I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 367


__ADS_3

Suasana di kantor tanpa kehadiran Zivanna, lima karyawan yang membandingkan Zivanna dengan Irene mereka merasa sangat menyesal sekali.


Irene merasa jika dirinya bisa menyingkirkan Zivanna dengan sangat mudah sekali.


" Sebentar lagi aku akan menjadi brand ambassador produk skincare ini, dan aku merasa selamanya."


Irene merasa sudah menjadi seorang ratu, dia pun ingin sekali menempati ruangan milik Zivanna.


Handphone Irene berdering kencang ternyata itu adalah panggilan telephone dari Ibunya.


Irene dengan terpaksa dia menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Bu ada apa*


* Irene, lebih baik kamu kembali ke rumah. Daripada kamu harus bekerja seperti itu, kamu membuat perusahaan orang lain menjadi maju. Pulang ke rumah, ibu dan Ayah bisa membuat mu pabrik Skincare*


* Kenapa sekarang ibu menyuruh aku untuk pulang ke rumah, di saat aku hamil ibu mengusir ku sekarang setelah aku melahirkan anak ibu menyuruh ku untuk pulang*


* Irene, ibu minta maaf sayang. Ibu menyesal sekali dengan apa yang sudah ibu lakukan kepada mu. Sekarang ibu ingin menebus kesalahan mu, pulang yaa ibu ingin mengurus cucu ibu*


* Sekarang orang tua ku adalah Ibu Lollyta, dia begitu sangat baik sekali kepada ku. Dia sudah memperlakukan aku seperti anak kandung nya, aku merasa lebih nyaman bersama dengan Ibu Lollyta*


Irene mengakhiri panggilan telephone nya, dia ingin bertemu dengan Ibu Lollyta.


Di saat Irene hendak keluar dari ruangan nya, dia melihat ada pesan masuk.


" Nomber yang tidak ada namanya."


Karena merasa penasaran Irene pun langsung membuka pesan tersebut.


* Irene, aku sudah melihat wajah anak kita di media sosial dia ternyata sangat tampan sekali*


Karena merasa sangat emosional sekali Irene memilih untuk langsung menephone Felix.


* Hallo Felix, apa maksud mu dengan berkata anak kita. Feerell itu anak ku, dia tidak mempunyai Ayah*


* Irene aku sungguh meminta maaf kepada mu, aku sangat meminta maaf dan berterimakasih kamu sudah mau berjuang untuk melahirkan anak itu*


* Meminta maaf dan berterimakasih, apakah kamu masih ingat jika kamu meminta aku untuk menggugurkan anak ini dengan penuh emosional kamu pun sampai mendorong ku ketika aku ingin mempertahankan nya*


* Aku minta maaf*


* Oh aku mengerti karena kamu sampai meminta maaf, karena anak ku ini lelaki yang bisa menjadi penerus perusahaan besar milik Papa mu yaa. Tidak ada aku biarkan, aku juga tidak akan pernah mengenalkan kamu apalagi keluarga ku kepada anak ku*


Irene mengakhiri panggilan telephone dia pun tidak kuasa menahan air mata nya, Lollyta yang memperhatikan Irene dia langsung memeluk Irene.


" Irene, kamu yang sabar yaa sayang kamu yang kuat yaa. Ibu yakin kamu akan menjadi wanita hebat yang kuat yaa, menjadi singel mother."


Irene menagis di pelukan Lollyta, dia merasa sangat nyaman sekali seperti dengan Ibu nya sendiri.


" Terimakasih ibu Lollyta yang sangat baik sekali, aku sebenarnya tidak pernah merasakan pelukan hangat seorang ibu. Karena Ayah dan Ibu sibuk dengan pekerjaan nya, aku kurang perhatian orang tua ku ketika di rumah."

__ADS_1


Mendengar cerita Irene, Lollyta pun akhirnya mengetahui penyebab Irene sampai melakukan pergaulan bebas karena tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya.


" Bu, aku sampai takut sekali keluarga Felix membawa pengacara untuk mengambil hak asuh Feerell, karena aku mengetahui keluarga Felix adalah keluarga pengusaha yang berkuasa."


Lollyta mencoba untuk menenangkan pikiran Irene.


" Itu tidak akan pernah terjadi yaa, kamu tenang saja Irene. Ibu akan selalu ada bersama dengan mu, kamu tidak sendirian."


Irene merasa dia semakin mendapatkan simpatik dari Ibu Lollyta.


" Oh iya Bu, sekarang kan Zivanna sedang cuti hamil kan. Boleh nggak aku pindah sementara di ruangan Zivanna, nanti jika Zivanna sudah ada lagi aku pindah."


Lollyta pun seketika dia langsung berpikir karena ruangan Zivanna yang luas dan juga nyaman.


" Karena aku berencana untuk membawa anak ku ke kantor, nanti dia bisa menunggu ku di ruangan bersama dengan Suster nya."


Lollyta pun akhirnya luluh dengan perkataan Irene.


" Yasudah, besok kamu sudah bisa pindahkan ya ke ruangan Zivanna. Sekarang ibu ingin menyuruh petugas kebersihan untuk memindahkan barang-barang milik Zivanna yaa, sekarang kamu kembali dulu ke ruangan kamu yaa."


