I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #249#


__ADS_3

Salah satu asisten rumah tangga dia langsung menghubungi Sebastian.


Sebastian yang memang sedang sibuk rapat dia tidak mengaktifkan handphone nya, dia benar-benar ingin fokus dan tidak mau di ganggu.


" Nomber handphone Pak Sebastian tidak aktif loh, bagaimana ini apa mungkin Bu Maudy despresi untuk ke tiga kali nya yaa."


Para asisten rumah memilih untuk diam di depan pintu kamar Maudy, mereka sangat menghawatirkan Maudy.


Maudy melepaskan kacamata hitam nya sambil menangis.


" Aku sangat malu sekali, aku merasa mereka semua jahat sekali dengan ku."


Maudy menangis histeris sambil menutupi wajah nya.


Maudy melihat handphone nya, tidak ada balasan dari suaminya.


Maudy mencoba untuk menghubungi nomer handphone tapi ternyata tidak aktif.


" Kenapa harus seperti ini di saat aku yang sangat butuh, dia menonaktifkan handphone nya."


Maudy mulai merasa gelisah dia pun mencoba untuk mengendalikan diri nya, Maudy merasa tangan nya yang mulai bergetar hebat.


Maudy merasa sangat lemas sekali dia pun langsung tidak sadarkan diri dan terjatuh di lantai.


Para asisten rumah tangga yang tidak mendengar suara Maudy, mereka pun mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut tapi ternyata pintu kamar yang terkunci rapat.


" Bagaimana ini, pintu kamar nya terkunci kita tidak mendengar suara Bu Maudy. Tadi kita sempet mendengar suara teriakan dan lalu suara tangisan, tapi sekarang sudah tidak ada lagi suara nya."


para asisten rumah tangga merasa sangat panik sekali mereka mencoba untuk menghubungi Sebastian tapi nomber handphone yang masih saja belum aktif.

__ADS_1


" Bagaimana yaa ini, apakah kita harus mendobrak pintu kamar Bu Maudy. Atau kita menunggu kedatangan Pak Sebastian, mungkin dia akan pulang sangat malam sekali."


Para asisten rumah tangga merasa sangat bingung sekali.


" Yasudah lebih baik kita tunggu saja Pak Sebastian yaa, tapi kita tetap berada di depan pintu kamar."


Para asisten rumah tangga pun memilih untuk menunggu Sebastian datang, dan akhirnya Sebastian pun selesai rapat dia langsung mengaktifkan handphone dan membaca pesan dari istrinya.


" Maudy kenapa dia mengirimkan pesan seperti ini yaa."


Sebastian pun memilih untuk menghubungi nomer handphone istri nya tapi tidak ada jawaban.


Para asisten rumah tangga mendengar suara dering handphone Maudy.


" Handphone Bu Maudy berdering seperti nya itu panggilan telephone masuk dari Pak Sebastian."


Mereka pun langsung berpikir terjadi sesuatu dengan Maudy di dalam kamar nya, karena dia mengabaikan panggilan telephone dari suaminya.


Para satpam pun langsung berlari cepat menuju ke depan kamar Maudy, karena sebelumnya mereka mengetahui di saat Maudy masuk ke dalam rumah.


Mereka mencoba untuk terus mendobrak pintu kamar tersebut hingga akhirnya pintu kamar pun terbuka dan Maudy yang tidak sadarkan diri di lantai kamar nya.


" Astaga Bu Maudy."


Maudy pun langsung di pindahkan ke tempat tidur, dan langsung menelephone Dokter yang sering memeriksa Maudy.


Sebastian mencoba untuk menghubungi nomer handphone Maudy kembali dan langsung di jawab oleh asisten rumah tangga nya.


* Hallo Maudy*

__ADS_1


* Maaf Pak Sebastian, Bu Maudy tidak sadarkan diri di kamar nya*


* Astaga Maudy ada apa lagi dengan dia, baiklah jelaskan nanti di rumah yaa*


Tanpa berpikir panjang Sebastian pun langsung pulang ke rumah nya, beruntung rapat yang sudah selesai.


" Ada apa lagi yaa dengan Maudy, kenapa dia membuat aku sangat cemas sekali."


Sebastian mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia seperti sudah tidak peduli dengan keselamatan nya.


Yang ada di pikiran Sebastian adalah dia bisa secepatnya sampai rumah.


Sebastian pun akhirnya dia sampai rumah dia menyimpan mobilnya di depan gerbang rumah, karena gerbang yang tertutup rapat tidak ada satpam satu orang pun.


Sebastian langsung berlari menuju ke kamar Maudy, dia melihat sudah ada Dokter yang menangani Maudy.


Sebastian memegang tangan Maudy yang sangat dingin sekali, dia pun melihat wajah Maudy yang sangat pucat sekali.


" Apa yang sebenarnya terjadi dengan Maudy, bisakah kalian menjelaskan kepada ku."


Sebastian melirikan mata nya kepada para asisten rumah tangga nya.


" Bu Maudy setelah turun dari mobil nya dia kelihatan sangat kesal sekali, dia langsung masuk ke dalam kamar dia berteriak kencang dan menangis setelah itu tidak ada suara yang kami dengar."


Sebastian pun langsung terdiam dia merasa terjadi sesuatu dengan Maudy sebelum nya.


" Yasudah kalian semuanya bisa pergi dari ruangan ini, kecuali Dokter."


Dokter pun menghampiri Sebastian.

__ADS_1


" Seperti telah terjadi sesuatu yang membuat Maudy seperti ini, dia seperti nya sangat sedih sekali. Lebih baik di saat sudah sadarkan diri bicara secara perlahan dan dengarkan apa yang ingin di katakan, sehingga membuat nya merasa tenang."


Sebastian pun menganggukkan kepalanya sambil memegang tangan Maudy.


__ADS_2