
Zivanna pun di berikan salep untuk merah-merah yang ada di wajah nya.
" Semoga cepat sembuh yaa Mbak Zivanna, karena pekerjaan sebagai model yang sangat cantik sekali."
Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika Dokter yang menanganinya mengenal dirinya.
" Terimakasih banyak Dokter."
Zivanna keluar dari ruangan dan dia pun melihat banyak sekali pasien yang menuggu.
" Mbak Zivanna yaa, yaa ampun cantik sekali Mbak. Mau ga sama anak saya, anak saya Dokter loh."
Zivanna hanya tersenyum tipis saja dan Samuel pun langsung menarik tangan Zivanna agar mempercepat jalannya.
Bianca melihat wajah Papa nya yang kelihatan sangat marah ketika mendengar Suster Zivanna yang di sebut akan di kenal kan dengan seorang Dokter.
Zivanna dan Bianca pun memilih untuk diam karena dia melihat wajah Papa nya yang berubah tidak seperti sebelumnya.
***
__ADS_1
Maudy memilih untuk membeli handphone baru untuk dirinya, dia kelihatan sangat senang sekali dan dia pun memilih untuk kembali ke rumah nya.
Maudy yang sudah merasa berhasil dengan sempurna untuk membuat Zivanna merasa tersakiti oleh apa yang sudah dia lakukan kepada nya.
" Zivanna, ini belum seberapa yaa. Apalagi jika sampai kamu menikah dengan Samuel, nyawa mu akan melayang di tangan ku. Aku memang egois, karena ingin bisa kembali menjadi istri Samuel Mahendra."
Setelah membeli handphone, Maudy pun berniat untuk pulang ke rumah nya.
" Semua orang-orang yang ada di rumah pasti sedang heboh, mereka pasti sedang menghawatirkan ku."
Maudy dengan cepat mengendarai mobil agar bisa cepat sampai di rumah di perjalanan menuju ke rumah Maudy tidak henti-hentinya tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.
Sampai akhirnya Maudy pun sampai di rumah, dia melihat sudah ada mobil Sebastian suami nya.
Maudy mencoba untuk tenang seakan tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.
Maudy masuk ke dalam rumah dan Sebastian langsung menghampiri nya.
" Pergi dari mana kamu Maudy,? membuat semua orang yang ada di rumah ini merasa sangat hawatir sekali."
__ADS_1
Maudy pun menunjukkan handphone baru nya.
" Aku pergi untuk membeli handphone, dan kamu tidak usah merasa hawatir yaa. Karena aku sudah sehat dan besok pun, aku sudah bisa masuk untuk berkerja kembali menjadi Brand Ambassador Lollyta Skincare Beauty."
Melihat Maudy yang begitu sangat bahagia sekali membuat Samuel menjadi mencurigai Maudy.
Sebastian menarik tangan Maudy untuk masuk ke dalam kamar.
Maudy tetap bersikap tenang walaupun suaminya bersikap kasar kepada nya.
" Kamu tidak sedang melihat sesuatu kan,? kamu tidak sedang merencanakan sesuatu kepada Zivanna karena kamu merasa dendam kepada Zivanna."
Maudy pun tersenyum manis kepada suaminya.
" Kamu pikir aku akan melakukan sesuatu kepada Zivanna hanya karena Zivanna yang menggantikan untuk dua produk saja,? untuk apa aku sampai seperti itu. Karena bagaimana pun juga aku adalah Ratu nya, dan Zivanna dia bukan siapa-siapa dia tidak mungkin bisa mengantikan posisi Ratu ku."
Sebastian merasa tidak percaya dengan perkataan Maudy, karena ketika mendengar suara Suster Vina ketika dia di telephone terdengar suara yang bergetar. Apalagi mendengar para pegawai yang seperti di ancam oleh Maudy, itu tandanya Maudy pergi dengan sangat emosional sekali.
Sebastian memilih untuk tidak kembali ke kantor nya dia lebih menuggu Maudy.
__ADS_1
" Kamu tidak percaya dengan ku,? aku sudah sehat sekarang. Dan sebentar lagi aku akan keluar rumah, untuk pergi ke salon kecantikan."
Maudy mencoba untuk meyakinkan suaminya tapi Sebastian yang masih tidak percaya dengan Maudy.