
Felix baru terbangun dari tidurnya dia ternyata tidur bersama dengan wanita lain, Felix merasa sangat pusing sekali dia pun langsung mengambil handphone nya.
Sedangkan wanita tersebut masih memeluk erat tubuh Felix, karena mereka berdua yang sudah menghabiskan waktu bersama semalaman.
Membaca pesan masuk dari Dokter Richard, Felix pun merasa sangat terkejut sekali dia langsung membangunkan wanita yang ada di sebelah nya itu.
" Cepatlah bangun dan pergilah, aku juga harus bersiap-siap untuk pergi ketemuan."
Felix langsung pergi ke kamar mandi dia membersihkan tubuh nya, sedangkan wanita tersebut lebih memilih melanjutkan tidur nya.
" Aku harus terlihat sebagai Felix anak yang baik-baik, jangan sampai keluarga Zivanna mengetahui jika aku yang sering tidur bersama dengan wanita bayaran."
Setelah selesai mandi Felix pun memakai Parfume dan langsung pergi dari Apartemen tersebut, tanpa sepengetahuan Felix dan Zivanna ternyata Apartemen mereka berdua itu berdekatan tapi mereka berdua yang tidak saling bertatapan.
Felix memakai Apartemen itu hanya untuk tidur bersama dengan wanita bayaran nya, setelah itu dia meninggalkan dan menyuruh orang lain untuk membersihkan Apartemen nya.
Zivanna masuk ke Apartemen nya dan dia pun merasa sangat puas sekali, Zivanna merasa Apartemen ini cocok untuk nya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak yaa, sudah membantu aku dan ternyata Apartemen ini juga dekat dengan Rumah Sakit yaa. Mungkin besok aku akan pergi ke Rumah Sakit itu, dan melamar pekerjaan di sana."
Zivanna mereka sangat nyaman sekali walaupun perasaan mereka tidak nyaman ketika dia yang tidak memberitahu kepada orang tua nya.
Zivanna yang secara diam-diam dia memilih untuk pergi dari rumah nya, Zivanna duduk di atas kasur dia mencoba untuk menghubungi Samuel.
" Semoga saja dia tidak sedang sibuk yaa."
Samuel melihat panggilan telephone masuk dari Zivanna dia pun menjawab nya.
* Hmmmm, aku ingin memberitahu jika aku memilih untuk keluar dari rumah. Aku sekarang sudah berada di Apartemen, aku merasa ini adalah yang terbaik untuk kehidupan ku agar pikiran ku bisa tenang walaupun aku melakukan ini tanpa ijin dari orang tua ku*
* Astaga Zivanna, kenapa kamu tidak memberitahukan saja dengan orang tua mu. Agar bisa bicara secara baik-baik, jika seperti ini hanya menghawatirkan orang tua mu saja*
* Ntahlah, aku seperti ingin menonaktifkan handphone ku saja.*
* Baiklah Zivanna jika itu adalah pilihan mu*
__ADS_1
* Baiklah aku ingin beristirahat yaa*
Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya dan Samuel tidak bisa bicara apa-apa lagi.
" Astaga aku lupa menanyakan tadi di mana Apartemen nya, jika aku mengetahui nya aku bisa datang dan melihat kondisi Zivanna."
Samuel merasa tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan dia terus saja memikirkan Zivanna.
" Apakah Zivanna melakukan ini semua karena aku yaa, dia sampai harus melakukan ini semua nya."
Samuel merasa harus bertanggung jawab terhadap Zivanna dia harus memastikan jika Zivanna baik-baik saja.
Zivanna mulai menonaktifkan handphone nya, dia membaringkan tubuhnya dan memulai kehidupan yang baru.
" Sekarang aku adalah Zivanna yang tidak punya apa-apa, aku sekarang harus bisa mencari uang sendiri. Aku tidak bisa mengandalkan uang tabungan ku, aku harus segera mendapatkan pekerjaan."
Zivanna beranjak dari tempat tidur nya dia berjalan menghampiri jendela kamar, Zivanna membuka jendela nya dan dia merasa udah yang sangat segar sekali.
__ADS_1