I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 336


__ADS_3

Zivanna langsung memeluk erat tubuh Ibu nya sambil menagis tersedu-sedu di pelukan ibu nya.


" Zivanna kenapa kamu menagis Nak, apa yang membuat kamu seperti ini. Jangan di pendam sendiri sayang, ayo ceritakan kepada Ibu jangan seperti ini tidak baik untuk kehamilan mu."


Zivanna meluapkan semua emosi nya dengan sebuah tangisan, hanya dengan itu dia bisa merasakan tenang.


Zivanna terus saja menagis sampai dia mulai bisa bercerita dengan Ibu nya.


" Apakah aku harus mengakhiri pernikahan ini saja,? Kehadiran ku hanya membuat hubungan suamiku dengan anak nya semakin memburuk saja. Bianca mempunyai pemikiran jika bayi ini sudah lahir, dia akan masuk ke pantai asuhan."


Lollyta seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan Zivanna.


Bianca yang masih kecil tapi sudah mempunyai pemikiran seperti itu.


" Astaga Zivanna, apa yang kamu katakan. Pernikahan bukan permainan sayang, kenapa sekarang kamu menjadi lemah seperti ini hanya karena Bianca. Seharusnya kamu tunjukkan jika kamu bisa membuat Bianca seperti dulu lagi, ayo sayang jangan seperti ini. Ibu yakin kamu pasti bisa sayang, kamu ibu yang kuat."


Zivanna yang sudah merasa lelah selalu di salahkan dia pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.


Zivanna seperti sudah kehilangan kata-kata, Zivanna sudah berada di titik paling rendah.


Zivanna merasa jika dirinya gagal menjadi ibu sambung yang baik untuk Zivanna.


Lollyta semakin menghawatirkan kondisi Zivanna.

__ADS_1


" Bagaimana ini, aku tidak mau Zivanna sampai mengakhiri rumah tangga nya dengan Samuel."


Handphone Zivanna tertinggal dan Samuel kembali menghubungi Zivanna.


Lollyta pun akhirnya menjawab panggilan telephone dari Samuel.


* Hallo Samuel*


* Ibu Lollyta, Zivanna baik-baik saja kan*


* Samuel lebih baik kamu tidak dulu menghubungi Zivanna yaa, jangan dulu bertemu dengan Zivanna juga*


* Baiklah Bu*


Lollyta mengakhiri panggilan telephone nya, dia berlari menuju ke kamar Zivanna.


" Zivanna, sebaiknya kamu juga dulu berhubungan dengan suami kamu yaa. Tenangkan dulu perasaan mu yaa, Ibu yakin semuanya pasti akan membaik."


Dokter Richard yang memilih pulang dia merasa sangat menghawatirkan kondisi Zivanna, ketika dia pulang dia langsung berjalan menuju ke kamar Zivanna.


" Bu, seperti nya aku menyesal menikah dengan lelaki yang sudah mempunyai anak jika akhirnya aku yang selalu di salahkan oleh anak nya."


Dokter Richard yang mendengar perkataan Zivanna dia pun langsung menghampiri Zivanna.

__ADS_1


" Sudahlah Zivanna tinggalkan saja Samuel, tidak ada Samuel pun kehidupan anak mu akan terjamin oleh Ayah."


Dokter Richard menghampiri Zivanna dia merasa kasihan dengan Zivanna, di saat Zivanna yang sedang hamil muda seperti ini.


" Ayah tidak seharusnya kamu bicara seperti itu kepada Zivanna, kita sebagai orang tua tidak usah ikut campur dalam urusan rumah tangga anak. Ayah tidak bisa menyuruh Zivanna untuk meninggalkan suaminya, walaupun keluarga kita berkecukupan tapi bagaimana dengan perasaan anak itu setelah tumbuh besar dia tidak mempunyai Ayah di samping nya."


Dokter Richard terdiam mendengar perkataan istrinya.


" Sudah lebih baik kita keluar saja dan biarkan Zivanna menyendiri dulu, dia butuh waktu untuk menenangkan pikiran nya."


Lollyta menarik paksa suaminya untuk keluar dari kamar Zivanna.


Lollyta merasa sangat marah sekali dengan suaminya.


" Ayah sudah sangat kesal sekali, sudahlah berikan saja dia kepada Ibu kandung nya. Agar Zivanna dan Samuel bisa hidup lebih tenang, nanti pun di saat dia merindukan Ayah nya dia juga akan kembali lagi."


Dokter Richard mereka menyesal kenapa Zivanna tidak menikah dengan Felix saja, walaupun mengetahui Felix bukan lelaki yang baik.


Tapi Dokter Richard yakin Felix akan berubah ketika bertemu dengan Zivanna.


Dokter Richard dan Lollyta pun memilih untuk menghindari Zivanna.


Zivanna merasa sangat pusing sekali dia yang terus menerus menangis.

__ADS_1


" Tidak Zivanna kamu jangan sampai pingsan, pandangan mata ku sudah sangat buram dan gelap."


Zivanna memegang kepalanya yang seperti sedang melayang.


__ADS_2