
Dokter Richard melihat Zivanna yang sampai meneteskan air mata nya dia pun langsung memeluk erat Zivanna.
" Maafkan Ayah sayang, Ayah sangat sayang kamu."
Zivanna menangis di pelukan Ayah nya.
" Apakah aku tidak boleh bahagia,? aku ingin bahagia bersama dengan lelaki pilihan ku inginkan aku bahagia bersama dan aku juga sangat cinta kepada nya."
Dokter Richard melepaskan pelukan erat nya dan dia memandangi wajah Zivanna.
" Jangan menangis Nak, maafkan Ayah yaa."
Lollyta menghampiri mereka berdua dia pun memegang tangan suaminya.
" Biarkan dia bahagia dengan pilihan nya, karena kebahagiaan bukan kita yang merasakan tapi Zivanna sendiri."
Dokter Richard seperti tidak bisa berkata-kata apapun.
" Ayah sekarang hanya bisa melihat saja mana yang memang yang terbaik untuk mu Zivanna, sekarang Ayah tidak akan memihak kepada Felix."
Zivanna terdiam dia tidak mengerti dengan perkataan Ayah nya.
" Mungkin maksudnya sekarang Ayah mu tidak terlalu mendengarkan perkataan Felix dia ingin melihat siapa lelaki yang pantas untuk mu."
Zivanna merasa ini adalah kesempatan nya untuk bisa menunjukkan kepada Ayah nya jika Samuel yang terbaik untuk nya bukan Felix.
__ADS_1
" Baiklah Ayah, semoga saja aku bisa membuktikan jika Felix itu lelaki tidak baik."
Dokter Richard melihat jam di tangan nya.
" Baiklah jika kalian berdua ingin menginap di sini Ayah pulang ke rumah yaa."
Zivanna dan Lollyta bersalaman dengan Dokter Richard.
" Ayah hati-hati yaa, jangan ngebut-ngebut bawa mobil nya."
Dokter Richard tersenyum ketika mendengar perhatian yang di berikan oleh Zivanna kepada nya.
" Iya sayang, kamu jaga baik-baik ibu mu yaa."
Lollyta tersenyum dan mengantarkan suaminya sampai di depan pintu.
Ketika Dokter Richard hendak masuk ke dalam mobil nya, dia melihat mobil Felix.
" Felix kenapa dia ada di sini yaa, apakah dia sudah mengetahui Apartemen nya Zivanna yaa."
Dokter Richard terus memperhatikan Felix yang ternyata sedang merokok membuka dirinya terkejut melihat nya.
" Felix merokok,? aku tidak pernah melihat sebelumnya dia merokok."
Dokter Richard terus saja memperhatikan Felix tapi Felix berjalan menuju ke dalam gedung.
__ADS_1
" Aku tidak melihat Felix yang aku kenal, ternyata Felix dia seperti mempunyai kepribadian ganda."
Dokter Richard mulai merasa jika dirinya melihat sisi lain kehidupan Felix.
Dokter Richard pun menyalakan mesin mobil dan meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Felix dia masuk ke dalam kamar Apartemen nya untuk menunggu wanita bayaran nya datang kepada nya.
" Jika aku bersama dengan Zivanna, maka aku berjanji akan mengakhiri ini semua. Aku akan lebih fokus dengan Zivanna bukan dengan wanita-wanita penghibur ini, aku aku berubah."
Tidak lama kemudian terdengar suara bell dan Felix pun membuka pintu tersebut.
Seorang gadis cantik yang masih sangat muda sekali.
" Berapa usia mu,? kamu kelihatan sangat muda sekali."
Gadis muda tersebut pun tersenyum manis kepada Felix.
" Umur ku baru 19 tahun, aku masih cantik dan segarkan."
Gadis cantik tersebut langsung menghampiri Felix yang menurutnya sangat tampan sekali.
" Masih muda sekali, apa alasan mu samping ini melakukan ini semua dengan ku."
Felix menatap wajah gadis cantik tersebut.
" Untuk kebutuhan kehidupan ku yang tidak mungkin aku meminta nya kepada orang tua ku."
__ADS_1
Felix pun tersenyum dan dia pun langsung membawa gadis cantik itu bermain bersama dengan nya.