I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 404.


__ADS_3

Suster melihat Irene yang sedang membersihkan mobil nya yang penuh dengan bunga melati.


" Astaga Bu, siapa yang melakukan semuanya ini. Kenapa mobil ibu di penuhi dengan bunga melati seperti ini dan ada bendera kuning juga seperti lambang kematian untuk mobil ini."


Irene pun seketika dia langsung terdiam tidak melanjutkan membersihkan mobil nya.


" Bu, lebih baik kita pulang dengan taksi saja yaa dan bawa saja mobil ini ke bengkel."


Irene tidak menyangka jika baru saja Sebastian memberikan peringatan kepada nya, secara langsung dia langsung mendapatkan teror.


" Sebentuk yaa, aku ini mengecek dulu mobil ku."


Irene langsung tertuju pada rem yang ternyata kabel yang terputus, Irene menghela nafas panjang nya.


" Maudy ingin membunuh ku, wanita despresi itu sangat berani sekali yaa."


Irene menelephone bengkel untuk membawa mobil nya.


" Suster ayo kita ke sana yaa menunggu taksi."


Di saat Irene menunggu taksi dan tiba-tiba saja handphone nya berdering.


" Sebastian menelephone ku."


Dengan cepat Irene menjawab panggilan telephone tersebut.

__ADS_1


* Hallo tolong aku, jemput aku di mall yang dekat dengan rumah ku*


Suara Irwan terdengar sangat bergetar sekali.


* Irene, kamu kenapa*


* Aku tidak bisa menjelaskan di telephone*


* Baiklah tunggu aku yaa, aku akan segera ke sana*


Irene mengambil anak nya dari Suster.


" Ternyata dia tidak hanya dendam kepada ku, tapi dia juga dendam kepada anak juga."


Irene menciumi anak nya sambil memeluk nya.


" Kalian semua baik-baik saja kan."


Tatapan mata Irene tertuju pada pipi Sebastian yang kelihatan bengkak.


" Kamu kenapa,? Apakah kamu baru saja bertengkar? pipi mu kiri dan kanan bengkak."


Sebastian mengambil anak Irene dari pangkuan nya.


" Sudah kita bahas nanti saja yaa, sekarang lebih baik kita masuk ke dalam mobil."

__ADS_1


Di saat Sebastian mengendong anak lelaki Irene, dia melihat mobil Irene.


" Irene kenapa mobil mu penuh dengan bunga melati dan ada bendera kuning juga, apakah ini yang membuat mu ketakutan."


Sebastian memberikan kembali Feerell kepada Suster.


Dia berjalan menuju ke mobil tersebut bersama dengan Irene.


" Aku tidak tahu siapa yang melakukan ini, tapi tidak hanya menaburkan bunga melati dan bendera kuning saja tapi juga mengunting kabel rem."


Sebastian merasa Maudy yang sudah mulai dengan rencananya.


" Jika aku melaporkan Maudy, itu tidak mungkin terjadi karena setatus dia pasien ganggu jiwa. Walaupun sebenarnya aku mengetahui jika ini adalah perbuatan Maudy, karena aku yang selalu mengikuti mu dan menginginkan mu."


Sebastian merasa kasihan melihat Irene yang sampai harus menjadi korban.


" Tinggalkan aku, dan cari lelaki yang lebih baik dan seumuran dengan mu jangan aku. Karena Maudy akan berbuat seperti ini, aku pun merasa tidak akan pernah menikah kembali karena aku tidak mau wanita ku tersiksa oleh Maudy."


Irene tersenyum manis kepada Sebastian.


" Aku cinta kamu, walaupun aku mengetahui kamu tidak punya perasaan terhadap ku. Tapi aku akan selalu berjuang untuk mendapatkan cinta nu, dan walaupun seperti ini aku tidak akan pernah menyerah."


Sebastian pun menarik tangan Irene untuk segera masuk ke dalam mobil nya, begitu juga dengan Suster dan Feerell.


" Aku akan mengantarmu pulang ke rumah nya, tidak perlu pergi ke mana-mana lagi yaa."

__ADS_1


Sebastian terlihat mulai menyimpan perhatian kepada Irene, dan itu membuat Irene bahagia.


__ADS_2