois sekali, dia tidak pernah mau memakai pengaman hanya karena dia membayar dengan uang nya.
Tapi ternyata Felix sama saja, dia hanya menginginkan kenikmatan saja tapi tidak mau bertanggung jawab.
Irene membuka jendela kamar nya, dia melihat seperti ada seseorang yang diam di depan pintu gerbang rumah nya.
" Ada lelaki yang sedang berbicara dengan satpam, siapa yaa dia aku jadi penasaran sekali melihat nya. Jangan sampai itu orang suruhan Felix, untuk mencari informasi tentang aku."
Irene pun langsung keluar dari kamar nya dia berjalan menuju ke pintu rumah nya, Irene menghampiri mereka berdua dan akhirnya lelaki tersebut bisa melihat Irene secara langsung.
" Maaf yaa, ada apa yaa datang ke rumah saya."
__ADS_1
Irene dengan berani menghampiri lelaki tersebut.
" Oh ternyata ini ibu Irene, saya di perintahkan oleh Ibu Lollyta Putri. Pemilik Beauty Skincare ingin bisa bertemu dengan Ibu Irene, seperti nya dia tertarik untuk menjadikan ibu Irene sebagai model produk kosmetik nya."
Irene merasa tidak percaya dengan perkataan orang tersebut.
" Maaf yaa Pak sebelumnya, saya tau produk skincare milik ibu Lollyta. Bahkan saya pun memakai nya tapi dari mana Bu Lollyta mengetahui saya, dan coba lihatlah kondisi saya sekarang yang sedang hamil besar seperti."
Lelaki tersebut memberikan kartu nama Lollyta Putri kepada Irene.
" Saya tidak bisa menjelaskan nya ya Bu, silahkan besok ibu datang saja ke kantor nya dan bicara langsung dengan Ibu Lollyta."
Irene mengambil kartu nama tersebut dia pun membaca.
" Baiklah, terimakasih yaa atas informasinya."
Lelaki tersebut langsung pergi dan memberikan kabar kepada Lollyta jika dia sudah berhasil menjalankan tugas nya dengan baik.
" Aku merasa sangat tidak percaya ya, tapi ini sangat menarik sekali."
Irene masuk ke dalam rumah sambil memperhatikan kartun nama tersebut.
" Apakah ini adalah rezeki untuk anak kelahiran anak pertama ku yaa, dan seperti nya Ibu Lollyta pernah melihat ku di suatu tempat."
Irene menyimpan nomor telepon Lollyta di handphone nya, dia pun mengelus perut besar nya.
__ADS_1
" Nak, sebenarnya Ibu sempat bingung dengan tabungan ibu yang semakin menipis karena selama 9 bulan ibu tidak punya meminta uang karena Nenek dan Kakek mu benci ibu. Tapi sekarang seperti nya ini adalah jalan rezekinya untuk kamu, ibu sangat senang sekali."
Irene terus saja mengelus perut besar nya.