
Samuel dan Zivanna sampai di depan Rumah Sakit, ketika Samuel hendak membuka pintu mobil nya tiba-tiba handphone nya berdering.
Zivanna pun langsung melirikan mata nya dia sampai memegang kepala nya, seakan mengetahui siapa yang menelephone suaminya.
* Hallo Suster Vina ada apalagi dengan Bianca*
* Bianca menangis histeris dari mulai keluar mobil sampai di dalam kelas pun dia masih menangis*
* Kenapa lagi dengan Bianca*
* Seperti nya Bianca ingin bertemu dengan Mama nya*
* Bilang pada Bianca, jika Mama sekarang sedang berada di Thailand*
* Baiklah Pak Sam*
* Suster Vina, saya serahkan Bianca kepada mu yaa. Karena sekarang saya sedang bersama dengan Zivanna di Rumah Sakit*
* Baiklah Pak*
Samuel mengakhiri panggilan telephone nya.
" Pergilah ke sekolah, biarkan aku sendiri saja."
__ADS_1
Samuel menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak Zivanna, aku harus bisa adil."
Zivanna dan Samuel pun turun dari mobil nya, tangan Zivanna di genggaman erat oleh Samuel seakan tidak mau membuat Zivanna kesal kepada dirinya.
Kedatangan Zivanna di sambut baik oleh para pegawai medis di Rumah Sakit milik Ayah nya.
Zivanna memilih untuk menunggu antrian seperti pasien yang lain.
" Kira-kira anak kita ini lelaki atau perempuan yaa, aku merasa tidak sabar menunggu kelahiran nya."
Samuel mengelus perut Zivanna yang masih belum kelihatan hamil.
Zivanna begitu sangat menantikan kelahiran anak pertama nya, setelah beberapa jam menunggu akhirnya Zivanna pun mulai melakukan pemeriksaan.
Dokter Spesialis Kandungan pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap Zivanna.
" Zivanna, usia kandungan mu sudah memasuki usia 12 Minggu. Secara keseluruhan semuanya bagus yaa, tetap makan makanan yang bergizi dan jangan aktivitas terlalu berat."
Zivanna dan Samuel merasa sangat senang sekali ketika semuanya baik-baik saja.
Dokter memberikan resep obat untuk Zivanna, Zivanna dan Samuel pun keluar dari ruangan tapi ternyata Dokter Richard sudah menunggu mereka berdua.
__ADS_1
" Zivanna dan Samuel, ada yang ingin Ayah bicarakan di ruangan Ayah."
Samuel mulai merasa tidak nyaman dia merasa ada sesuatu yang akan di sampaikan oleh Dokter Richard.
" Aku sangat takut sekali Zivanna, apa yang akan di bicarakan oleh Ayah mu."
Wajah Samuel kelihatan sangat tegang sekali.
" Kenapa harus takut, Ayah tidak mungkin berbicara kasar kepada kita berdua."
Dokter Richard melihat Samuel dan Zivanna yang berjalan lambat seperti sedang membicarakan sesuatu.
Dokter Richard terus saja berjalan menuju ke ruangan, Zivanna dan Samuel mempercepat jalan nya.
Zivanna dan Samuel masuk ke dalam ruangan mereka berdua duduk dan siap mendengarkan perkataan dari Dokter Richard.
" Samuel bagaimana dengan Bianca, apakah dia masih belum bisa menerima kehadiran Zivanna seperti dulu lagi. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Bianca, apa yang membuat Bianca menjadi benci dengan Zivanna."
Zivanna menundukan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Ayah nya.
" Sebelum nya saya meminta maaf, sikap Bianca berubah karena pengaruh Maudy. Maudy yang membuat Bianca benci dengan Zivanna, bahkan Bianca sampai menginginkan kami berdua bersatu kembali."
Dokter Richard terkejut mendengar perkataan Samuel, seketika dia merasa menyesal dengan pernikahan Zivanna dan Samuel jika mengetahui akhirnya akan seperti ini.
__ADS_1
Tapi Dokter Richard tidak akan mengatakan hal tersebut kepada mereka berdua karena kenyataannya Zivanna yang sekarang sedang hamil cucu pertama nya.