I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 335


__ADS_3

Bianca dan Suster Vina keluar dari Rumah Sakit, Dokter Richard melihat mereka berdua.


" Drama apalagi yaa ini, seperti nya bukan hanya ingin mendapatkan simpatik dari suaminya dia juga ingin mendapatkan hak asuh Bianca."


Dokter Richard menghampiri mereka berdua, melihat Dokter Richard datang Bianca langsung bersembunyi di belakang Suster Vina.


" Aku belum melihat kondisi Maudy, bagaimana dengan kondisi nya."


Mata Dokter Richard tertuju pada Bianca yang ketakutan melihat dirinya.


" Kondisi ibu Maudy baik Dokter, tidak ada memar sedikitpun di wajah nya."


Bianca merasa tidak nyaman dia ingin secepatnya pergi.


" Seperti itu yaa, semoga dia tidak mengulangi yang mengancam nyawa nya sendiri. Karena dia mempunyai anak perempuan yang ingin selalu bersama dengan nya, semoga saja mereka berdua bisa bersama selamanya sehingga Zivanna tidak harus selalu merasa bersalah."


Dokter Richard pun langsung pergi dan Suster Vina melihat Bianca yang tidak seperti biasanya.


" Kamu kenapa Bianca,? kamu melihat Papa Sebastian takut dan sekarang melihat opah mu sendiri pun takut. Apakah kamu mulai merasakan kesalahan mu kepada mereka, lalu bagaimana jika kamu bertemu dengan Mommy Zivanna apakah kamu akan bersikap sama seperti ini?."


Bianca mulai berani kembali dia tidak lagi bersembunyi di belakang Suster Vina.


" Tidak aku tidak akan bersembunyi, aku akan bicara kepada nya. Kembalikan Papa ku, Jang ambil Papa ku. Aku nih masih membutuhkan waktu bersama dengan Papa, tidak hanya dia saja."


Bianca langsung berlari menuju ke mobil nya, dan Suster Vina dengan cepat dia menyusul Bianca.


Mereka berdua masuk ke dalam mobil, Bianca yang awalnya menangkap sekarang dia merasa sangat kesal dan marah.

__ADS_1


" Papa mu tidak mungkin pergi meninggalkan mu, jika kamu mau menerima kehadiran Mommy Zivanna kembali. Ayolah Bianca, seharusnya kamu bahagia, karena sebentar lagi kamu akan mempunyai seorang adik."


Bianca hanya terdiam saja ketika mendengar perkataan Suster Vina, sudah tidak ada lagi rasa peduli di hati nya.


" Bianca, tidak kah kamu mengingat perjuangan Mommy Zivanna. Dia terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan, tapi dia rela merawat mu diam di rumah mu."


Suster Vina memegang tangan Bianca.


" Bersikap baik lagi seperti dulu yaa, sehingga kamu akan mendapatkan kebahagiaan mempunyai dua ibu yang sangat sayang sekali dengan mu."


Suster Vina berharap setelah ini Bianca akan berubah, mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah.


Ketika turun dari mobil nya, Bianca melihat mobil Papa nya. Pandangan mata yang sangat sinis, tidak ada wajah kebahagiaan yang di tunjukkan oleh Bianca.


Bianca masuk ke dalam rumah, dia melihat Papa dan Omah nya yang tidak peduli dengan Mama nya.


" Mama masuk rumah sakit, tapi kenapa Papa dan Omah tidak pergi ke sana."


Samuel dan Sesilia yang sudah mengetahui semuanya dari Zivanna mereka berdua merasa malas untuk melihat drama baru Maudy.


" Bianca, Mama mu sudah mempunyai suami yang sangat sayang kepada nya. Papa juga sudah mempunyai istri, hubungan Papa dan Mama mu sudah berakhir sayang."


Suster Vina menghampiri Bianca, dia tidak mau Bianca sampai bicara yang aneh-aneh di hadapan Papa nya.


" Tapi seharusnya Papa datang melihat, karena bagaimana pun juga aku anak Papa dan Mama Maudy."


Suara Bianca mulai bergetar dia akan menagis kembali.

__ADS_1


" Sekarang pun Papa lebih peduli dengan Mommy Zivanna, hanya karena dia sedang hamil. Bagaimana nanti jika sudah melahirkan, seperti nya Papa akan lebih sayang dengan anak itu dan membuang aku ke panti asuhan."


Bianca langsung berlari menuju ke kamar nya, Suster Vina menyusul Bianca.


Samuel begitu sangat sakit sekali ketika mendengar perkataan Bianca kepada nya.


" Aku harus bagaimana lagi Mam, sekarang Bianca semakin tidak bisa mengendalikan bicara nya. Aku tidak mungkin hanya sayang dengan anak ke dua ku saja, aku juga akan selalu sayang dengan Bianca."


Sesilia mencoba untuk menenangkan perasaan Samuel.


" Sudah yaa Samuel, sekarang kamu fokus saja pada Bianca dulu yaa."


Samuel tidak berani menghampiri Bianca dia takut tidak bisa mengendalikan emosi nya dan pada akhirnya Zivanna yang harus di nomber dua kan.


Samuel mencoba untuk menghubungi nomer handphone Zivanna.


Zivanna yang sedang berada di rumah nya, dia pun langsung menjawab panggilan telephone masuk dari suaminya.


* Hallo Suamiku ada apa yaa, kamu sudah sampai rumah dan bertemu dengan Bianca*


* Aku sudah bertemu dengan Bianca, tapi lagi-lagi dia berbicara sangat menyakitkan hati*


* Apa yang di bicarakan Bianca*


* Papa hanya sayang dengan anak Papa bersama dengan Mommy Zivanna, jika anak itu sudah lahir seperti nya aku akan di bawa ke pantai asuhan*


Zivanna seketika langsung terdiam dia lebih memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.

__ADS_1


Lollyta langsung menghampiri Zivanna melihat tatapan mata Zivanna yang sampai berkaca-kaca.


__ADS_2