I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (101)


__ADS_3

Bianca begitu sangat bahagia sekali ketika dia bisa berangkat bekerja bersama dengan Suster Zivanna.


Mereka berdua tertawa ketika keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke meja makan.


Samuel memperhatikan mereka berdua dia pun tersenyum sambil mengingat perkataan Mama nya.


" Selamat pagi Papa."


Terdengar suara Bianca yang begitu sangat bahagia.


" Selamat pagi juga cantik."


Samuel melirikan mata nya kepada Zivanna dan Bianca melihat nya.


" Suster Zivanna memang sangat cantik Papa, sampai Papa seperti itu kepada nya ya yaa."


Samuel merasa sangat malu sekali dengan perkataan Bianca.


" Suster Zivanna cantik, Papa Samuel juga tampan. Jadi kita merasa berdua bersama sangat cocok sekali kan, iya kan Bianca sayaaaaang."


Zivanna seperti menari di atas awan ketika mendengar perkataan Ibu Sesilia, dia memang sangat menginginkan bisa bersama dengan Samuel tapi tidak tahu bagaimana cara nya.


" Iya, aku ingin sekali mempunyai Mommy yang seperti Suster Zivanna. Sangat cantik sekali, Apakah Papa juga sama mempunyai pikiran seperti ku?."


Samuel hanya bisa terdiam saja dia tidak tahu harus berkata apa dia hanya fokus pada makanan yang di depan nya.


" Seperti nya Papa malu Suster Zivanna, kalau Suster Zivanna bagaimana? Apakah Papa Samuel tampan menurut Suster Zivanna?."


Pertanyaan Bianca dia manfaat kan oleh Zivanna.


" Papa Samuel itu adalah seorang CEO yang masih tampan, walaupun dia sudah mempunyai anak perempuan yang sangat cantik.


Samuel seperti salah tingkah ketika mendengar perkataan dari Suster Zivanna.


" Samuel kamu baik-baik saja kan,? apakah perlu ibu tambah air minum mu?."

__ADS_1


Samuel menggelengkan kepalanya dia tetap fokus pada makanan nya.


" Seperti Papa harus berangkat sekarang, Bianca baik-baik di sekolah ya. Jika Mama mu datang, kamu harus bisa melawan nya yaa."


Samuel pun langsung meninggalkan tempat makan tersebut, Zivanna tidak melihat ekspresi wajah Samuel sedikit pun.


Samuel yang datar dan sangat dingin sekali.


Ketika melihat Samuel yang sudah pergi, Sesilia pun bertanya kepada Suster Zivanna.


" Suster Zivanna apakah kamu mempunyai perasaan terhadap Samuel,? saya sebagai Mama Samuel merasa sangat setuju sekali jika sampai kamu menjadi Mommy nya Bianca yang baru."


Zivanna seperti mendapatkan persetujuan dari Sesilia.


" Hmmmm, saya merasa bingung untuk mengatakan nya. Karena saya melihat Pak Samuel yang sangat dingin sekali dan seperti nya masih selalu memikirkan masa lalu hubungan dengan ibu Maudy."


Sesilia pun merasa apa yang di katakan oleh Suster Zivanna itu memang benar adanya, bahkan Sesilia merasa sangat hawatir jika Maudy kembali bersama dengan Samuel.


Zivanna dan Bianca pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, mereka berdua pun berpamitan dengan Sesilia.


" Omah, aku pergi ke sekolah dulu yaa."


Di perjalanan menuju ke sekolah, Zivanna terus saja memikirkan perkataan di meja makan itu.


" Suster Zivanna, harus bisa membuat Papa jatuh cinta dengan Suster Zivanna. Agar aku bisa bersama dengan Suster Zivanna terus, dan Mama tidak menggangu aku."


Zivanna hanya bisa tersenyum manis ketika mendengar perkataan Bianca yang tidak mungkin bisa semudah itu.


Mereka berdua pun sampai di sekolah, Zivanna memegang erat tangan Bianca dan penjaga di sekolah semakin di perketat mereka menambah Satpam semenjak kejadian Bianca yang membuat para orang tua merasa sangat panik sekali.


" Suster Zivanna aku masuk ke sekolah dulu yaa, Suster Zivanna jangan pergi-pergi yaa seperti Omah."


Zivanna memeluk erat tubuh mungil Bianca.


" Suster Zivanna tidak akan pergi, Suster Zivanna akan tetap diam di sini untuk menunggu Bianca sampai pulang."

__ADS_1


Bianca yang merasa tenang dia pun langsung masuk ke dalam sekolah nya, Zivanna dudu menuggu di tempat biasa sambil memainkan handphone.


Zivanna membaca pemberitaan jika Brand Ambassador produk Lollyta Skincare akan mengganti nya dengan model yang lain.


" Apakah ini benar yaa, tapi kan sudah tanda tangan kontrak selama satu tahun. Memang nya kemana Maudy Larissa, apakah dia masih memikirkan Bianca yang pergi belum ketemu."


Zivanna pun hanya bisa tersenyum saja, dia tidak menyangka Maudy yang sangat jahat bisa lemah juga.


Zivanna mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ibu nya.


Lollyta yang sedang mau pergi ke kantor Samuel dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Zivanna.


" Zivanna ada apa yaa dia menelephone ku."


Lollyta dengan cepat dia langsung menjawab panggilan telephone tersebut padahal dia yang mau menjalankan mobilnya.


* Ya sayang ada apa*


* Bu, aku melihat pemberitaan di media sosial jika Ibu akan Menganti Brand Ambassador ibu dengan model muda. Memang apa kabar nya dengan Brand Ambassador ibu yang dulu*


* Sebentar hanya sementara saja karena Ibu memang perlu mempromosikan produk terbaru Ibu, sampai sekarang Maudy masih saja di rumah sakit. Dia masih merasa ketakutan dan berteriak-teriak kencang, maka nya ibu berniat untuk seperti itu*


* Apakah dia mengalami despresi, lalu ibu akan mengantikan nya dengan model siapa Bu*


* Dengan kamu sayang, sekarang ibu mau pergi ke kantor Samuel untuk meminta ijin. Sudah dulu yaa sayang, ibu ingin cepat sampai ke kantor Samuel*


Lollyta langsung mengakhiri panggilan telephone nya dan Zivanna pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Ibu nya.


" Kenapa ibu menginginkan aku yang menjadi model nya kembali yaa, memang produk shampo yang sebelumnya laris yaa."


Zivanna hanya bisa menunggu kabar dari Ibu nya.


" Dan apakah Pak Samuel juga akan mengijinkan aku untuk menjadi model kembali yaa, apalagi sekarang baru saja terjadi seperti ini dengan Bianca. Seperti aku mulai pemotretan setelah Bianca tidur, jadi aku melakukan nya di malam hari."


Zivanna belum apa-apa di sudah memikirkan nya.

__ADS_1


" Aku akan berpose menggoda ah, supaya Pak Samuel merasa tergoda melihat ku dan dia langsung mengatakan perasaan hati nya."


Zivanna pun tersenyum sendiri dengan halusinasi nya.


__ADS_2