I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 426


__ADS_3

Sebastian sampai di Rumah Sakit Permata, dia bertemu dengan Dokter Richard.


Irene langsung di bawa ke IGD, Sebastian hanya bisa duduk lemas menunggu Irene.


" Kenapa dengan wanita mu itu, pakaian mu sampai banyak bercak darah."


Dokter Richard bertanya kepada Sebastian.


" Seperti nya Irene di serang oleh seorang yang tidak menyukai nya."


Sebastian tidak berani menyebut nama Maudy karena tidak mempunyai bukti.


" Felix pun kondisi nya masih kritis, apa seorang yang sama yang membuat Irene dan Felix seperti ini."


Sebastian tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Felix, wajah seperti kebingungan.


" Felix di temukan sudah tidak sadarkan diri di dalam mobil nya, ada luka tusuk di bagian perut nya dan apakah istri mu Maudy yang melakukan nya ?."


Dokter Richard tidak mau basa basi dia langsung menyebutkan Make di hadapan Sebastian.


" Saya sudah tidak satu rumah dengan Maudy, dia sekarang tinggal bersama dengan orang tua nya. Maudy sudah tidak di rawat di rumah sakit jiwa, karena keluarga nya ingin merawat di rumah."


Dokter Richard semakin yakin jika Maudy yang melakukan nya.


" Dan apakah kamu mengetahui Bianca hilang, dia menginap di rumah Maudy tapi Bianca memilih untuk kabur. Seperti nya memang terjadi sesuatu dengan Maudy, dia patut di curigai."


Dokter yang menangani Irene menghampiri Sebastian, dia berkata Irene yang sudah sadarkan diri.


Sebastian dan Dokter Richard masuk ke dalam ruangan Irene, ketika mereka berdua masuk Irene sedang menangis sambil memegang rambut nya yang di gunting paksa oleh Maudy.


" Maudy yang melakukan semuanya, dia harus masuk penjara."

__ADS_1


Sebastian langsung menghampiri Irene dia mencoba untuk menenangkan perasaan Irene.


" Sudah saya duga, yang melakukan ini semua adalah Maudy. Maudy merasa dendam kepada Felix, dan Maudy merasa marah kepada mu karaoke dekat dengan suami nya."


Dokter Richard pun memilih pergi dari ruangan Irene.


Irene menangis sambil memegang rambut nya.


" Kenapa dia sangat jahat, apa maksud dia sampai harus menggunting rambut panjang ku. Dia ingin menjadi aku jelek di mata mu, padahal aku sangat sayang dengan rambut panjang ku."


Sebastian mengelus rambut Irene.


" Sudahlah rambut bisa panjang kembali, sekarang yang penting kamu sehat tidak kurang satu pun."


Sebastian melepaskan pelukan erat nya.


" Iya, aku bersyukur tapi aku masih ingat di saat Maudy hendak pergi aku melemparkan gunting dan kena ke kaki nya."


Sebastian menyuruh Irene membaringkan tubuhnya kembali.


Sebastian begitu sangat setia sekali menemani Irene.


Di tempat yang lain Maudy merasa sangat kesakitan sekali dengan luka yang ada di kaki nya, dia pun memberanikan diri untuk pergi ke klinik mengobati luka nya.


Maudy tidak menyangka jika Irene bukan wanita yang lemah.


" Semoga saja Irene masih berada di dalam rumah itu, tidak ada yang menemukan nya dan dia kehabisan darah sehingga meninggal dunia."


Maudy di obati oleh Dokter, setelah selesai Maudy menunggu obat.


Ketika sedang menunggu obat, wajah nya ada di televisi dia sedang di cari polisi.

__ADS_1


" Sialan, seperti nya Irene sudah di temukan dan sudah sadarkan diri. Irene melaporkan ku ke polisi, menyesal sekali aku tidak langsung membunuh nya."


Maudy dengan terpaksa dia langsung pergi tidak membawa obat, Maudy masuk ke dalam mobil untuk pulang ke rumah persembunyian nya.


Di perjalanan Maudy menahan rasa sakit nya, dia berharap luka nya bisa segera sembuh.


" Aku berharap Felix tidak sadarkan diri, jika sampai Felix sadar. Habislah sudah kehidupan ku, aku harus menyembunyikan diri ku."


Maudy pun akhirnya sampai dia harus berjalan menuju ke rumah nya, Maudy berjalan perlahan sampai akhirnya dia sampai di depan pintu kamar nya.


Melinda keluar dari pintu, kebetulan mereka berdua bersebelahan.


" Belinda, apakah kamu mau keluar dari rumah?."


Bianca yang baru saja bangun tidur dia tidak menjawab pertanyaan Melinda, karena yang dia inginkan pulang ke rumah nya.


Maudy tersenyum tipis kepada Melinda.


" Kaki mu terluka, kasihan sekali.'


Melinda tertuju pada kaki Maudy yang di perban.


" Aku mengambil kecelakaan tadi."


Maudy tidak mau banyak bicara dia langsung masuk ke dalam rumah nya.


Bianca yang berada di dalam dia seperti mendengar suara yang mirip dengan Maudy.


" Seperti suara Mama Maudy, Tante Melinda apakah sedang berbicara dengan Mama Maudy di luar."


Bianca merasa sangat ketakutan sekali karena yang melihat Maudy menusukkan pisau ke perut Felix.

__ADS_1


" Tidak, lebih baik aku diam bersama dengan Tante Melinda daripada harus bersama dengan Mama Maudy aku takut."


Bianca berlari ke kamar nya, dia menarik selimut dan memejamkan mata nya.


__ADS_2