Lollyta pergi untuk memangil petugas kebersihan, Irene merasa sangat senang sekali akhirnya apa yang dia inginkan dengan cepat dia dapatkan.


" Irene, sebentar lagi kamu pasti akan menjadi brand ambassador produk skincare ini."


Irene masuk ke dalam ruangan dia begitu sangat senang sekali.


Ketika Lollyta meminta petugas kebersihan untuk memindahkan barang-barang milik Zivanna dan menganti dengan barang-barang yang baru untuk Irene.


" Aku tidak mengerti yaa, Irene itu dia terlahir dari keluarga orang kaya kan tapi kenapa dia banyak sekali mendapatkan pasilitas dari ibu Lollyta. Apartemen, mobil dan sekarang dia sampai mau ruangan Nona Zivanna."


Para karyawan merasa tidak setuju jika Irene menjadi brand ambassador Beauty Skincare.


" Aku tidak setuju jika Irene itu jadi brand ambassador produk Beauty Skincare, tetap yang terbaik adalah Nona Zivanna."


Para karyawan menjadi tidak suka dengan Irene bahkan ada yang sampai berani mengirimkan pesan kepada Zivanna.


* Nona Zivanna, besok datang ya ke kantor. Irene itu meminum pindah ke ruangan Nona Zivanna dia semakin banyak tingkah nya*


Zivanna yang sedang berada di kantor dia sedikit emosi ketika membaca pesan dari salah satu karyawan.


" Irene, dia ingin apa sih sebenarnya sudah di berikan kebaikan tapi dia meminta lebih."


Zivanna berencana untuk datang ke kantor nya besok pagi.


Zivanna keluar dari kamar nya dia melihat Samuel yang sedang mengobrol dengan Mama nya.


Zivanna ikut duduk di samping suaminya.


" Besok siang setelah Bianca pulang sekolah kita pergi ke tempat wahana bermain yaa, kita merayakan hari ulang tahun Bianca."


Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


" Tapi nanti pagi aku mau ke kantor yaa, aku ingin bertemu dengan ibu."


Samuel melihat ekspresi wajah Zivanna yang sedih.


" Kenapa dengan ibu, kamu bukan kah sudah mengundurkan diri dari kantor."


Zivanna mencoba untuk tetap tegar.


" Aku berniat untuk tidak lagi menjadi brand ambassador produk skincare milik Ibu, jar aku merasa ibu akan lebih memilih Irene."


Samuel merasa ada yang tidak biasa dengan Irene.


" Apakah maksud kamu Irene menjadi tidak tahu diri,? dia ingin menguasai semuanya."


Zivanna hanya hanya bisa tersenyum saja.


" Zivanna, kamu adalah anak pemilik perusahaan kosmetik tersebut. Kamu berkuasa Zivanna, kamu bisa saja menghentikan Irene untuk bekerja di sana."


Samuel merasa kasihan kepada istrinya.


" Irene berdampak positif terhadap perusahaan Ibu, aku akui dia membuat produk skincare ibu laku keras di pasaran melebihi aku. Jadi sekarang aku hanya bisa diam saja, karena aku tidak mungkin membuat perusahaan milik ibu ku bangkrut."


Zivanna memegang tangan Samuel dia seperti meminta Samuel untuk bisa menguatkan nya.


" Zivanna, kamu itu cantik tidak hanya menjadi seorang model pun kamu adalah seorang perawat. Kamu bisa dengan mudah bekerja di mana saja, tapi untuk sekarang kamu pasti akan lebih fokus pada kelahiran anak pertama mu."


Sesilia akan selalu mendukung Zivanna.


Di saat Zivanna yang sedang sedih, Irene merasa sangat bahagia dia bahkan berada di ruangan Zivanna.


Irene tidak mau ada tersisa satu pun barang milik Zivanna.


" Maaf yaa mbak Irene, bukan kah mbak ini hanya sementara yaa bekerja di ruangan Nona Zivanna. Tapi kenapa Mbak Irene ini, seperti akan berada di ruangan ini selamnya."


Petugas kebersihan merasa sangat kesal sekali dengan sikap Irene.


" Kata siapa aku hanya sementara diam di ruangan ini,? kamu pikir posisi ku di sini hanya untuk menggantikan Zivanna yang sedang hamil dan melahirkan. Maaf yaa, aku Irene akan selamanya bekerja di sini. Dan mungkin saja secepatnya, aku akan menjadi brand ambassador produk skincare milik ibu Lollyta."


Perkataan Irene semakin membuat para petugas kebersihan semakin benci kepada Irene.


Lollyta masuk ke dalam ruangan tersebut, Irene pun langsung menghampiri nya.


" Tolong di bersihkan secara benar-benar yaa, karena Irene akan membawa bayi nya ke ruangan ini."


Irene bersikap seperti seorang anak kepada ibu nya.


" Terimakasih banyak yaa Bu Lollyta, sangat baik sekali kepada aku juga sangat perhatian sekali dengan anak ku."


Irene memeluk erat tubuh Lollyta.


" Kamu tidak perlu banyak berterima kasih kepada ibu, karena kamu sekarang membuat produk skincare ini menjadi lebih laris dari sebelumnya seharusnya ibu yang berterima kasih kepada kamu."

__ADS_1


Irene merasa sangat bahagia sekali dia akhirnya bisa membuat Ibu Lollyta fokus pada nya dan melupakan Zivanna.


__ADS_2