I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 29.


__ADS_3

Dokter Richard merasa sangat merindukan Zivanna dia pun langsung menghubungi Zivanna.


Zivanna yang sedang asik bermain dengan Bianca seketika dia langsung berhenti.


"Sebentar yaa sayang handphone Suster Zivanna berdering kencang."


Zivanna pun langsung melihat ternyata itu adalah panggilan telephone dari Ayah nya.


"Ayah, ada apa ya di menelephone ku."


Bianca pun memilih untuk membaca buku cerita.


*Hallo Ayah*


*Zivanna ayah ingin bertemu dengan mu*


*Tidur bisa Ayah, sebelum aku sudah ketemu dengan Ibu*


*Ayah sangat menghawatirkan kondisi mu di sana, kamu yang selalu dengan kehidupan berkecukupan*


*Aku bisa hidup sederhana aku juga bisa hidup berkecukupan, karena aku selalu di ajarkan oleh Ibu


*Pokoknya Ayah tidak mau tahu besok kita harus bertemu, jika tidak Ayah yang akan menjemput mu*


*Terserah Ayah aja*

__ADS_1


Zivanna langsung mengakhiri panggilan telephone nya dia kelihatan sangat kesal sekali.


Tanpa Zivilia sadari Bianca mendengar percakapan mereka berdua dan membuat Bianca mengetahui jika Zivanna ada anak orang kaya.


Tidak seperti perkataan nya kepada Papa yang mengaku dari keluarga sederhana.


"Suster Zi, kenapa wajah nya kesal seperti itu ?."


Zivanna pun langsung memeluk erat Bianca.


"Suster Zivanna baik-baik saja sekarang kita lanjutkan yaa permainan kita berdua."


Dokter Richard yang posisinya dia sedang libur di rumah di temani oleh istrinya.


"Ada apa Ayah, kenapa wajah seperti orang yang kesal sekali."


"Aku ingin Zivanna kembali bekerja di Rumah Sakit saja, aku merasa sangat menghawatirkan kondisi Zivanna."


Lollyta mencoba untuk menenangkan pikiran suaminya.


"Sudahlah tidak apa-apa ini akan membuat Zivanna semakin dewasa, sekarang dia yang sudah bisa mengurus anak. Dia sudah bisa mengetahui dunia tentang anak kita sebagai orang hanya mendukung saja."


Dokter Richard merasa tidak bisa menerima hal tersebut, Zivanna yang merupakan anak tunggal yang setiap hari ada bersama nya sekarang dia susah sekali untuk bertemu.


"Aku melihat Zivanna besok untuk bertemu tapi Zivanna tidak bisa dia seperti mendapatkan larangan dari orang di sana."

__ADS_1


Lollyta pun memikirkan bagaimana cara nya agar suaminya bisa bertemu dengan Zivanna.


"Hmmmm, bagaimana jika kamu datang ke sekolah anak perempuan yang di asuh oleh Zivanna nanti aku berikan alamat nya."


Dokter Richard merasa tidak punya pilihan lagi dia pun akhirnya mengikuti apa yang di katakan oleh istrinya.


"Baiklah besok aku akan pergi ke sekolah tersebut."


Lollyta pun langsung tersenyum dia merasa permasalahan yang sudah selesai.


***


Bianca yang melihat Zivanna yang melamun tidak konsentrasi dengan permainan nya.


"Suster Zi, kangen yaa sama Ayah nya."


Zivanna pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan Bianca kepada nya.


"Iya sih tapi Suster tidak mungkin selalu meminta ijin untuk keluar, Suster yang harus fokus dengan pekerjaan Suster yaitu mengurus Bianca."


Bianca melihatnya wajah sedih Zivanna.


"Bagaimana kalau besok kita berdua bertemu dengan Ayah nya Suster Zi. Tapi tidak bilang-bilang ke Papa."


Zivanna pun langsung terdiam jika dia bersama dengan Bianca bertemu dengan Ayahnya maka Bianca akan mengetahui pekerjaan Ayah nya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Sudah tidak usah saja yaa, nanti saja kapan-kapan kita berdua juga pasti akan bertemu."


Zivanna mengalihkan pembicaraan mereka berdua dengan mengambil permainan yang baru yang lebih seru dari sebelumnya tapi Bianca masih saja melihat wajah Suster Zivanna yang sedih.


__ADS_2