I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #304#


__ADS_3

Zivanna memikirkan bagaimana dengan nasibnya ke depan, apakah dia akan lebih memilih untuk tinggal di Apartemen.


" Seperti aku akan tinggal di Apartemen saja, sekarang aku fokus pada kehamilan ku saja. Aku tidak mau mendekati orang - orang yang membuat ku emosional semua aku lakukan demi kesehatan aku dan bayi dalam kandungan ku."


Zivanna yang belum memberitahu jika dirinya yang sedang hamil kepada suaminya.


" Jika malam ini suami ku pulang ke Apartemen, maka aku akan memberitahu tentang kehamilan ku ini. Jika dia tidak pulang yasudahlah memang dia tidak peduli dengan ku lagi."


Zivanna menghabiskan makanan yang ada di hadapannya ketika Zivanna akan pergi si belakang nya ada Ibu nya.


Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika melihat wajah Ibu nya.


" Kenapa kamu melihat wajah ibu seperti melihat wajah monster saja, kamu masih marah kepada ibu."


Zivanna terdiam dan dia kembali untuk duduk.


Lollyta melihat Zivanna yang sudah makan banyak membuat nya merasa tidak hawatir dengan Zivanna yang masih menjaga kesehatan nya."


Lollyta duduk bersama dengan Zivanna.


" Ibu minta ya, jika ibu yang membuat kamu seperti ini. Ibu melakukan ini semua karena ibu ingin sekali kamu dan Bianca berdamai seperti dulu lagi, ibu ingin kamu bisa baik dengan Zivanna."


Lollyta memegang tangan Zivanna.


" Aku sudah hilang rasa dengan anak itu, aku sudah tidak mau menatap wajah nya lagi. Jadi percuma jika ibu datang ke sini hanya untuk menyuruh aku untuk baik kepada Bianca, aku tidak akan pernah baik dengan nya."


Zivanna mencoba untuk pergi tapi Lollyta memegang tangan nya.


" Sekarang kamu tinggal di mana,? cari Apartemen yang baru yang dekat dengan kantor suami mu. Jangan di sini kamu akan sering bertemu dengan Felix, itu akan membuat suami mu menjadi cemburu terhadap mu Zivanna."


Zivanna merasa apa yang di katakan oleh Ibu nya itu benar adanya.


" Baiklah, aku akan meminta suami ku untuk mencarikan Apartemen. Tapi untuk sekarang, aku akan tetap tinggal di sini."


Lollyta baru menyadari jika sore ini Bianca pulang dari Rumah Sakit.


" Sore ini Bianca pulang dari Rumah Sakit, dan seperti nya Samuel yang akan menuggu Bianca pulang. Samuel mungkin tidak akan pulang ke Apartemen, lebih baik kamu menginap di rumah saja."


Zivanna menggelengkan kepalanya.


" Coba kita lihat dia lebih memilih untuk pulang kepada istrinya, atau lebih berpihak pada Bianca kembali. Samuel juga sudah mengetahui jika Felix ada di Apartemen ini, jika Samuel tidak peduli dengan ku yaa dia tidak akan pulang ke Apartemen."


Zivanna pergi meninggalkan ibunya.


" Kenapa pernikahan Zivanna harus seperti ini yaa, Samuel berada di posisi yang serba salah."


Lollyta mengeluarkan handphone nya, dia tidak mau Samuel sampai mengecewakan Zivanna dan Bianca.


* Samuel, kamu pulang ke Apartemen di saat Bianca yang sudah tidur yaa. Kamu harus bisa adil dengan istri dan anak mu, jangan sampai mereka merasa kecewa dengan mu*

__ADS_1


Lollyta harus bisa menjadi penengah di hubungan Zivanna dan Samuel.


" Aku tidak mau Zivanna dan Samuel sampai harus berpisah, di saat Zivanna yang sekarang sedang hamil muda."


Lollyta harus membatalkan rencana pemotretan dan kegiatan - kegiatan Zivanna di kantor nya.


Lollyta tidak mungkin mengantikan posisi Zivanna dengan model yang lain.


Lollyta langsung pergi ke dalam mobil nya, dia harus kembali ke kantor nya.


Sedangkan Zivanna dia berada di dalam mobil nya, Zivanna yang juga memikirkan pekerjaan.


" Aku harus profesional dengan pekerjaan ku, kasihan ibu yang harus menunda pekerjaan ku dan ibu pasti akan mendapatkan banyak kerugian."


Zivanna memilih untuk pergi ke kantor ibu nya, dia harus menyelesaikan pekerjaan nya.


Di saat Zivanna yang berniat untuk fokus pada pekerjaan nya.


Samuel membaca pesan dari Lollyta.


" Benar sekali aku sekarang harus bisa bersikap adil, aku harus bisa menjaga perasaan Bianca dan Zivanna. Karena mereka berdua adalah wanita yang aku sayangi, baiklah Samuel kamu pasti bisa melakukan nya."


Samuel melihat jam dia memilih untuk pergi ke Rumah Sakit untuk menjemput Bianca.


Sesilia juga ikut dengan Samuel, dia tidak mau Bianca yang merasa sedih ketika Papa dan Omah nya tidak hadir.


