I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (118)


__ADS_3

Samuel ingin meminta maaf kepada Zivanna tapi dia tidak tahu bagaimana cara meminta maaf kepada Zivanna.


Samuel berencana untuk meminta tolong kepada Bianca, tapi Bianca yang sering bersama Zivanna membuat Samuel merasa kesulitan.


Sesilia keluar dari kamar Bianca dia melihat Samuel yang sedang berdiri di depan pintu.


Sesilia pun langsung menutup pintu kamar tersebut.


" Mama ingin bicara dengan mu."


Samuel mengikuti Mama nya mereka masuk ke ruangan keluarga.


" Samuel, apakah kamu tidak merasakan jika Suster Zivanna itu mencintai mu."


Samuel diam ketika Mama nya mengatakan hal tersebut.


" Kamu diam karena kamu yang masih mempunyai perasaan terhadap Maudy,? Astaga Samuel sulit kah kamu untuk bisa melupakan Maudy?. Ingat apa yang sudah dia perbuat dengan Bianca, dan dia juga sudah mempunyai suami."


Sesilia merasa sangat kecewa sekali dengan Samuel.

__ADS_1


" Zivanna itu terlalu muda untuk ku, dia juga sangat cantik sekali. Pasti akan banyak lelaki muda yang menginspirasi nya, dan setatus aku pun yang sudah memiliki anak. Apakah keluarga Zivanna akan menerima kehadiran Bianca,? bukan hal mudah ketika wanita singel bersama dengan duda yang sudah mempunyai anak seperti ini."


Sesilia merasa itu hanya alasan Samuel saja.


" Lalu bagaimana dengan besok,? apakah kamu akan pergi bersama dengan Zivanna.? sekarang kamu tidak mau berniat untuk meminta maaf kepada Zivanna?, kasihan Zivanna yang merasa kecewa sekarang dia sedang menangis di kamar Bianca."


Samuel memang berniat untuk meminta maaf tapi dia tidak mengetahui apa yang harus dia katakan kepada Zivanna.


" Aku harus berkata apa kepada Zivanna,? aku tidak tahu harus bagaimana."


Sesilia yang merasa gemas sekali dengan Samuel dia pun langsung menarik tangan Samuel dan berjalan menuju ke kamar Bianca.


Samuel melihat wajah Zivanna yang semakin memerah.


" Suster Zivanna, saya meminta maaf atas perkataan saya tadi. Saya tidak bermaksud untuk menyakiti jika ada perasaan terhadap saya, hmmm maksud saya jika Suster Zivanna memiliki perasaan terhadap saya."


Samuel benar-benar tidak merangkai kata-kata dengan baik.


" Tidak harus ada kata maaf karena saya menyadari bahwa Bu Maudy dia memang cantik, bukti kecantikan dia walaupun sudah mempunyai anak dan memiliki suami. Tapi dia masih bisa memikat perasaan mantan suami nya."

__ADS_1


Zivanna pun memilih untuk pergi dari kamar Bianca, dia ingin keluar rumah menghirup udara segar di luar sana.


Bianca mau mengikuti Zivanna tapi di tahan oleh Papa nya.


" Biarkan Suster Zivanna sendirian."


Sesilia yang merasa sangat kesal dia pun memilih untuk pergi dan kembali ke ruangan kerja yang ada di sebelah kamar nya.


" Papa masih mencintai Mama Maudy yaa,? tapi aku tidak bisa menerima kehadiran Mama Maudy karena Mama Maudy yang sangat jahat sekali dengan ku. Mama Maudy tidak sayang aku, dia tidak memiliki rasa kasih sayang."


Samuel mencium kening Bianca.


" Sudah yaa sayang, jangan di bahas lagi yaa. Sekarang Papa hanya ingin selalu bersama dengan kamu. Cinta dan sayang Papa hanya untuk kamu yaa, kamu jangan bicara seperti ini lagi yaa."


Samuel mengambil buku cerita dan dia ingin membacakan nya untuk Bianca.


" Aku tidak mau tidur Ayah, ini bukan waktu nya untuk aku tidur. Simpan lagi buku nya, Papa tidak tahu jadwal kegiatan ku sehari-hari."


Bianca marah dan dia pun pergi dari kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2