
Keesokan harinya Bianca terbangun dari tidurnya dia melihat Papa nya yang masih memeluk erat dirinya.
" Papa belum bangun nanti dia telat loh, Papa bangun Pap. Ini sudah siang loh Papa nanti Papa terlambat ke kantor nya Pap, ayo bangun."
Bianca terus saja menepuk pipi Papa nya, sampai akhirnya Samuel pun terbangun dari tidurnya.
" Iya sayang Papa bangun."
Samuel pun langsung pergi dari kamar Bianca dan ketika dia membuka pintu kamar, Suster Vina berada di depan pintu kamar nya.
" Astaga Suster Vina buat aku kaget saja."
Suster Vina pun langsung masuk ke dalam kamar dan dia membereskan tempat tidur Bianca di saat Bianca yang sedang mandi.
Suster Vina juga menyiapkan buku pelajaran untuk Bianca ke sekolah.
" Bianca pasti merasa sangat kehilangan Zivanna karena aku pun sama sangat merindukan Zivanna, tapi sekarang Zivanna yang sedang sibuk dengan pekerjaan di Rumah Sakit."
Bianca selesai mandi dan dia pun langsung memakai seragam sekolah nya.
" Suster Vina, semalam Papa bilang jika Mommy Zivanna itu dia sangat sibuk sekali menjadi Suster di Rumah Sakit."
Suster Vina pun tersenyum dia ingin membuat Bianca merasa tidak sedih.
__ADS_1
" Iya sayang Mommy Zivanna dia memang sangat sibuk sekali, tapi jika nanti sudah menikah dengan Papa dia akan selalu bersama dengan Bianca setiap hari."
Bianca Lampung memeluk Suster Vina.
" Kenapa sangat lama sekali yaa, Papa dan Mommy Zivanna bisa bersama. Aku sangat sedih sekali loh jika Mommy Zivanna sampai tidak bisa bersama dengan Papa, aku tidak mau bersama dengan Mama Maudy."
Suster Vina melepaskan pelukan erat Bianca dia juga mengusap air mata nya Bianca.
" Jangan sedih yaa sayang, Suster Vina yakin jika Mommy Zivanna dan Papa Samuel akan selalu bersama yaa."
Bianca menganggukkan kepalanya dan akhirnya mereka berdua pun keluar dari kamar nya.
Bianca berjalan menuju ke meja makan dia melihat Papa dan Omah nya sudah berada di sana.
Samuel mengetahui apa yang membuat Bianca sedih seperti itu.
" Nanti jika Mommy Zivanna libur kerja nya, Papa pasti akan membawa Bianca ke Apartemen Mommy Zivanna yaa sekarang Bianca jangan sedih yaa sayang."
Bianca menganggukkan kepalanya dan Suster Vina menyuapi makan untuk Bianca.
" Makan yang banyak yaa sayang."
Samuel merasa jika dia harus bertemu dengan Dokter Richard secepatnya dia ingin serius dengan Zivanna melihat Bianca yang tidak bisa jauh dengan Zivanna.
__ADS_1
Samuel memilih untuk tidak menyelesaikan sarapan pagi nya.
" Bianca, Papa pergi dulu yaaa sayang."
Samuel mencium kening Bianca dan bersalaman dengan Mama nya.
Sesilia memilih masih jam 7 pagi Samuel akan pergi ke mana.
" Aku juga sudah makan nya Omah, aku mau berangkat ke sekolah yaa."
Bianca dan Samuel memilih untuk pergi begitu saja.
" Sebenarnya Samuel itu dia mau pergi ke mana yaa, apakah dia akan bertemu dengan Zivanna atau dia akan bertemu dengan Dokter Richard."
Sesilia merasa sangat hawatir jika Samuel bertemu dengan Dokter Richard.
" Aku hawatir Samuel emosional di depan Dokter Richard, karena kata-kata pasti sangat menyakiti sekali."
Karena merasa tidak ada yang menamai akhirnya Sesilia pun memilih untuk pergi juga walau dia melihat jam yang masih pukul 7 pagi.
Sesilia masuk ke dalam mobil, dia menyalakan mesin mobil nya.
Karena merasa sangat menghawatirkan Samuel, Sesilia memilih untuk mengikuti Samuel di Rumah Sakit Permata.
__ADS_1