" Samuel bagaimana dengan Zivanna,? Apakah dia baik-baik saja."


" Zivanna memilih untuk tinggal di Apartemen, dia seperti mulai merasa lelah dengan perkataan Bianca."


Sesilia terdiam karena Zivanna pasti merasa sangat sakit hati sekali dengan sikap dan perkataan Bianca yang semakin hari semakin mirip dengan Maudy.


" Yasudah Samuel, kamu pergi saja ke Apartemen. Biarkan Mama yang bersama dengan Bianca, Mama akan mencoba untuk bicara dengan Bianca."


Samuel mengabaikan perkataan Mama nya dia memilih untuk masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.


" Bagaimana ini, jika Samuel selalu mengabaikan Zivanna. Zivanna pasti akan merasa sangat kesal sekali dengan Samuel, hmmmm Maudy kamu berhasil membuat pernikahan Samuel dan Zivanna seperti ini."


Sesilia pun masuk ke dalam mobil nya untuk pergi ke Rumah Sakit.


Suasana di Rumah Sakit, Bianca dan Suster Vina sudah menunggu kedatangan Samuel dan Sesilia.


" Papa sama Omah kemana yaa, kenapa mereka belum juga datang yaa."


Bianca mulai cemberut dan dia memikirkan hal yang negatif terhadap Papa nya.


" Seperti nya Papa di larang pergi oleh Mommy Zivanna, Mommy Zivanna memang jahat dia selalu saja ingin memisahkan aku dan Papa."


Tanpa sepengetahuan Bianca dan Suster Vina, Zivanna ada di belakang mereka berdua.

__ADS_1


Zivanna yang lebih memilih untuk membelokkan mobilnya ke arah Rumah Sakit dia menunda untuk pergi ke kantor Ibu nya karena sudah sangat sore.


" Kenapa kamu selama saja berpikir negatif terhadap ku,? Lihat aku sekarang ada di belakang mu. Aku tidak bersama dengan Papa loh, aku ada di belakang mu lihat aku dengan baik."


Suster Vina pun langsung memegang tangan Zivanna.


" Sabar yaa Zivanna, kamu jangan sampai emosional."


Bianca menundukan kepalanya dia merasa sangat malu sekali ketika dia berbicara tentang Mommy Zivanna.


" Aku harus sabar bagaimana lagi Vina, aku kesal pun aku tetap datang untuk bertemu dengan nya. Tapi kenapa perkataan nya itu seperti Mama nya sekali yaa, langsung menusuk ke dalam hati."


Bianca hanya bisa terdiam saja dia tidak mau meminta maaf kepada Mommy Zivanna.


" Bianca sayang kamu minta maaf yaa, jangan seperti itu dengan Mommy Zivanna."


Suster Vina mencoba untuk membujuk Bianca untuk bisa meminta maaf tapi Bianca tidak mau.


" Aku tidak mau meminta maaf kepada Mommy Zivanna, karena Mommy Zivanna itu jahat kepada ku. Dia hanya ingin bersama dengan Papa saja, dia tidak mau di ganggu oleh aku. Aku lebih menginginkan Papa bisa bersama dengan Mama Maudy lagi, bukan dengan dia."


Samuel langsung berlari menghampiri Bianca di saat mengatakan hal tersebut di hadapan Zivanna.


" Bianca, Papa tidak suka yaa kamu seperti ini, kamu tidak menghormati Mommy mu. Papa tidak akan pernah bersama dengan Mama lagi, apakah kamu tidak ingat jika Mama meninggalkan mu dari bayi dia tidak menginginkan kehadiran mu."


Zivanna merasa keram di bagian perut nya.


" Ahhhhhh, perut ku sakit sekali."


Suster Vina merasa sangat hawatir sekali dengan kondisi Zivanna.


" Suster tolonglah Zivanna sedang hamil muda, dia merasa sakit di bagian perut nya."


Samuel dan Bianca langsung terkejut mendengar Zivanna yang sedang hamil muda.


Suster Vina memilih untuk meninggalkan Bianca dia lebih memilih bersama dengan Zivanna.


" Zivanna sedang hamil muda, kenapa Zivanna tidak memberitahu aku sebelumnya."


Samuel merasa sangat bersalah sekali dia pun langsung menghampiri Zivanna dan meninggalkan Bianca.


" Jangan lagi berpikiran negatif terhadap Mommy Zivanna, lihat dia sedang hamil muda. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan nya, kamu benar-benar membuat Omah dan Papa merasa kesal."


Sesilia pun langsung membawa Bianca pulang karena tidak ada lagi yang mengantar Bianca.


" Jika Omah marah-marah terus sama aku, aku ingin pergi saja bersama dengan Mama Maudy."


Sesilia yang sudah merasa sangat kesal dia pun langsung memberikan pelayanan nya kepada Bianca.


" Silahkan telephone Mama mu itu, Omah sudah pusing sekali dengan sikap mu."

__ADS_1


Bianca yang sudah hafal nomber handphone Mama nya, dia langsung menghubungi nya.


Tapi ternyata nomber handphone Maudy yang tidak aktif dan Bianca pun memberanikan kembali handphone Omah nya.


__ADS_2