I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 384


__ADS_3

Suster Vina mencari ruangan Maudy, dia mencari tahu dari temen nya.


Suster Vina melihat Sebastian yang sedang menunggu di depan ruangan Maudy.


Suster Vina langsung menghampiri Sebastian.


" Selamat siang Pak Sebastian, bolehkah saya melihat kondisi ibu Maudy."


Sebastian yang sedang bermain handphone dia langsung menyimpan handphone ketika mendengar suara Suster Vina.


" Suster Vina, apakah kamu memang sengaja datang ke rumah sakit untuk melihat Maudy."


Suster Vina tersenyum tipis kepada Sebastian.


" Tidak Pak Sebastian, saya berada di rumah sakit karena Bianca pulang sekolah dia demam dan saya langsung membawa Bianca ke Rumah Sakit ini."


Sebastian membukakan pintu untuk Suster Vina.


" Silahkan masuk Suster Vina."


Suster Vina masuk dan dia melihat Maudy yang sedang duduk sambil memainkan rambut nya.


Maudy kelihatan tidak seperti biasanya, wajah nya kelihatan sangat pucat sekali.


" Selamat siang Ibu Maudy."


Maudy langsung melirikan mata nya kepada Suster Vina.

__ADS_1


" Kamu datang untuk apa,? Apakah kamu datang untuk membawa anak ku?. Kamu ambil anak ku pergi yaa, jangan pernah kamu kembali lagi kepada ku."


Suster Vina merasa binggung sekali dengan apa yang di maksud perkataan Maudy kepada nya.


Suster Vina semakin mendekati Maudy, dan Maudy memegang tangan Suster Vina.


" Aku mohon bawa anak bayi ku jauh-jauh dari kehidupan ku yaa, agar aku masih bisa bersama dengan suamiku."


Suster Vina akhirnya mengerti dengan perkataan Maudy.


" Maksud nya bayi lelaki mu yang tampan itu,? Kenapa kamu ingin aku membawa jauh anak lelaki mu itu."


Maudy pun langsung menangis.


" Dia hasil hubungan ku dengan lelaki lain, bukan dengan suami ku. Aku tidak mau berpisah dengan suamiku karena kehadiran anak itu, lebih baik kamu bawa saja bayi itu."


" Ingat yaa bayi lelaki itu adalah anak ibu Maudy, ibu Maudy yang mengandung nya selama sembilan bulan dan Ibu Maudy juga yang melahirkan nya anak itu tidak berdosa jangan benci anak itu."


Maudy langsung menjerit kencang dan Sebastian masuk ke dalam ruangan, Suster Vina langsung memangil Suster.


Sebastian mencoba untuk menenangkan Maudy tapi ternyata tidak berhasil akhirnya pihak medis pun datang.


Sebastian dan Suster Vina memilih untuk keluar dari ruangan tersebut.


" Pak Sebastian, jika Ibu Maudy seperti ini terus apakah Bapak akan membawa ibu Maudy ke Rumah Sakit jiwa. Karena Ibu Maudy sudah terlalu sering mengalami despresi seperti ini, aku merasa sangat kasihan sekali melihat nya."


Sebastian terdiam ketika mendengar perkataan Suster Vina, dia merasa tidak tega melihat Maudy harus di masukkan ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


" Akan ku pikirkan kembali, sekarang lebih baik kamu kembali ke ruangan Bianca."


Suster Vina pergi dia kembali ke ruangan Bianca.


" Aku merasa Bu Maudy tidak akan sembuh seperti dulu, karena di saat dia sehat kembali Pak Sebastian akan menyuruh nya untuk pergi dari kehidupan nya."


Suster Vina masuk ke dalam ruangan Bianca dan ternyata Biang harus mendapatkan perawatan khusus.


" Dokter bilang Bianca harus di rawat, karena demam nya yang masih turun naik."


Suster Vina memegang tangan Bianca.


" Suster Vina sudah dari mana saja,? Aku mencari Suster Vina tadi."


Suster Vina tidak kuasa menahan air mata nya, dia merasa kasihan melihat Bianca jika sampai dia mengetahui kondisi Mama nya.


" Suster Vina tadi mengobrol dengan teman Suster Vina, karena dulu Suster Vina dan Mommy Zivanna bekerja di Rumah Sakit ini."


Sesilia memperhatikan mata Suster Vina yang terus saja meneteskan air mata.


" Suster Vina kenapa menangis,? Suster Vina sedih ya karena baru bisa bertemu dengan teman-teman Suster Vina."


Suster Vina menganggukkan kepalanya sambil terus saja menangis.


" Bianca harus cepat sembuh yaa sayang, jangan sakit terus begini yaa Suster Vina sedih melihat nya."


Sesilia melihat Suster Vina yang begitu sangat sayang sekali dengan Bianca.

__ADS_1


__ADS_2