
Suasana pun semakin tegang ketika Sesilia mau dengan senyuman manis nya.
"Bianca tau kah kamu Nak jika wanita ini adalah ibu kandung mu, Maudy Larissa adalah ibu kandung mu."
Bianca pun seketika dia langsung terkejut mendengar perkataan Omah nya, dan tidak sedikit pun Bianca ingin memeluk erat tubuh ibu nya.
Lollyta merasa rencana nya berhasil dan dia pun memperhatikan wajah Maudy yang seperti kesusahan untuk berbicara.
"Yasudah ya lebih baik sekarang kita pergi ke depan yaa karena acara sudah mulai di mulai."
Bianca memegang gaun yang di pakai Zivanna.
"Aku ingin ke mobil aku sudah merasa tidak nyaman sekali."
Zivanna pun langsung membawa Bianca ke dalam mobil Ayah nya karena Zivanna yang sudah mengetahui nya.
Bianca memeluk erat tubuh Zivanna.
"Apakah benar dia itu adalah Ibu kandung ku,? kenapa dia sangat cuek sekali kepada ku dan dia memang tidak menginginkan kehadiran ku."
Zivanna mengusap rambut panjang Bianca.
"Bianca kan belum mendapatkan alasan apa jadi jangan negatif seperti ini yaa."
__ADS_1
Bianca melepaskan pelukan erat dan dia memperhatikan mobil mewah yang mereka berdua tumpangi.
"Suster Zi, mobil ini sangat mewah sekali yaa. Ternyata Suster Zi lebih kaya dari pada Papa."
Zivanna tersenyum manis sambil memainkan rambut panjang Bianca.
"Suster tidak punya apa-apa sayang, ini semua milik keluarga. Suster Zivanna ingin bersama dengan lelaki yang tulus bukan yang materialistis."
Zivanna pun membuka pintu mobil dia pun keluar dari mobil dengan cara perlahan-lahan dan langsung menghampiri kembali Keluarga.
Mereka melanjutkan acara nya tanpa memikirkan perasaan Maudy.
Sebastian pun tidak menyangka jika Maudy bisa. cuek sekali ketika melihat Bianca anak yang dia tinggal kan dari bayi.
"Maudy lebih baik sekarang pergi dari tempat ini yaa, dari pada hanya membuat kamu sakit hati."
Sebastian pun dia langsung menarik tangan Maudy menuju ke mobil.
Samuel begitu sangat sangat kecewa sekali dengan Maudy dia pun akhirnya masuk ke dalam mobil.
"Kenapa Bu Sesilia harus mengatakan hal tersebut di saat yang tidak tepat."
Maudy begitu sangat emosional sekali.
__ADS_1
"Karena seharusnya ketika kamu melihat Bianca kamu berlari menghampiri nya dan bilang ini Mama sayang."
Sebastian pun merasa sangat gemas sekali dengan Maudy.
"Aku bukan membela mereka tapi kenyataannya memang seharusnya seperti itu.'
Mobil Sebastian pun keluar dari tempat tersebut.
Dan ternyata keluarga Samuel bisa makan malam bersama dengan Keluarga Dokter Richard.
"Pak Samuel, perkenalkan ini adalah suami saya Dokter Richard Specialis Anak."
Zivanna pun hanya bisa terdiam saja dia dia begitu sangat gemetaran sekali, dia takut Papa nya sampai keceplosan.
Sesilia memperhatikan Bianca yang menjadi murung ketika dia sudah mengetahui siapa ibu kandung nya yang sebenarnya, bukan cara bahagia tapi rasa sakit yang luar biasa.
"Saya benar-benar tidak mengerti dengan Maudy, bisa-bisa nya dia seperti itu dan pamtas saja selama dia menikah dengan Sebastian bertahun-tahun dia belum juga mendapatkan anak karena dia yang seperti ini."
Sesilia merangkul Bianca dan Bianca pun menagis.
"Jangan menangis yaa sayang, ada Suster Zivanna yang luar biasa baik nya dia jauh lebih baik dari pada Mama mu yaa sudah yaa jangan menangis."
Mendengar perkataan Sesilia, lalu bagaimana jika masa pengasuhan berakhir. Zivanna hanya di berikan waktu dua tahun oleh Ayah dan itu tidak bisa menolak nya.
__ADS_1