I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #251#


__ADS_3

Ketika Sebastian sedang berada di luar rumah, tiba-tiba saja handphone nya berdering kencang dia langsung melihat ada panggilan telephone dari siapa dan ternyata itu adalah panggilan telephone dari Samuel.


Sebastian langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Samuel*


* Sebastian, apakah aku mengganggu waktu istirahat mu*


* Tidak aku sedang santai di rumah*


* Hari Minggu, bisa datang ke acara pernikahan ku bersama dengan Zivanna. Acara yang di laksanakan di rumah Zivanna, kamu bisa datang bersama dengan Maudy*


* Aku usahakan datang yaa, selamat yaa Samuel. Semoga Zivanna menjadi ibu terbaik untuk Bianca, dan selalu membuat Bianca senang*


* Iya Sebastian aku berharap seperti itu, dan aku juga berharap jika Zivanna adalah cinta terakhir ku*


* Semoga saja Samuel, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu*


* Yasudah yaa Sebastian, maaf sudah menganggu waktu nya*


* Iya Samuel tidak apa-apa*


Samuel mengakhiri panggilan telephone nya.


" Samuel begitu sangat cinta dengan Zivanna, bahkan dia menginginkan Zivanna sebagai wanita terakhir nya. Aku merasa tidak menghawatirkan jika Maudy sampai masih mempunyai perasaan terhadap Samuel, karena Samuel tidak mungkin merespon nya."

__ADS_1


Karena sudah terlalu malam, Sebastian pun memilih untuk masuk ke dalam rumah nya, dia merasa sudah sangat capek sekali.


" Aku berharap Maudy baik-baik saja, dia tidak lagi seperti waktu siang. Aku benar-benar butuh istirahat, pekerjaan ku yang sangat menupuk."


Sebastian berjalan menuju ke kamar nya, dia membuka pintu kamar yang ternyata lampu nya sudah mati.


Sebastian menyalakan lampu nya sebentar dia melihat Maudy yang sudah tertidur pulas.


" Tidur yang nyenyak yaa Maudy, buang pikiran jahat mu terhadap Zivanna."


Sebastian pun tidur di samping Maudy dia mematikan lampu dan langsung memeluk erat tubuh istri nya tersebut.


Sebastian yang begitu sangat sayang dengan Maudy, walaupun dia mengetahui jika Maudy tidak sepenuhnya cinta kepada nya.


Maudy masih memiliki perkataan Sebastian kepada nya, jika dia yang masih mempunyai perasaan terhadap Samuel.


" Dia masih memeluk erat tubuh ku, walaupun dia mengetahui jika aku yang menghianati cinta nya. Sebastian begitu sangat baik sekali kepada ku dia tulis cinta kepada ku tapi kenapa aku yang masih saja berharap kepada Samuel. Aku yang masih berharap jika aku bisa kembali bersama dengan Samuel, dan hidup bahagia bersama dengan Bianca."


Ucap Maudy di dalam hati nya, dia hendak beranjak dari tempat tidur tapi ternyata Sebastian yang belum tidur dia memegang tangan Maudy.


" Kamu mau pergi ke mana Maudy,? ini sudah malam apakah kamu merasa gelisah kembali?."


Sebastian menyalakan lampu kamar nya.


" Sebastian, kenapa kamu terbangun. Kamu istirahat saja yaa, aku hanya ingin mengambil minuman di dapur."

__ADS_1


Maudy pun pergi dan Sebastian memilih untuk menunggu Maudy, karena merasa hawatir dengan Maudy.


Maudy masih merasa pusing dan sangat lemas sekali, dia pun berjalan secara perlahan.


" Aku merasa hawatir sekali dengan Maudy, berjalan pun dia seperti lemas sekali."


Sebastian memilih untuk mengikuti Maudy dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dapur.


Sebastian melihat Maudy yang sedang duduk dan menuangkan air putih ke gelas nya, Sebastian duduk di samping Maudy.


" Kenapa kamu mengikuti ku, lebih baik kamu tidur saja aku baik-baik saja kok."


Sebastian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


" Tidak, aku ingin di sini bersama dengan istri ku."


Sebastian memegang tangan Maudy, dan Maudy merasa sangat malu sekali ketika Sebastian yang bersikap baik dengan nya.


" Maafkan aku Sebastian, aku hanya menjadi istri yang selalu membuat kamu capek. Kamu yang harus meninggalkan pekerjaan di kantor demi untuk aku, aku benar-benar merasa sangat malu sekali."


Sebastian mengusap air mata Maudy.


" Sudah yaa jangan merasa seperti itu, sekarang lebih baik kita tidur."


Sebastian dan Maudy pun berjalan bersama menuju ke kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2