I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (97)


__ADS_3

Bianca merasa sangat bosan sekali berada di dalam kamar.


" Suster Zi, aku merasa sangat bosan sekali berada di dalam kamar seperti. Aku ingin keluar, aku ingin melihat tanaman dan menyiram nya."


Zivanna merasa sangat binggung sekali dia harus bagaimana akhirnya Zivanna mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Ibunya.


* Bu, bagaimana ya ini. Bianca ingin keluar kamar, tapi pasti kan belum selesai.*


* Ibu sekarang akan ke sana, ibu membawakan gaun untuk kalian berdua yaa*


* Baiklah Bu*


Bianca terus saja memandangi wajah Zivanna yang kelihatan sangat panik.


" Suster Zivanna, kenapa wajah seperti itu,? kenapa kelihatan panik sekali ya."


Zivanna pun langsung tersenyum manis kepada Bianca.


" Tidak sayang tidak panik kok biasa saja."

__ADS_1


Lollyta mengetuk pintu kamar Zivanna dan Zivanna pun langsung membuka kunci kamar nya.


" Hallo sayaang, pakai gaun ini yaa bersama dengan Suster Zivanna. Karena kita akan malam bersama di luar rumah, kalian makeup untuk cantik yaa."


Lollyta pun langsung keluar dari kamar Zivanna dan menutup rapat kembali pintu kamar nya.


" Ayo sayang kita pakai pakaian nya yaa, kita cepat-cepat makeup."


Bianca bukan nya bahagia dia merasa kebingungan sekali, dia pun mengikuti apa yang di lakukan oleh Suster Zivanna.


Mereka berdua makeup dengan sangat cantik sekali dan akhirnya sudah selesai, mereka berdua pun akhirnya bisa keluar dari kamar nya.


Tidak ada yang berubah karena acara nya di luar rumah, Zivanna dan Bianca terlihat seperti ibu dan anak mereka berdua sangat cantik sekali.


" Wah sepertinya aku sangat suka sekali ini sangat indah sekali, kita makan malam di depan kolam renang."


Zivanna dan Bianca berjalan ingin cepat duduk tapi ternyata ada mobil yang masuk dan berhenti di hadapan mereka berdua.


Samuel keluar dari mobil tersebut dia seperti terpesona melihat kecantikan Zivanna yang tidak seperti biasa nya.

__ADS_1


Bianca tersenyum manis ketika melihat Papa nya yang terus-menerus memandangi wajah Suster Zivanna.


" Suster Zivanna cantik ya Pap, sampai Papa seperti itu melihat Suster Zivanna nya."


Samuel pun langsung menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali, Zivanna begitu sangat bahagia sekali ketika Samuel yang memperhatikan nya sampai seperti itu.


Samuel langsung menghampiri Bianca dia memeluk erat tubuh mungil Bianca.


" Papa sangat merindukan mu sayaaaaang, beruntung Papa memiliki putri yang sangat pintar dan pemberani seperti kamu."


Sesilia pun menghampiri Bianca dia yang merasa sangat bersalah sekali dengan Bianca.


" Bianca maafkan Omah yaa, ini kesalahan Omah sayaaaaang."


Sesilia menangis di hadapan Bianca tapi Bianca melepaskan pelukan erat Papa nya dia langsung menghampiri Imah nya yang menangis.


" Omah jangan menangis yaa, aku kan baik-baik saja Omah. Jadi Omah jangan sedih lagi yaa, lebih baik Omah tidak usah lagi menunggu pulang dan mengantarkan aku sekolah. Biarkan saja aku bersama dengan Suster Zivanna, karena Suster Zivanna sangat kuat sekali dia bisa melawan Mama."


Zivanna pun langsung terdiam dia merasa Bianca yang masih mengingat ketika dirinya yang menampar wajah Maudy pada saat di sekolah.

__ADS_1


" Oh seperti itu yaa, baguslah jika Suster Zivanna bisa melawan Mama Maudy. Itu tandanya Bianca aman bersama dengan Suster Zivanna yaa, Suster Zivanna akan selalu melindungi Bianca."


Bianca hanya bisa tersenyum tipis saja.


__ADS_2