I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 351


__ADS_3

Maudy hari ini dia sudah bisa untuk pulang, Sebastian masih setia menemani Maudy karena dia akan menunggu hasil DNA di saat Maudy melahirkan nanti.


" Bastian, kondisi sudah sangat membaik. Besok boleh kah aku bertemu dengan Bianca di sekolah? setelah pulang dari Thailand aku belum pernah bertemu dengan Bianca."


Sebastian merasa aneh tidak biasanya Maudy sampai harus meminta ijin kepada nya untuk bertemu dengan Bianca.


" Silahkan saja, apapun yang ingin kamu lakukan aku tidak akan pernah melarang nya."


Sebastian mengurus administrasi, Maudy menunggu Sebastian.


Setelah selesai Sebastian menghampiri Maudy.


" Kamu pulang dengan supir pribadi yaa, aku hanya kembali ke kantor."


Sebastian pergi begitu saja membuat Maudy merasa banyak perubahan pada suaminya itu.


" Kenapa dengan dia, bukan kah kehamilan ini adalah keinginan nya tapi kenapa semenjak aku hamil sikap nya semakin dingin denganku. Apakah mungkin dia mempunyai wanita lain di belakang ku, tidak akan aku biarin semua itu terjadi."


Maudy di bantu oleh supir pribadi nya masuk ke dalam mobil, Maudy merasa sangat kesal dengan perusahaan sikap Sebastian kepada nya.


" Besok aku harus bertemu dengan Bianca, aku hanya bicara dengan nya. Setelah itu aku ingin datang ke kantor, aku ingin melihat wanita mana yang menjadi impian nya."

__ADS_1


Maudy memilih untuk tidur di perjalanan menuju ke rumah nya, dia hawatir mengalami pusing dan mual bahkan sampai muntah.


Di saat Maudy berencana untuk bertemu dengan Bianca besok di sekolah, Samuel yang masih berada di kantor dia mencoba untuk menghubungi Suster Vina di rumah.


Suster Vina yang sedang berada di dalam kamar Bianca, dia memilih untuk keluar kamar karena ada panggilan telephone masuk dari Samuel.


Setelah merasa aman, Suster Vina pun menjawab panggilan telephone tersebut.


* Iya Pak Samuel ada apa yaa*


* Suster Vina, mulai sekarang jika Maudy ingin pergi bersama dengan Bianca biarkan saja. Mulai sekarang aku sudah pusing dengan sikap Bianca, jika dia ingin tinggal bersama dengan Maudy biarkan saja*


* Baiklah Pak Samuel*


" Seperti nya Pak Samuel ingin fokus dengan kehamilan Zivanna, dan jika Bianca bersama dengan Mama nya apakah aku juga harus ikut bersama dengan Bianca yaa."


Suster Vina segera masuk ke dalam kamar Bianca, dia ingin memberitahukan kepada Bianca jika dirinya punya kabar baik untuk nya.


" Bianca, Suster Vina punya kabar gembira untuk mu."


Bianca langsung menghampiri Suster Vina.

__ADS_1


" Kabar gembira apa yaa, aku penasaran."


Suster Vina pun memegang tangan Bianca.


" Tadi Papa Sam telephone Suster Vina, dan dia bilang jika mulai sekarang Papa Sam tidak akan pernah melarang Bianca untuk bertemu dengan Mama Maudy. Jika Bianca ingin bertemu dengan Mama Maudy pun, Papa Sam tidak akan pernah marah lagi."


Bianca langsung melepaskan genggaman tangan Suster Vina, wajah nya sedikit pun tidak ada rasa bahagia mendengar nya.


" Papa mengatakan seperti itu agar Mommy Zivanna kembali tinggal di rumah ini yaa, agar Mommy Zivanna tidak ada yang menggangu yaa sehingga Papa membuang aku untuk tinggal bersama dengan Mama Maudy."


Bianca pun langsung berlari dia memeluk erat boneka beruang kesayangan ya.


Suster Vina sampai menghelakan nafas panjang nya dia sekarang merasa pusing dengan sikap Bianca.


" Bianca lalu sekarang kamu mau bagaimana sayang,? Kamu benci kepada Mommy Zivanna tapi kamu juga tidak mau tinggal bersama dengan Mama Maudy."


Bianca langsung menangis histeris.


" Aku kesal dengan Mama Maudy, kenapa Mama Maudy harus hamil juga. Itu tandanya Mama Maudy tidak sayang sama aku juga, jika Mama Maudy sayang sama aku seharusnya dia tidak boleh hamil."


Suster Vina memilih untuk keluar dari kamar Bianca, dia membiarkan Bianca menangis sendirian di dalam kamar nya.

__ADS_1


" Jika seperti ini sudahlah masukkan saja ke pantai asuhan, aku pun sudah sangat pusing sekali dengan sikap Bianca yang seperti ini."


Suster Vina memilih untuk pergi ke dapur saja.


__ADS_2