
Zivanna dan Samuel sampai di depan Rumah Sakit Permata, Zivanna seperti menjaga jarak dengan Samuel.
Samuel merasa Zivanna sudah terpengaruh perkataan Ayah nya, di saat mereka berdua masuk ke dalam Rumah Sakit.
Sebastian melihat mereka berdua dan dia pun langsung menghampiri mereka, kedatangan Sebastian membuat Zivanna sedikit mendekati suaminya.
" Kebetulan sekali bertemu dengan kalian berdua di sini, Zivanna kamu mau memeriksa kehamilan mu yaa."
Zivanna tersenyum manis kepada Sebastian.
" Bastian kamu masih di Rumah Sakit,? memang nya istri mu belum pulang yaa."
Sebastian ingin bercerita kembali dengan Samuel tapi dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Zivanna.
" Maudy sebenarnya sudah pulang dari rumah sakit, tapi dia kembali lagi masuk rumah sakit. Maudy sekarang sedang hamil, dia mengalami mual muntah dan sekarang sedang melakukan perawatan."
Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendengar Maudy yang sedang hamil.
" Maudy hamil,? Lalu bagaimana dengan Bianca? Apakah Bianca bersikap sama atau berbeda karena yang hamil ibu kandung nya sendiri."
Wajah Zivanna sudah kelihatan sangat emosional sekali.
" Aku belum tahu bagaimana reaksi Bianca, tapi menurut ku dia pasti bersikap sama."
Mendengar Maudy hamil, Samuel seketika langsung teringat dengan cerita Sebastian yang menceritakan Maudy mabuk sampai tidak sadarkan diri bersama dengan lelaki masuk ke Apartemen.
Samuel juga tidak melihat wajah bahagia Sebastian di saat mengatakan kehamilan pada Maudy.
" Bastian selamat yaa akhirnya kamu bisa menjadi seorang Ayah, seperti yang kamu inginkan. Sekarang Aku dan istri ku harus segera memeriksa kehamilan yaa, semoga kamu bahagia selalu."
Samuel dan Zivanna pergi meninggalkan Sebastian.
Zivanna pun langsung berkata sinis di hadapan suaminya.
" Pasti bahagia yaa, ibu kandung nya hamil. Jauh berbeda jadi Ibu tiri nya yang hamil, kadang hidup ini memang sangat tidak adil yaa."
Zivanna berjalan cepat menuju ke ruangan Dokter Specialis Kandungan, Samuel hanya bisa terdiam saja mendengar perkataan Zivanna.
Zivanna masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi wajah yang kesal.
" Kenapa Zivanna,? Ibu hamil harus selalu bahagia."
Zivanna hanya tersenyum tipis kepada Dokter El-Rivan.
Samuel pun masuk ke dalam ruangan, Dokter El-Rivan melihat ekspresi wajah pasangan suami-isteri ini yang seperti sudah bertengkar.
" Yasudah Zivanna, aku kita langsung melakukan pemeriksaan yaa."
__ADS_1
Zivanna membaringkan tubuhnya untuk melakukan USG kandungan.
" Semuanya normal yaa Zivanna, dan jenis kelamin pun sudah terlihat. Jenis kelamin bayi nya perempuan, bayi ini pasti akan sangat cantik sekali nanti nya yaa."
Zivanna dan Samuel mereka berdua merasa sangat senang sekali ketika mengetahui jenis kelamin bayi mereka perempuan.
" Tetap jaga kesehatan ya Zivanna, makan yang bergizi dan jangan lupa vitamin selalu di konsumsi yaa."
Zivanna tersenyum puas dia kelihatan sangat senang sekali.
" Terimakasih banyak Dokter El-Rivan."
Dokter El-Rivan menuliskan resep untuk Zivanna.
" Waktu tidak akan berlangsung lama, kamu akan menjadi seorang ibu. Aku merasa tidak menyangka sekali, aku yang mengetahui kamu sejak kecil dan sekarang kamu sudah akan menjadi seorang ibu."
Setelah mendapatkan resep obat nya, Zivanna dan Samuel pun keluar dari ruangan Dokter El-Rivan.
Zivanna berencana ingin memberi tahu kepada Ayah nya.
" Kamu kembali ke kantor saja yaa, aku ingin bertemu dengan Ayah. Aku ingin memberitahu Ayah, kamu tidak usah ikut yaa."
Zivanna memberikan resep kepada salah satu Suster yang ada.
" Tolong ambilkan obat untuk ku yaa, ini resep obat nya dan nanti berikan kepada ku di ruangan Dokter Richard."
Suster tersebut menganggukkan kepalanya, Zivanna pun langsung berjalan cepat menuju ke ruangan Ayah nya.
