I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *202*


__ADS_3

Zivanna dan Bianca pun akhirnya sampai di taman bermain dan sangat banyak sekali orang yang ada di sana.


" Tempat nya sangat ramai sekali Mommy."


Bianca memegang erat tangan Mommy nya.


" Iya sayang, pegang tangan Mommy erat-erat yaa sayang."


Bianca menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Zivanna.


Mereka memulai dengan membeli minuman dan duduk sambil membeli makanan juga.


" Aku belum pernah loh Mom, di ajak ke tempat seperti ini oleh Papa. Ini sangat ramai sekali Mommy, banyak makanan dan minuman ada balon karakter juga aku sangat senang sekali Mommy."


Maudy memakai masker hitam dan kacamata hitam dia pun turun dari mobil nya, tapi karena banyak orang dia menjadi kesulitan untuk mencari Zivanna dan Bianca.


" Zivanna dia benar-benar yaa, membawa Bianca ke tempat ramai sekali seperti ini bagaimana jika Bianca hilang dan makanan dan minuman nya juga yang tidak biasa di konsumsi oleh Bianca. Bagaimana jika Bianca sakit perut nya, Zivanna seperti nya dia bukan seorang Suster yang sebenarnya."


Maudy mencoba untuk mencari Zivanna dan Bianca tapi dia merasa sangat pusing sekali sampai akhirnya Maudy pun memilih untuk duduk.


Dia melihat begitu banyak sekali makanan dan minuman di hadapan nya yang membuat nya menjadi tergoda.


" Astaga jangan sampai berat badan ku bertambah walaupun itu hanya 1 sampai 3 ons saja dan membuat perut datar ku ini menjadi buncit."

__ADS_1


Tapi Maudy pun merasa jika dirinya yang tidak bisa menahan diri nya dia pun langsung berdiri dari tempat duduk dan mencoba salah satu makanan yang ada di hadapannya.


" Bakso dan mie ayam ini sangat menggoda sekali astaga, bagaimana dengan progam diet ku yaa. Sejujurnya aku merasa sangat menyesal sekali mengikuti Zivanna dan Bianca, tapi kapan lagi aku bisa menikmati surga makanan seperti ini."


Maudy pun mulai mencoba makanan yang ada di hadapannya, dia melupakan program diet nya untuk hari ini.


Maudy benar-benar seperti mendapatkan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


" Hah, sangat enak sekali yaa mulut ku ini seperti tidak bisa berhenti mengunyah makanan yang ada di hadapannya."


Ketika Maudy yang merupakan Bianca dan Zivanna.


Di tempat yang sama Bianca dan Zivanna pun mereka sudah menikmati makanan dan minuman di sekitar nya.


Zivanna menceritakan semuanya kisah kehidupan nya kepada Bianca.


" Ibu, selalu mengajarkan tentang kesederhanaan bukan kemewahan. Dan membuat Mommy seperti tidak peduli dengan kekayaan orang tua Mommy, karena yang Mommy inginkan itu adalah kebahagiaan."


Zivanna memegang tangan mungil Bianca.


" Kebahagiaan bisa bersama dengan Bianca, Mommy akan selalu mencoba untuk belajar dan terus belajar untuk menjadi Mommy yang baik untuk Bianca."


Buang memeluk erat tubuh Zivanna.

__ADS_1


" Aku merasa Mommy Zivanna sudah menjadi yang terbaik untuk ku, Mommy yang begitu sangat sayang sekali kepada ku. Mommy bisa memberikan kasih sayang seorang ibu yang sejak kecil tidak pernah aku rasakan, terimakasih banyak Mommy Zivanna."


Zivanna sampai meneteskan air mata nya ketika mendengar perkataan Bianca kepada nya.


" Terimakasih banyak yaa sayang, Mommy pun tidak pernah menyangka jika Mommy yang bisa membuat Biang merasa nyaman seperti ini. Mommy tidak mau mengantikan posisi Mama Maudy, Mama Maudy itu tetap Mama terbaik untuk Bianca."


Bianca melepaskan pelukan erat dan dia melihat Zivanna yang menangis.


" Jangan menangis Mommy sayang."


Bianca mengambil tissue dia menghapus air mata Zivanna.


" Mommy Zivanna, harus berjanji kepada ku yaa. Jangan berubah ketika sudah menikah dengan Papa, jangan menjadi ibu tiri yang jahat yaa seperti yang ada di cerita dongeng bawang merah dan bawang putih."


Zivanna seketika langsung tertawa ketika mendengar perkataan Bianca.


" Mommy tidak akan seperti itu sayang, Mommy akan selalu sayang dengan Bianca."


Bianca pun tersenyum ketika melihat Mommy Zivanna bisa tertawa kembali.


" Aku senang melihat Mommy bisa tertawa kembali bersama dengan aku."


Zivanna memeluk erat kembali Bianca dan mereka berdua bersenang-senang kembali sambil menunggu kedatangan Samuel.

__ADS_1


__ADS_2