
Di saat Zivanna yang sudah sadarkan diri, Lollyta dia masih tidak sadarkan diri di ruangan nya karena mereka yang tidak berani masuk ke dalam ruangan Lollyta.
Dokter Richard merasa sangat panik sekali karena nomber handphone Lollyta yang tidak bisa di hubungi.
" Nomber handphone nya aktif, Lollyta pasti selalu menjawab panggilan telephone walaupun dalam keadaan menyetir dia pasti memberhentikan mobilnya dulu."
Dokter Richard pun memilih untuk pergi ke kantor nya Lollyta, karena melihat jam yang sudah menunjukkan jam 10 malam.
" Aku harus datang ke kantor nya, aku takut terjadi sesuatu dengan Lollyta."
Dokter Richard pun masuk ke dalam mobil di perjalanan dia juga teringat dengan Zivanna.
" Aku tidak boleh berpikir negatif terhadap Zivanna, karena dia aman di rumah Samuel."
Dokter Richard pun sampai di depan kantor yang sudah tertutup, dia meminta untuk di temani oleh satpam.
Mereka berdua berjalan menuju ke ruangan Lollyta dan begitu sangat terkejut nya Dokter Richard ketika melihat istrinya yang tergeletak di lantai dengan memegang handphone.
Seketika Dokter Richard pun langsung membawa Lollyta ke dalam mobil nya, tapi ternyata tanpa sepengetahuan Dokter Richard ada kamera wartawan yang melihat nya.
Mereka pun langsung merekam nya dan mereka yakin wanita yang di gotong keluar itu adalah Lollyta.
" Ini akan menjadi berita besar."
Lollyta pun di bawa ke dalam mobil dan Dokter Richard langsung membawa Lollyta ke Rumah Sakit Permata, Rumah Sakit milik keluarga nya.
Di perjalanan Dokter Richard terus saja memperhatikan Lollyta.
__ADS_1
" Apa yang sebenarnya terjadi dengan mu Lollyta, kamu tidak pernah sampai seperti ini. Kamu dan Zivanna adalah wanita yang kuat, kamu tidak pernah sampai pingsan seperti ini."
Dokter Richard pun akhirnya sampai di Rumah Sakit Permata, dia pun langsung meminta penanganan terbaik pihak kedokteran yang menanganinya.
Dokter Richard akhirnya mencoba untuk menghubungi nomer handphone Zivanna.
Tapi Zivanna yang sudah tidur sehingga Samuel yang mengambil handphone tersebut.
" Ayah, apakah aku harus menjawab panggilan telephone ini. Tapi sekarang posisi kita berdua yang sedang di kamar hotel, itu akan membuat pikiran negatif terhadap Ayah nya."
Samuel pun memilih menonaktifkan handphone Zivanna dia ingin Zivanna bisa tidur nyenyak malam ini.
Samuel memilih untuk tidur di sofa dia juga merasa sangat capek sekali.
****
Karena merasa sangat bosan Bianca pun mengambil handphone dan dia melihatku pemberitaan baru di media sosial.
" Lollyta Putri pemilik Skincare Beauty di temukan tidak sadarkan diri di dalam kantor nya, di temukan oleh suaminya."
Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendengar perkataan dari salah satu wartawan yang sedang menyiarkan berita.
" Seperti nya Suster Zivanna sakit karena Ibu nya juga sakit, ahhhh kasihan sekali mereka berdua. Tapi bukankah tadi aku sudah telephone nan dengan Tante Lollyta yaa, apakah Tante Lollyta pingsan karena aku yang memberitahu jika Suster Zivanna yang terkena air kopi panas yaa."
Bianca pun mulai merasa bersalah dengan apa yang sudah dia katakan kepada Tante Lollyta.
Bianca menjadi melamun dia semakin tidak bisa tidur, dia tidak bisa bercerita dengan Omah nya karena Suster Zivanna yang merahasiakan identitas keluarga nya.
__ADS_1
Bianca pun memilih untuk menelephone Papa nya.
" Semoga saja Papa belum tidur yaa, aku ingin tahu bagaimana kondisi Suster Zivanna sekarang."
Bianca mencoba untuk menghubungi Papa nya dan Samuel pun yang baru saja tidur dia harus terbangun kembali karena dering handphone nya.
" Siapa yaa malam-malam begini menelephone ku."
Samuel mengambil handphone dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Bianca.
" Astaga Bianca dia belum tidur jam segini."
Samuel pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo sayang kenapa belum tidur Nak*
* Bagaimana dengan Suster Zivanna Papa*
* Suster Zivanna sudah bangun, dia sudah makan dan minum obat. Sekarang Suster Zivanna sedang tidur, kaku tidak usah menghawatirkan kondisi Suster Zivanna besok juga pasti sudah sembuh*
* Syukurlah jika Suster Zivanna sudah minum obat, cepat kembali ke rumah yaa Papa*
* Iya sayang jika Suster Zivanna sudah sehat, besok Papa pulang sayang. Sekarang Bianca tidur yaa sayang, jangan lupa berdoa*
* Baiklah Papa*
Bianca mengakhiri panggilan telephone nya dia merasa sangat tenang sekali ketika mengetahui Suster Zivanna yang sudah membaik sehingga dia bisa tidur pulas malam ini.
__ADS_1
Samuel merasa sangat terharu sekali ketika Bianca yang begitu sangat perhatian sekali dengan Zivanna sampai dia berharap jika Zivanna akan menjadi Mommy baru untuk nya.