I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (112)


__ADS_3

Maudy begitu sangat nafsu sekali dia tidak akan datang untuk menemui Lollyta tapi dia mencoba untuk datang menemui Zivanna.


Maudy sudah sangat tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia ingin sekali bisa sampai di sekolah Bianca.


Maudy melihat Zivanna yang sedang duduk menunggu Bianca, dia mencari bagaimana cara dia bisa melampiaskan emosi nya tapi Zivanna tidak mengetahui wajah nya.


Maudy yang tidak mempunyai handphone dia melihat ada perkumpulan anak-anak yang sedang main kartu.


Maudy merasa mereka pasti mau mengikuti apa yang di suruh oleh Maudy.


Maudy memakai kacamata hitam dan masker di juga mengambil jaket.


Maudy pergi untuk membeli kopi panas dan dia pun langsung menghampiri mereka yang sedang berkumpul.


" Aku akan memberikan mu uang 5 juta, tapi dengan syarat kalian harus menyiram kan kopi panas ini ke perempuan yang sedang duduk di depan gerbang sekolah itu."


Mereka yang memang dalam keadaan mabuk melihat uang 5 juta langsung mau melakukan nya.


" Saya bersedia Bu, saya akan melakukan nya."


Maudy langsung memberikan uang tersebut dan menunjukkan Zivanna yang duduk di depan gerbang.


" Astaga cantik dan mulus sekali perempuan nya."


Maudy pun memulai cerita palsu nya kepada preman tersebut.


" Cantik tapi dia pelakor, dia seorang pelakor yang merebut suami saya."

__ADS_1


Preman tersebut mengerti kenapa perempuan ini sampai melakukan hal tersebut.


" Baiklah Bu, saya akan melakukan nya."


Preman tersebut pun pergi dan Maudy memperhatikan nya dari jauh.


" Semoga saja air panas itu membuat wajah menjadi tidak cantik dan mulus lagi, sehingga dia tidak bisa lagi mengantikan posisi orang lain. Zivanna kamu ingin main-main bersama dengan ku,? lihat apa yang akan aku lakukan kepada mu sekarang."


Zivanna sedang fokus membaca buku, dan dengan cepat preman tersebut pun langsung menyiramkan kopi panas tersebut kepada Zivanna.


Beruntung nya kopi panas tersebut terkena rambut Zivanna saja, karena rambut nya yang di biarkan terurai panjang ke depan untuk menutupi agar dia tidak panas.


Preman tersebut pun langsung pergi dan Maudy tersenyum manis melihat nya, dia pun langsung masuk ke dalam mobil nya karena dia merasa rencana nya sudah berhasil.


Zivanna berteriak kencang dan membuat orang-orang langsung menghampiri nya.


Zivanna pun begitu sangat terkejut sekali dan Bianca pun langsung berlari menghampiri Suster Zivanna.


Bianca melihat wajah Suster Zivanna yang menjadi merah.


" Suster Zivanna baik-baik saja kan,? Suster Zivanna tidak apa-apa?."


Bianca mencoba membersihkan rambut Suster Zivanna.


" Suster Zivanna baik-baik saja sayaang, sekarang ayo kita masuk ke dalam mobil."


Bianca merasa sangat menghawatirkan sekali kondisi Suster Zivanna.

__ADS_1


Zivanna pun mencoba untuk menenangkan perasaan nya dan dia pun berbicara di dalam hati nya.


" Apakah mungkin Maudy yang melakukan ini semua, dia yang menyimpan perasaan dendam terhadap ku. Dia yang menyuruh orang untuk melakukan ini semua, jika sampai benar dia maka aku pun tidak akan pernah diam untuk bisa membalas nya."


Zivanna terlihat sangat emosional sekali dan Bianca pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Papa nya tanpa sepengetahuan Zivanna.


Karena Zivanna yang yang melamun ketika dirinya mendapatkan musibah seperti ini.


Bianca merasa sangat ketakutan sekali.


* Hallo Papa*


* Iya sayang ada apa*


* Papa ada yang menyiram kopi panas kepada Suster Zivanna, aku melihat nya Pah.*


* Lalu sekarang bagaimana kondisi Suster Zivanna*


* Suster Zivanna diam saja dia melamun, sedangkan Pak supir keluar untuk membelikan air mineral untuk Suster Zivanna*


* Yasudah, bilang sama Pak Supir tetap di sana yaa. Karena Papa akan segera ke sana, Bianca jangan pernah keluar dari mobil ya sayang bahaya*


* Baiklah Papa*


Bianca memegang tangan Suster Zivanna dan Zivanna pun mulai merespon Bianca.


" Siapa sih yang jahat seperti ini, aku tidak mau melihat Suster Zivanna sedih. Aku mau orang yang melukai Suster Zivanna masuk ke penjara saja, agar tidak ada orang jahat lagi."

__ADS_1


Bianca pun memeluk erat Suster Zivanna dia begitu sangat sayang sekali dengan Suster Zivanna.


__ADS_2