
Di saat pemotretan Zivanna melihat Maudy yang terus memperhatikan dirinya, tatapan sinis yang membuat Zivanna merasa sangat risih sekali.
Zivanna memegang tangan Ibu nya sambil tersenyum manis dan membuat Maudy sampai menggelengkan kepalanya, melihat Zivanna yang begitu sangat dekat sekali dengan Lollyta.
" Benar-benar tidak bisa aku bayangkan, mungkin kah Lollyta berdamai dengan Zivanna sedang begitu sangat mudah nya."
Maudy memperhatikan hasil pemotretan Zivanna dia pun sampai mendekati nya agar bisa lebih jelas lagi melihat nya.
Lollyta menghindari Maudy dia merasa tidak suka di dekati oleh Maudy yang selalu saja berbicara negatif terhadap dirinya.
" Zivanna jika sudah selesai langsung kembali ke ruangan yaa, ada yang ingin kita bicarakan tentang pekerjaan mu ini."
Zivanna menggangukan kepalanya dan Maudy merasa sangat penasaran sekali apa yang ingin di bicarakan oleh Lollyta dengan Zivanna.
" Wah sepertinya Ibu Lollyta mau memperpanjang kontrak pekerjaan Zivanna."
Ucap salah satu pegawai yang ada di sana yang sengaja bicara di belakang Maudy.
" Ya pastilah, Zivanna kan cantik dan lebih segar untuk di lihat nya. Sebenarnya Zivanna itu lebih cocok menjadi model skincare wajah sih, bukan shampo."
Maudy merasa sangat panas sekali mendengar perkataan orang-orang tentang Zivanna.
__ADS_1
Maudy memilih untuk pergi saja dari tempat tersebut dan Zivanna pun langsung tersenyum melihat Zivanna pergi.
Maudy mengeluarkan handphone dia ingin menghibur diri nya dengan mengirimkan pesan kepada Suster Vina agar mau video call dengan nya, di situ dirinya bisa melihat Bianca secara langsung.
Suster Vina yang sedang berada di dalam kamar Bianca, dia yang seperti sudah bisa bermain-main dengan Bianca.
Dan Bianca pun lebih memilih melukis.
Suster Vina melihat ada panggilan video call dari Maudy.
" Bu Maudy panggilan video call, bagaimana ya ini."
Bianca langsung menatap wajah Suster Vina ketika mendengar nama Mama nya.
Bianca pun mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Vina.
* Hallo Bu Maudy*
* Suster Vina apakah kamu sedang bersama dengan Bianca, dia sudah mau dekat dengan kamu atau tidak*
* Sudah Bu, Bianca sudah mau dekat tetapi Bianca yang seperti nya kelelahan dia tidur Bu.*
__ADS_1
Suster Vina memperlihatkan wajah Bianca yang sedang tertidur pulas.
* Baiklah Suster Vina, aku merasa sangat bahagia sekali ketika kamu yang sudah dekat dengan Bianca. Setelah itu kamu harus bisa membuat Bianca dekat dengan ku, popoknya tugas mu adalah mempertemukan kita berdua dan membuat kita berdua bisa berhubungan baik*
* Baiklah Bu, saya akan mengusahakan nya*
* Yasudah sekali kamu jaga Bianca baik-baik yaa, jangan sampai terjadi sesuatu dengan Bianca*
* Baiklah Bu Maudy*
Maudy mengakhiri panggilan video call nya dan Suster Vina sampai menghelakan nafas panjang nya.
Bianca pun langsung terbangun dia merasa jika Suster Vina memang sangat baik sekali.
" Suster Vina, aku tidak mau bertemu dengan Mama Maudy yaa."
Suster Vina mendekati Bianca dan langsung memeluk nya dengan penuh kasih sayang.
" Tidak akan sayang, Suster Vina mengetahui jika Mama itu tidak tulus mencintai mu karena dia hanya ingin kembali dengan Papa mu saja."
Suster Vina mencoba untuk membuat Bianca kembali tersenyum, dia pun memilih untuk membawa Bianca pergi ke luar rumah.
__ADS_1
Untuk melihat pemandangan sejuk di luar rumah nya yang penuh dengan bunga-bunga indah bermekaran.