
Zivanna sampai di kamar nya, dia membaringkan tubuhnya di atas kasur dia merasa sangat lelah sekali.
" Haruskah besok aku bertemu dengan Bu Sesilia, aku merasa tidak nyaman sekali."
Zivanna pun memegang handphone dia yang masih saja memikirkan akan membalas apa kepada Sesilia.
" Balasan apa yang akan aku berikan yaa, lebih baik aku menunggu Maudy saja untuk mempublikasikan hubungan terlarang ku yang sudah dia beri cerita sendiri setelah itu tidak harus memberikan penjelasan pada Ibu Sesilia dia sudah mengetahui semuanya."
Zivanna menyimpan handphone dia berniat untuk mandi dan setelah itu pergi untuk beristirahat.
Ketika Zivanna sedang mandi, Ibu nya sampai di rumah dia pun keluar dari mobil tapi Lollyta seperti melihat ada mobil di belakang nya.
" Mobil siapa yaa itu,? apakah mungkin mobil milik Samuel yaa."
Lollyta menghampiri nya dia melihat mobil tersebut yang belum bisa masuk ke rumah nya karena harus di tanya-tanya oleh satpam dulu.
Ketika Lollyta melihat wajah nya dan ternyata itu adalah Felix Felio, teman masa kecil Zivanna.
" Felix Felio yaa, pak buka kan gerbang nya saya kenal dengan dia."
Felix akhirnya bisa masuk dan dia pun langsung bersalaman dengan Lollyta.
" Apa kabar kamu Felix,? sudah selesai kah kuliah di luar negeri nya."
Lollyta membawa Felix ke dalam rumah nya, Felix dan Lollyta pun duduk bersama.
" Sudah selesai Tante, dan sekarang aku sedang menjadi CEO di perusahaan terbaru Papa."
Lollyta pun tersenyum dia pun meminta pegawai nya untuk membawakan minuman dan makanan untuk Felix.
" Sebenarnya saya sudah bertemu dengan Zivanna, di sebuah Restoran. Zivanna sangat cantik sekali seperti ibunya."
Lollyta tersipu malu ketika mendengar perkataan Felix.
" Kamu bisa saja Felix, kamu tunggu sebentar yaa. Tante mau ke kamar Zivanna, agar Zivanna juga ikut mengobrol dengan kita berdua."
Lollyta pergi ke kamar Zivanna dia mengetuk pintu kamar Zivanna dan kebetulan Zivanna yang baru saja selesai mandi dia pun kelihatan sangat cantik dan segar.
" Wah cantiknya Putri ibu, kamu temani Felix yaa di ruangan tamu. Ibu juga ingin mandi sayang, ibu sangat lelah sekali."
Dengan sangat terpaksa Zivanna pun mengikuti apa yang di katakan oleh ibunya.
__ADS_1
" Baiklah Bu."
Zivanna keluar dari kamar dia berjalan menuju ke ruangan tamu untuk menemani Felix.
" Hallo Felix."
Felix begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Zivanna yang begitu sangat cantik sekali.
" Kamu sangat cantik sekali Zivanna."
Zivanna pun duduk di samping Felix dia mengabaikan perkataan Felix yang menyebutnya cantik.
" Silahkan di minum yaa."
Zivanna menawarkan makanan dan minuman yang sudah di siapkan.
" Zivanna aku masih merasa tidak percaya sekali, di saat waktu itu kita yang bertemu dan sekarang aku yang datang ke rumah ini. Zivanna aku ingin mengajak mu untuk pergi malam ini bagaimana apakah kamu mau pergi bersama dengan ku,? aku sampai berharap kamu mau pergi bersama ku."
Zivanna pun tersenyum dia yang sekarang merasa punya permasalahan juga.
" Bagaimana yaa, malam ini aku merasa tidak enak badan sekali. Seperti tidak untuk malam ini yaa, mungkin malam-malam yang lain yaa."
Secara tidak langsung Zivanna memang tidak mau pergi berdua dengan Felix, apalagi setelah dia mengetahui jika Samuel yang sekarang mempunyai perasaan terhadap walaupun itu dia ketahui dari Maudy.
