
Samuel keluar lagi dari mobil nya setelah Bianca yang sudah duduk di kursi depan, Samuel menghampiri Zivanna.
" Kirimkan alamat Apartemen mu, aku akan datang nanti malam ke sana."
Zivanna hanya menganggukkan kepalanya karena Samuel yang berbisik di telinga nya.
Samuel pun tersenyum dan dia langsung kembali ke mobil nya, Bianca melambaikan tangan nya membuat Zivanna merasa sangat bahagia sekali.
Zivanna mengirimkan alamat tersebut untuk Samuel, setelah Zivanna masuk ke dalam mobil nya handphone nya berdering kencang dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Ayah nya.
" Bagaimana ini Ayah menelephone ku, aku harus bagaimana yaa."
Zivanna yang masih berada di dalam mobil dia pun akhirnya menerima panggilan telephone tersebut.
* Hallo Ayah*
* Zivanna anak ku, kamu sekarang di mana Nak. Ibu dan Ayah sangat menghawatirkan mu, ibu mu bilang nomber handphone yang tidak aktif*
__ADS_1
* Aku baik-baik saja Ayah, sekarang aku ini hidup mandiri. Aku tinggal di Apartemen dan sekali lagi aku pastikan aku baik-baik saja, aku ingin merasakan hidup sederhana sehingga aku menjadi seseorang yang lebih menghargai orang bukan dari uang*
Dokter Richard memberikan handphone nya kepada istrinya.
* Zivanna, kembali lagi ke rumah sayaaaaang. Rumah mewah ini memang untuk siapa, hanya untuk kamu sayang*
* Bu, jangan menangis seperti ini. Di saat aku menjadi seorang Suster Zivanna ibu baik-baik saja tidak menangis. Sudah yaa Buu, aku mau pulang yaa*
Zivanna mengakhirinya panggilan telephone dia fokus pada kendaraan nya.
Zivanna tidak mau terlalu memikirkan tentang keluarga nya, karena dia yang harus fokus pada kendaraan nya
Zivanna samping memikirkan hal yang negatif karena dia yang posisinya hanya sendirian di Apartemen nya.
Zivanna pun akhirnya sampai di Apartemen nya, dia langsung mandi karena merasa sangat lelah juga.
Setelah selesai mandi Zivanna memperhatikan handphone nya, dan ternyata tidak ada balasan pesan dari Samuel.
__ADS_1
Zivanna pun pergi ke dapur dia membuat mie instan dia merasa masih lapar, Zivanna merasa sangat beruntung sekali karena dia yang sempat di ajarkan untuk menyalakan kompor oleh Bianca.
" Bianca anak yang baik sekali, berkat dia aku bisa menyala kan kompor. Hahaha Zivanna kamu sampai harus di ajarkan oleh seorang anak kecil ini sangat keterlaluan sekali."
Zivanna mengambil telor dan sayuran hijau segar dia merasa jika mie instan ini sangat nikmat sekali.
" Lupakan jika kamu adalah anak seorang Dokter, setiap apapun makan yang aku makan aku selalu berdoa semoga membuat aku sehat selalu."
Mie instan yang sudah matang, Zivanna mengambil saus sambal dia benar-benar menikmati kehidupan nya saat ini.
" Hmmm, apakah hanya aku saja yang merasakan jika mie instan adalah makanan yang mudah dan sangat enak sekali."
Zivanna benar-benar menikmati makan nya, dia mengambil handphone sambil memutar film-film kesukaan.
" Hmmm, setelah makan seperti aku langsung tidur saja ahhh. Sudah kenyang langsung tidur sebenarnya itu tidak boleh yaa, tapi aku merasa sangat lelah sekali."
Zivanna melupakan Samuel yang kabarnya dia akan datang ke Apartemen nya, dia lupa.
__ADS_1
Selesai makan, Zivanna pun langsung bersiap-siap untuk tidur. Zivanna membaringkan tubuhnya dia pun langsung memejamkan mata nya.