I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #302#


__ADS_3

Samuel merasa sangat serba salah dan Felix pun berjalan di hadapan Samuel.


Samuel begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Felix, sedangkan Samuel mengetahui jika Apartemen Felix dan Zivanna saling berdekatan.


" Aku tidak bisa membiarkan Zivanna bertemu dengan Felix setiap hari, Felix yang mempunyai perasaan terhadap Zivanna."


Samuel masuk ke dalam mobil nya, dia ingin kembali ke Rumah Sakit.


Ketika Samuel masuk ke dalam mobil nya tiba-tiba saja ada pesan masuk dari Sebastian untuk nya.


* Samuel, ini sangat menyakitkan sekali. Maudy tidak pulang ke rumah, di saat aku yang meninggalkan rumah pada saat Bianca datang*


Membaca pesan dari Sebastian, Samuel langsung menyalakan mesin mobil nya, Samuel langsung berpikir jika Maudy yang sedang berada di Rumah Sakit bersama dengan Bianca.


" Jika hubungan mereka berdua mulai retak, aku hawatir Maudy membawa pergi Bianca."


Samuel akhirnya sampai di Rumah Sakit, dia langsung berlari menuju ke ruangan Bianca.


Samuel melihat Suster Vina yang berada di luar ruangan.


" Ada ibu Maudy di dalam Pak."


Samuel sampai menghelakan nafas panjang nya dia pun langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat Maudy yang sedang menyuapi Bianca.


" Papa, aku senang sekali Mama datang."


Samuel tersenyum manis kepada Bianca.


" Kenapa kamu tidak memberitahukan aku jika Bianca sakit, karena aku mengetahui jika istri mu pasti tidak mau jauh-jauh dari mu kan."


Maudy mulai menjelekkan Zivanna di hadapan Bianca.


" Tidak usah membicarakan istri ku, sekarang lebih baik kamu pulang ke rumah mu. Suami mu sudah menunggu kedatangan mu, tidur di mana saja kamu selama beberapa hari ini?."


Maudy langsung terdiam Kenapa Samuel yang sampai mengetahui nya.

__ADS_1


" Kenapa kamu diam seperti itu,? Cepat pulang ke rumah mu sekarang juga. Seperti nya Sebastian sedang menunggu kedatangan mu di rumah, dia sangat kecewa sekali dengan mu."


Maudy pun memilih pergi dia tidak mau rumah tangga nya bermasalah lagi.


" Bianca sayang, Mama pulang dulu yaa. Kamu sehat yaa sayang. Mama pasti akan selalu merindukan mu sayang, Mama sayang kamu."


Maudy mencium kening Bianca sebelum dia pergi.


Samuel mengeluarkan handphone untuk membalas pesan dari Sebastian.


* Maudy ada di Rumah Sakit dia sedang melihat Bianca, tapi sekarang sudah aku suruh pergi*


* Terimakasih banyak Samuel, atas kerjasamanya*


* Sama-sama Sebastian*


Bianca memperhatikan Papa yang fokus pada handphone nya.


" Papa, fokus pada ku sekarang."


" Tadi Dokter bilang kepada ku, jika aku bisa langsung sehat setelah ada Mama dan nanti sore aku bisa bilang karena Mama aku sehat kembali."


Samuel hanya bisa terdiam saja dia harus bisa sabar di hadapan Bianca.


Dokter datang dengan Suster nya, untuk memeriksa kondisi Bianca.


Samuel pun keluar dari ruangan Bianca, melihat Suster Vina membuat Samuel ingin bercerita tentang Zivanna.


" Zivanna lebih memilih untuk keluar dari rumah orang tua nya, Zivanna lebih memilih untuk tinggal di Apartemen nya dulu yang berdekatan dengan Apartemen Felix."


Suster Vina tidak percaya jika Zivanna yang sedang hamil di sampai berani untuk pergi dari rumah nya.


" Kenapa semuanya menjadi seperti ini karena ini semua di sebabkan oleh Maudy, Maudy yang membuat Bianca semakin benci kepada Zivanna. Dan Sekarang Zivanna, kenapa sikap nya begitu sangat sensitif sekali."


Mendengar perkataan Samuel, Suster Vina merasa jika Samuel yang tidak mengetahui jika sekarang Zivanna yang sedang hamil muda dan mungkin saja itu sangat berpengaruh terhadap nya.

__ADS_1


Dokter dan Suster pun selesai memeriksa Bianca.


" Kondisi Bianca semakin membaik, mungkin karena dia yang sangat merindukan Ibu nya. Sore Bianca sudah bisa pulang ya, semoga Bianca bisa menjaga kesehatan nya."


Samuel pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Dokter.


" Suster Vina, temani Bianca yaa. Saya harus kembali ke kantor karena sebentar hari ini saya sangat sibuk sekali di kantor, saya pergi dulu yaa."


Melihat Samuel pergi ini kesempatan Suster Vina untuk bicara dengan Bianca.


Bianca tersenyum ketika Suster Vina yang menghampiri nya.


" Bianca sudah sehat dan sore kita Bianca bisa pulang ke rumah."


Suster Vina mendekati Bianca.


" Bianca, Suster Vina ingin tahu. Apa yang membuat Bianca setiap hari semakin benci dengan Mommy Zivanna, sedangkan sebelum nya Bianca sangat dekat sekali dengan Mommy Zivanna."


Bianca terdiam dia seperti tidak mau menjawab nya.


" Padahal Mommy Zivanna itu sangat baik kan dengan Bianca, dia lebih baik dari Suster Vina."


Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak Mommy Zivanna jahat, aku menyesal sekali kenapa Mommy Zivanna harus menikah dengan Papa. Kenapa Papa tidak menikah dengan Mama Maudy saja, aku ingin keluarga ku kembali."


Bianca menarik selimut nya dia yang seperti tidak mau bicara dengan Suster Vina.


Suster Vina merasa ini adalah pengaruh dari perkataan Maudy kepada Bianca setiap hari.


Suster Vina memilih untuk mengirimkan pesan kepada Zivanna.


* Zivanna pulang lah, kembali masuk ke rumah ini. Karena jika kamu keluar dari rumah ini, itu seperti pertanda jika kamu yang sudah kalah dan menyerah mempersilahkan kesempatan Ibu Maudy untuk masuk ke rumah ini*


Suster Vina berharap Zivanna bisa memikirkan isi pesan dari nya.

__ADS_1


__ADS_2