Di saat mereka berdua yang sudah saling diam, Lollyta pun datang untuk menemui mereka berdua.
" Felix, kita makan malam bersama yaa. Tante sudah memasak menu yang sangat spesial sekali."
Felix begitu sangat terkejut sekali ketika dia di tawarkan untuk bisa makan malam bersama dengan keluarga Zivanna.
Itu tandanya dia yang akan bertemu dengan orang tua Zivanna.
Zivanna pun berdiri dari tempat duduk nya dan dia pun mengajak Felix untuk mengikuti nya.
" Ayo Felix kita pergi ke tempat makan."
Felix pun mengikuti Zivanna dan akhirnya mereka berdua pun duduk saling berhadapan.
Lollyta mengambil makanan untuk Felix, tidak lama kemudian datanglah Dokter Richard.
Dokter Richard begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Felix, mereka berdua pun berpelukan karena sudah lama tidak bertemu.
__ADS_1
Zivanna melihat keakraban yang sangat luar biasa antara Ayah dengan Felix.
Lollyta melihat wajah Zivanna yang seperti tidak suka melihat keakraban antara Ayah nya dengan Felix, Lollyta merasa jika Zivanna yang sekarang sedang memikirkan Samuel.
" Bagaimana jika ngobrol nya di tunda dulu yaa, sekarang kita makan dulu saja."
Zivanna langsung mengambil piring dia makan dengan sangat banyak sekali tidak seperti biasanya dan membuat kedua orang tua merasa sangat terkejut begitu juga dengan Felix.
Karena melihat tubuh Zivanna yang sangat profesional sekali biasanya menjaga berat badan nya.
" Zivanna apakah kamu tidak takut jadi gemuk karena makan dengan posisi makan yang sangat banyak sekali seperti itu."
Perkataan Felix membuat Zivanna merasa sangat terganggu sekali dan merasa jika dia begitu sangat berani sekali mengatakan hal seperti itu kepada nya.
" Lalu bagaimana jika kamu mempunyai seorang istri yang sedang hamil,? apakah kamu akan melarang nya untuk makan banyak?. Kamu itu melihat wanita jadi fisik yaa, memang nya kalau aku sampai gemuk kenapa."
Zivanna mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran Felix, rasa laparnya tiba-tiba saja menghilang begitu saja.
" Bu, aku sudah selesai makan nya. Aku sangat capek sekali aku mau langsung tidur saja."
Melihat Zivanna pergi Felix pun langsung memegang tangan Zivanna.
" Zivanna aku minta maaf atas perkataan ku tadi, aku tidak tahu jika kamu itu sangat sensitif sekali orang nya."
Zivanna melepaskan paksa genggaman tangan Felix, dia tidak ingin menjawab perkataan Felix.
Zivanna memilih untuk langsung berjalan menuju ke kamar nya, suasana menjadi sangat tidak nyaman dan Felix pun kembali duduk.
" Maafkan Zivanna yaa Felix, seperti nya Zivanna yang sedang mempunyai banyak permasalahan yaa jadi dia menjadi sensitif sekali perasaan nya."
Felix pun hanya tersenyum tipis kepada Lollyta dan meneruskan makan malam bersama dengan keluarga Zivanna.
Zivanna menutup pintu kamar nya.
" Kenapa Felix harus datang di keluarga ini sih, aku merasa sangat terganggu sekali dengan nya kehadiran nya. Apalagi Felix yang dekat sekali dengan Papa, aku semakin tidak suka."
Zivanna membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memegang handphone.
" Seperti nya aku balas saja yang pesan dari Bu Sesilia, aku ingin tahu apa saja yang akan di katakan kepada ku."
Zivanna pun langsung mengetik pesan untuk Sesilia.
__ADS_1
* Baiklah Bu, kita berdua bertemu di Restoran Mawar dekat kantor Lollyta Skincare Beauty*
Zivanna membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memejamkan mata nya.