
Setelah lama bersembunyi di sekitar sekolah, Bianca pun memberanikan diri untuk mencari taksi.
"Aku harus mencari taksi, dan bilang ke supir taksi itu untuk mengantarkan aku di kantor Tante cantik."
Akhirnya setelah menunggu beberapa menit taksi pun datang, dan Bianca masuk.
"Ya ampun adik manis malam-malam naik taksi sendirian, Mama nya mana sayang."
Supir taksi merasa aneh melihat nya.
"Pak supir pokoknya antarkan saya ke kantor Lollyta Kosmetik di situ ada Mama saya."
Karena merasa kasihan supir taksi pun langsung mengantarkan Bianca ke kantor Lollyta.
"Semoga saja Tante cantik belum pulang dari kantor nya."
Di perjalanan Bianca mengingat kembali kejadian tersebut, dia merasa kesal dengan Mama nya dia juga kesal dengan Omah yang tidak ada.
"Aku mau tinggal bersama dengan Suster Zivanna saja, Omah tidak bisa mengurus ku. Dia pergi tidak mau menunggu ku sampai pulang."
Bianca pun akhirnya sampai dan dia memberikan uang jajannya kepada supir taksi.
__ADS_1
"Kamu masih kecil tapi uangnya banyak, ini kembalian nya yaa. Kamu hati-hati yaa sayang, jangan pergi malam-malam lagi."
Supir taksi itu begitu sangat perhatian sekali dengan Bianca. Dan beruntung Bianca yang selalu membawa uang jajan setiap hari dengan jumlah yang cukup besar untuk ukuran anak TK.
Bianca berjalan cepat dia menghampiri satpam.
"Pak saya ingin bertemu dengan Tante Lollyta pemilik kosmetik yang terkenal."
Satpam begitu sangat terkejut sekali melihat anak TK yang masih berseragam malam-malam turun dari taksi.
"Ayo sayang ikut bersama Pak Satpam."
Beruntung nya Lollyta yang kembali datang ke kantor karena Maudy tidak hadir.
"Bu, maaf menggangu ada anak TK yang mau bertemu dengan Ibu."
Lollyta pun sampai terkejut dia melihat jam yang hampir jam 9 malam.
"Bawa dia masuk ke ruangan saya."
Lollyta merasa sangat binggung sekali siapa yang di maksud anak TK tersebut.
__ADS_1
Dan ternyata dia adalah Bianca, Bianca berlari sambil menangis memeluk Lollyta.
"Astaga Bianca sayaaaaang, kamu kenapa bisa ada di sini Nak?. Apakah kamu bersama dengan Suster Zivanna?, kamu kenapa menangis seperti ini."
Tangisan Bianca semakin kencang dan membuat Lollyta semakin kebingungan.
"Sayaaaaang, tenang yaa dan mulai bercerita pelan-pelan dengan Tante yaa. Jangan berbicara sambil menagis yaa Tante tidak mengerti sayaaaaang, yaa coba yaa."
Lollyta mencoba untuk menenangkan dulu perasaan Bianca sampai dia bisa cerita kepada nya.
"Jadi ketika aku pulang sekolah tidak ada Omah yang menuggu ku tapi adanya Mama aku, dan aku tidak mau bersama dengan dia langsung aku berlari dan bersembunyi di sekitar sekolah. Setelah malam aku mencari taksi dan aku bilang ke supir taksi itu, tolong antarkan aku ke kantor Tante aku, kantor Lollyta Kosmetik."
Lollyta pun akhirnya mengetahui kenapa Maudy sampai tidak hadir di pemotretan nya sore ini ternyata karena hal ini.
"Kamu punya uang dari mana sayang untuk membayar taksi?."
Bianca mengeluarkan uang sisa nya kepada Lollyta.
"Suster Zivanna selalu memasukkan aku uang 300 ribu di saku celana ku, dia bilang uang jaga-jaga jika sampai Mama ingin menculik aku. Aku bisa kabur dan naik taksi untuk pulang dengan menggunakan uang ini."
Beruntung sekali Zivanna sampai punya pemikiran seperti itu dan menjelaskan kepada Bianca.
__ADS_1