Samuel sebenarnya dia merasa sangat hawatir meninggalkan Zivanna, dia pun mengirimkan pesan kepada Ibu Lollyta.
* Ibu Lollyta saya ingin memberitahukan hasil pemeriksaan hari ini, Jenis kelamin bayi kita perempuan. Zivanna tidak mau langsung pulang, dia ingin bertemu dengan Ayah nya dan saya di suruh Zivanna untuk kembali ke kantor*
Lollyta yang sedang sibuk dia tidak mengetahui ada pesan masuk.
Setelah mengirimkan pesan Samuel dengan terpaksa dia harus pergi, karena jika dia tidak mengikuti apa yang di katakan oleh Zivanna. Zivanna pasti akan marah kepada nya, Samuel mengetahui Zivanna yang sekarang sangat sensitif perasaan nya.
Di saat Samuel berjalan keluar dari Rumah Sakit, Zivanna mengetuk pintu ruangan Ayah nya dia pun langsung masuk dan melihat Felix sedang bersama dengan Ayah nya.
" Zivanna, kamu semakin cantik saja yaa."
Felix tersenyum manis kepada Zivanna.
" Kamu sakit,? Kenapa bisa berada di ruangan Ayah."
Zivanna merasa Felix yang semakin dekat dengan Ayah nya.
" Aku tidak sakit, aku hanya ingin dekat kembali dengan Ayah mu."
__ADS_1
Zivanna mengabaikan kehadiran Felix.
" Ayah, hari ini aku sudah melakukan pemeriksaan. Dan Dokter El-Rivan bilang, jenis kelamin bayi ku adalah perempuan."
Dokter Richard merasa sangat senang sekali mendengar nya.
" Selamat yaa sayang, ternyata cucu pertama Ayah adalah pertama. Cucu Ayah pasti sangat cantik sekali seperti ibu nya, kamu harus menjaga kesehatan mu sampai waktu nya melahirkan nanti yaa."
Felix hanya bisa terdiam saja, dia berhayal ketika Zivanna sudah melahirkan nanti dia akan menjadi suaminya Zivanna.
Felix juga membayangkan Zivanna yang akan hamil anak nya juga.
" Tadi aku juga melihat ada Sebastian di sini, sekarang berada cerita nya. Maudy masuk Rumah Sakit bukan karena kecelakaan mobil nya tapi dia sekarang sedang hamil."
Felix seketika langsung terkejut ketika mendengar Maudy hamil.
" Apaa, Maudy hamil."
Teriak Felix yang tidak sadar karena sangat terkejut.
" Ya Maudy istri Sebastian Gunawan hamil, Felix kamu kenapa harus sampai kaget seperti itu yaa. Memang nya kamu kenal dengan Maudy,? Aku tidak pernah melihat kamu mengobrol atau bertemu dengan nya."
Wajah Felix seketika langsung panik.
" Hmmmmmm, yaa benar sekali yaa. Aku tidak mengenal nya kenapa aku harus kaget mendengar kabar kehamilan nya. Zivanna dan Om Richard, aku pergi dulu yaa kembali ke kantor."
Felix dengan cepat dia pun pergi dari ruangan Dokter Richard.
" Kenapa dengan Felix yaa, kenapa dia harus panik ketika mengetahui Maudy hamil."
Zivanna merasa sangat curiga terhadap Felix.
" Sudahlah Zivanna mungkin Felix seperti itu karena dia lupa di kantor nya sedang sibuk."
Dokter Richard selalu berpikiran positif terhadap Felix tapi Zivanna dia merasa ada sesuatu yang terjadi antara Felix dan Maudy.
" Zivanna kamu pergi ke Rumah Sakit sendirian?."
Dokter Richard mencoba untuk mengalihkan perhatian Zivanna kepada Felix.
" Tidak Ayah, aku pergi bersama dengan suamiku. Sebelum nya aku berencana untuk pergi bersama dengan Ibu, tapi ternyata ketika aku keluar kantor suamiku ada menunggu ku."
Dokter Richard melihat Zivanna yang seperti sedang sedih.
" Zivanna, Ayah menginginkan kamu untuk tidak saja di rumah sampai waktu nya melahirkan anak mu. Ayah menghindari mu bertemu dengan suami mu apalagi anak sambung mu karena Ayah tidak mau kamu menjadi emosional, itu tidak baik untuk kehidupan mu."
Zivanna menganggukkan kepalanya dia mengerti apa yang di katakan oleh Ayah nya.
__ADS_1
" Sekarang kamu fokus saja pada kehamilan mu yaa, jangan banyak pikiran."
Zivanna mengelus perut nya sambil berharap semuanya akan baik-baik saja.