I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #264#


__ADS_3

Keesokan harinya, Maudy merasa sangat berat sekali melangkahkan kakinya menuju ke kantor Lollyta.


Maudy yang sudah cantik sejak pagi dia hanya duduk saja di atas tempat tidur nya.


Sebastian yang mau bersiap pergi ke kantor dia melihat istrinya yang sudah sangat cantik sekali.


" Sudah cantik di pagi hari kamu mau pergi ke mana Maudy,? hmmmm oh iya aku minta maaf aku tidak bisa menjawab panggilan telephone mu aku sedang sibuk sekali dia kantor. Dan setelah aku pulang dari kantor, aku melihat istri ku yang sudah tertidur pulas."


Maudy pun langsung tersenyum kepada suaminya.


" Aku ingin membayar sisa kontrak ku kepada Lollyta, aku sudah tidak mau menjadi brand ambassador produk nya lagi."


Sebastian merasa senang ketika dia mengetahui Maudy yang tidak mau lagi bekerja dengan Lollyta.


Sehingga Maudy tidak lagi ikut campur dengan permasalahan keluarga baru Zivanna.


" Yasudah diam saja di rumah menjadi ibu rumah tangga, dan semoga secepatnya bisa menjadi seorang ibu yaa sayaaaaang."


Sebastian yang masih menginginkan Maudy hamil memberikan keturunan untuk nya.


" Sebastian, umur ku yang sudah tidak muda lagi bagaimana mungkin jika aku hamil di usia yang tidak lagi muda."


Maudy mencoba untuk mengingat kembali Sebastian.


" Maudy, Dokter Specialis banyak yang terbaik. Kamu tidak usah hawatir yaa, sekarang lebih baik kamu melakukan program kehamilan karena aku sangat menginginkan bayi lahir dari rahim mu."


Sebastian mencium kening Maudy sebelum berangkat bekerja.


" Aku pergi dulu yaa sayaaaaang."


Melihat Sebastian pergi, Maudy pun Ikut pergi juga dia keluar dari kamar nya dan Maudy kelihatan sangat lemas dan tidak bertenaga sekali.


Maudy masuk ke dalam mobil dia langsung mengendarai mobil nya.


" Maudy persiapkan diri mu yaa, jangan sampai kamu emosional di dalam kantor tersebut."


Maudy memilih untuk memakai kacamata hitam dia tidak mau orang-orang menatap mata nya.


Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya Maudy pun sampai di kantor tersebut.

__ADS_1


Maudy mengatur nafas nya dulu dan setelah itu dia masuk ke dalam kantor.


Maudy langsung mengetuk pintu ruangan Lollyta.


" Masuklah."


Maudy pun masuk dia tidak membuka kacamata hitam nya.


" Silahkan duduk Maudy."


Maudy pun langsung pada intinya.


" Bu Lollyta saya memilih untuk mengakhiri kontrak kerja saya, saya tidak akan lagi menjadi brand ambassador produk kecantikan ibu lagi."


Maudy mengeluarkan uang yang ada di dalam tas nya.


" Ini uang dan permisi pergi, terimakasih banyak sudah mau memberikan kepercayaan untuk saya menjadi brand ambassador produk kecantikan ibu."


Maudy langsung pergi begitu saja dan Lollyta hanya bisa tersenyum.


" Apakah dia merasa malu, tapi kenapa Maudy tidak despresi kembali yaa. Seharusnya dia despresi untuk ke tiga kalinya, karena menurut aku ini sangat berat sekali permasalahan nya."


Maudy keluar dari ruangan Lollyta dan para pegawai langsung melihat Maudy.


" Bagaimana yaa perasaan dia akhirnya mengetahui jika Zivanna Lollyta itu adalah putri pemilik produk kecantikan ini."


Maudy hanya bisa diam karena sekarang dia mengetahui jika dirinya salah, Maudy berjalan cepat menuju ke mobil nya.


Dia benar-benar merasa sangat emosional sekali mendengar perkataan para pegawai yang ada di sana.


Maudy berteriak kencang di dalam mobil nya dia melampiaskan kekesalannya.


" Aku benci Zivanna, dia harus mendapatkan balasan dendam ku ini. Lihat saja Zivanna, pernikahan mu tidak akan bertahan lama dengan Samuel, Bianca akan membenci Zivanna dan dia pasti akan meminta Samuel untuk meninggalkan Zivanna."


Maudy menyalakan mesin mobil nya dia sekarang merasa senang karena Biang yang sudah mau mengobrol dengan nya.


" Bianca yang sudah mempunyai nomber tiga ku, semoga saja Bianca mau menghubungi ku secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun. Sehingga aku bisa mengetahui nomber handphone Bianca, dan mempermudah untuk aku bisa berkomunikasi dengan Bianca."


Maudy memilih untuk tidak langsung pulang ke rumah nya, Maudy memilih untuk menenangkan pikiran dan perasaan dia pergi ke sebuah Cafe.

__ADS_1


Maudy tidak mau jika dia yang terlalu memikirkan kehidupan nya yang sekarang.


Maudy masuk ke dalam cafe tersebut.


" Sekarang tugas ku menghabiskannya uang suamiku yang banyak sekali, aku yang lebih santai sejenak."


Ketika Maudy sedang memesan minuman dia melihat Felix yang sedang mengobrol dengan wanita cantik.


" Felix, tapi sepertinya itu wanita cantik yang kemarin yaa. Ini wanita nya sepertinya berbeda, hmmmm Felix yang sangat tampan dan kaya raya bisa mendapatkan wanita yang dia inginkan."


Maudy ingin sekali menghampiri Felix tapi tidak mungkin bisa karena Felix yang sedang bersama dengan wanita muda.


Maudy berharap Felix yang bisa melihat nya.


Tapi ternyata Felix yang begitu sangat fokus mengobrol.


Minuman Maudy yang sudah sampai tapi Maudy yang lebih menginginkan mengobrol dengan Felix.


" Aku dan Felix bisa bekerja sama, Felix yang mendapatkan Zivanna dan aku yang mendapatkan Samuel. Dan aku melihat jika Felix itu sangat berani sekali orang nya, dia bisa melawan apapun walaupun dengan jalan yang jahat."


Felix pun akhirnya melihat Maudy.


" Bukan kah itu mantan istri Samuel yang despresi, dia yang bilang kepada ku juga Zivanna adalah wanita simpanan Om Richard."


Felix meninggalkan wanita nya dia menghampiri Maudy.


Kedatangan Felix membuat Maudy begitu sangat terkejut sekali.


" Felix Felio, bukan kah kamu yang menginginkan Zivanna dan aku yang menginginkan Samuel kembali kepada ku."


Felix tertawa mendengar perkataan Maudy dan dia semakin yakin jika Maudy memang sedang despresi.


" Bukan kah kamu sudah mempunyai suami,? apakah kamu ingin mempunyai dua suami sekaligus. Oh Tuhan, kamu sangat serakah sekali."


Felix merasa hanya membuang-buang waktu saja jika dia bicara dengan Maudy.


Felix pun memilih kembali ke tempat duduk nya.


" Kenapa dia langsung pergi begitu saja, padahal aku ingin mengajak nya untuk bekerja sama dengan nya."

__ADS_1


Felix memilih untuk pergi dari cafe tersebut karena ada Maudy di sana.


__ADS_2