
Sebastian masih saja memikirkan bagaimana cara Bianca bisa mau bersama dengan Maudy.
" Apa yang di lakukan Maudy, sampai di bisa membuat Bianca menjadi luluh hatinya."
Di saat Sebastian sedang melamun tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.
" Silahkan masuk."
Pandangan mata Sebastian tertuju pada pintu tersebut dan dia melihat Zivanna Lollyta yang datang.
Sebastian yang sedang duduk dia langsung berdiri ketika melihat Zivanna Lollyta yang datang ke kantor nya.
" Nona Zivanna Lollyta, silahkan duduk."
Zivanna tersenyum dan dia pun langsung duduk.
" Pak Sebastian saya ingin bercerita tentang istri Bapak, yang sekarang begitu sangat pandai sekali membuat Bianca menjadi benci kepada saya."
Sebastian pun akhirnya menemukan jawaban nya dari kedatangan Zivanna.
" Yaa, dan tadi pun Maudy bilang jika sekarang Bianca yang lebih memilih untuk tinggal bersama dengan Maudy."
Zivanna memberikan bukti rekaman yang dia punya untuk di berikan kepada Sebastian.
__ADS_1
Sebastian pun mendengar isi rekaman tersebut.
" Ternyata Maudy, masih mempunyai perasaan terhadap Samuel lalu apa maksud dari pernikahan kita berdua ini."
Zivanna melihat Sebastian yang sangat emosional sekali.
" Maudy seperti nya ingin balas dendam kepada ku, karena aku yang mempermainkan ketika dia menyangka jika Ayah ku adalah kekasih mu. Tapi aku merasa tidak tahan yaa, jika ternyata Maudy yang masih mempunyai impian untuk bisa kembali bersama dengan mantan suaminya yang sudah mempunyai istri."
Zivanna sengaja mengatakan ini semua karena dia merasa percaya jika Sebastian masih bisa mengontrol emosi nya di hadapan Maudy.
" Suamiku tidak mengetahui hal ini, aku sengaja memberitahu kan kepada Bapak Sebastian saja. Karena aku merasa percuma jika memberitahu kepada suami ku, dia pasti hanya bisa meyakinkan ku jika itu tidak akan mungkin terjadi tapi aku merasa itu bisa terjadi jika Maudy yang selalu menebarkan pesona nya kepada suami ku."
Sebastian yang sudah mempunyai rencana untuk pergi honeymoon bersama dengan Maudy ke Thailand akhirnya dia mengetahui kenapa Maudy sampai menolak nya.
Sebastian tidak menyangka jika Maudy sangat licik sekali.
" Beruntung nya aku yang belum memberikan harta kekayaan ku atas nama Maudy, sekarang aku akan menyerahkan harga kekayaan ku hanya untuk anak ku saja."
Zivanna tersenyum akhirnya dia bisa bekerjasama dengan Sebastian.
" Lebih baik berikan ancaman saja, jika Maudy tidak bisa memberikan keturunan maka dia tidak akan mendapatkan harta kekayaan dan harta kekayaan itu akan jatuh kepada anak kalian berdua."
Sebastian merasa jika perkataan Zivanna ada benarnya juga.
__ADS_1
" Posisi sekarang serba salah, aku yang selalu saja salah di mata Bianca. Bahkan Bianca tidak menginginkan aku dekat dengan Papa nya, dan seperti nya jika sampai aku hamil pun. Maudy akan bermain dengan drama kehidupan nya lagi, kehamilan ku akan di maafkan oleh Maudy untuk bisa membuat Bianca semakin benci kepada ku."
Zivanna kelihatan sangat emosional sekali dan Sebastian merasakan apa yang di rasakan oleh Zivanna.
" Aku tidak akan membuat Bianca betah tinggal di rumah, aku akan mengembalikan Bianca secepatnya."
Zivanna pun merasa jika pembicaraan nya sudah selesai dengan Sebastian.
" Terimakasih banyak Pak Sebastian, seperti nya aku ingin bekerjasama dengan Pak Sebastian sampai akhirnya Bapak Sebastian mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya dari Maudy."
Zivanna berdiri dari tempat duduk nya, dan di bersalaman dengan Sebastian.
" Hati-hati yaa Nona Zivanna, nanti kita pasti akan mengobrol kembali."
Sebastian mengantar Zivanna sampai depan pintu, kedatangan Zivanna membuat para pegawai ingin meminta foto bersama dengan Zivanna.
Zivanna sekarang yang sudah sangat terkenal sekali semuanya kenal dengan Zivanna yang cantik dan sebagai Brand Ambassador terbaru.
" Aku merasa lebih suka Nona Zivanna yang menjadi model nya, karena sangat cantik sekali dan segar sekali melihat nya. Sehingga membuat kita semangat untuk menjadi produk nya, karena ingin secantik model nya."
Zivanna sangat ramah sekali membuat para pegawai yang ada di kantor Sebastian merasa senang dengan kedatangan Zivanna.
Zivanna dengan sangat sabar dia mau di ajak foto satu persatu dengan pegawai yang ada di kantor tersebut.
__ADS_1