I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #256#


__ADS_3

Keesokan harinya Zivanna terbangun dari tidurnya dan dia melihat suaminya sudah tidak ada di samping nya.


Zivanna pun langsung terkejut dan mencari suaminya.


" Kemana suamiku, kenapa dia nggak ada yaa."


Zivanna melihat jam di handphone nya dan ternyata sudah jam 10 siang.


" Astaga sudah jam 10 siang, dan aku baru bangun tidur."


Zivanna pun merasa pergi ke kamar mandi dia tidak mungkin bertemu dengan suaminya dalam keadaan seperti seperti ini.


Samuel ternyata sedang dari luar untuk membelikan sarapan untuk Zivanna, dia tidak tega membangunkannya Zivanna.


" Loh Zivanna di mana,? kenapa dia tidak ada di tempat tidur yaa."


Samuel menyimpan makanan nya, dan dia membereskan tempat tidur yang berantakan.


Zivanna selesai mandi dan dia mendengar suara Samuel.


" Hari pertama aku menjadi seorang istri gagal, aku kesiangan di saat suamiku sudah bangun dan pergi mencari sarapan pagi sendiri."


Zivanna merasa sangat malu sekali untuk keluar dari kamar mandi, tapi Samuel mengetuk pintu kamar tersebut sehingga membuat Zivanna dengan terpaksa membuka pintu kamar mandi tersebut.


Zivanna menundukan kepalanya dia tidak berani membuka mata nya.


" Kamu kenapa Zivanna,? seperti nya kamu kelihatan sedih."


Zivanna pun keluar dari kamar mandi.


" Iyaa aku sedih sekali, baru hari pertama saja aku sudah kesiangan. Aku bukan istri yang baik sedangkan suami ku sudah bangun, dan aku masih tidur."


Samuel menarik tangan Zivanna agar duduk bersama dengan nya di sofa.


" Aku mengerti karena kamu dalam kondisi capek, sudah jangan berpikiran sedih yaa. Sekarang lebih baik kamu makan yaa, aku sudah membelikan sarapan untuk kamu."


Zivanna melirikan mata nya ke tempat tidur yang sudah rapih sekali, dan itu semakin membuat Zivanna malu.


" Kamu juga yaa yang membereskan tempat tidur nya."


Samuel membukakan makanan yang dia belikan.


" Sudah yaa jangan banyak bicara, sekarang lebih baik kamu makan saja yaa."

__ADS_1


Samuel mengambilkan minuman untuk Zivanna.


" Baiklah sekali yaa, aku merasa berdosa dan terharu juga."


Zivanna pun menikmati makanan yang di belikan oleh Samuel, walaupun dalam kondisi rambut basah yang belum di sisir dan wajah yang masih polos.


Samuel duduk di samping Zivanna dia merasa sangat merindukan Bianca.


Samuel mencoba untuk menghubungi Bianca, dan seperti nya sudah pulang sekolah.


* Hallo Papa*


* Hallo Bianca sayang*


* Papa kenapa baru menghubungi aku, aku kangen Papa loh*


* Iya maafkan Papa yaa sayang, Papa baru bisa telephone Bianca*


* Iya Papa aku maafkan*


* Kamu sekarang sudah di mana sayang, kamu sudah pulang sekolah*


* Aku sedang di mobil Papa, sebenar lagi aku sampai rumah*


Samuel mengakhiri panggilan telephone dan Zivanna yang sedang makan pun dia langsung terdiam.


Bianca tidak menanyakan tentang dirinya di pembicaraan mereka berdua.


Tapi Zivanna hanya bisa terdiam saja dia tidak mau mempermasalahkan hal tersebut.


" Aku sudahi selesai makan nya, terimakasih banyak yaa."


Zivanna membawa bekas piring nya ke dapur dan Samuel terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


Melihat suaminya yang melamun membuat Zivanna langsung menghampiri nya.


" Kamu kenapa,? kamu kangen Bianca."


Samuel menggelengkan kepalanya dia tidak mau membuat Zivanna kecewa karena mereka yang masih mempunyai waktu di hotel satu hari lagi.


" Tidak, aku hanya masih tidak percaya jika kita berdua sekarang sudah menikah."


Samuel memegang tangan Zivanna tapi Zivanna yang tidak bisa di bohongin.

__ADS_1


" Jika kamu ingin pulang, yasudah kita pulang saja besok. Aku tidak apa-apa kok, karena aku mengerti berada di posisi kamu seperti apa, sudah yaa jangan melamun seperti itu lagi."


Zivanna berjalan menuju ke jendela hotel nya, dia melihat pemandangan yang indah.


Zivanna pun tersenyum dan dia membuka jendela tersebut.


" Aku sangat suka sekali udara seperti ini, ini sangat menyegarkan sekali."


Samuel pun memeluk erat Zivanna dari belakang.


" Bagaimana jika kita berdua melanjutkan yang semalam kita lakukan, itu sudah tertunda."


Zivanna membalikkan badannya dia pun tersenyum manis kepada Samuel.


" Ini masih siang loh, apa kamu yakin akan melakukan nya sekarang."


Merasa tertantang dengan perkataan Zivanna, Samuel pun langsung mengendong Zivanna ke atas tempat tidur.


Samuel membaringkan tubuh Zivanna.


" Rambut panjang ku yang masih basah dan belum aku sisir, seperti nya akan basah kembali."


Samuel menutup mata Zivanna dan dia pun mencium bibir mungil Zivanna, sensasi yang sangat luar biasa sekali.


Samuel melakukan dengan penuh nafsu, dan Zivanna pun mulai terbawa.


Samuel membuka kancing baju kemeja nya, Zivanna akhirnya bisa melihat jelas badan yang kekar dan berotot.


Tidak mau menunggu lama, Samuel pun langsung memasukkan secara perlahan dan membuat Zivanna sampai menggigit bibir bawahnya.


" Hmmmmm."


Suara Zivanna yang menahan rasa sakit.


Samuel melakukan secara perlahan dan akhirnya, Samuel bisa mendapatkan mahkota Zivanna.


Mata Zivanna berkaca-kaca ketika Samuel yang berhasil mengambil mahkota nya.


Samuel memulai permainan nya, sedangkan Zivanna yang hanya bisa mengikuti nya saja.


Wajah mereka berdua sampai berkeringat dan Zivanna pun hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


" Buka kah Ibu mu ingin cepat mendapatkan cucu yang cantik-cantik, sekarang waktunya untuk kita membuat nya."

__ADS_1


Zivanna tersenyum tipis tapi seperti tidak kuasa berbicara, Zivanna begitu sangat menikmati apa yang di lakukan oleh suaminya.


__ADS_2