I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 06.


__ADS_3

Dokter Richard merasa sangat kehilangan Zivanna karena Zivanna yang merupakan anak tunggal, ketika sampai di rumah pun dia merasa sangat sepi sekali tidak ada Zivanna di rumah nya.


"Sudahlah Ayah, biarkan Zivanna menikmati keindahan di luar sana untuk mencari pengalaman yang baru. Seharusnya kita menjadi orang yang beruntung mempunyai Zivanna yang walaupun terlahir dari keluarga berkecukupan tapi Zivanna yang masih ingin berjuang di luar sana."


Lollyta yang selalu mendidik Zivanna menjadi anak yang mandiri dan pekerja keras dia tidak mau Zivanna menjadi anak yang manja yang selalu memakai kekayaan milik keluarga.


"Zivanna tidak pernah pergi ke dapur, dia tidak bisa masak bagaimana jika keluarga dari anak tersebut menginginkan Zivanna untuk memasak karena mungkin ingin makanan anak gizi yang seimbang."


Lollyta pun melupakan hal tersebut.


"Semoga saja itu membuat Zivanna menjadi belajar untuk memasak, dia bisa mengatasi semua nya."


Lollyta dan suaminya menikmati makanan malam nya sedangkan Zivanna di sana harus makan bersama dengan para pegawai yang ada di rumah itu.


Ini adalah yang pertama kali nya Zivanna bisa merasakan makana bersama para asisten rumah tangga.


"Suster Zi, seperti nya dari keluarga kaya raya yaa."


Tanya salah satu asisten rumah tangga yang makan bersama dengan nya.

__ADS_1


"Tidak, aku dari keluarga sederhana. Tapi aku memang tidak bisa memasak, aku yang lebih sering di masakan oleh Ibu."


Zivanna tidak mau jika indentitas nya sampai ketahuan oleh orang yang ada di rumah ini.


"Tapi kenapa yaa aku nggak percaya dengan perkataan Suster Zi, soalnya bening sekali wajah nya seperti perawatan pakai skincare."


Zivanna pun langsung tertawa mendengar perkataan tersebut.


"Untuk memakai Skincare tidak harus orang kaya saja dong, sekarang sudah banyak yang jual dengan harga yang bersahabat di kantong."


Zivanna terus saja menutupi apa yang sebenarnya dia milik dan Zivanna pun seperti mendengar suara Bianca yang memanggil nama nya.


Zivanna langsung menghampiri Bianca yang duduk sendirian di tempat makan.


"Suster Zi, temani aku makan malam yaa. Karena Papa dan Omah mereka pasti tidak akan pulang cepat."


Zivanna melihat Bianca meneteskan air mata nya.


"Bianca sayang, jangan sedih yaa Nak. Mungkin Omah dan Papa itu sedang sibuk di kantor mereka berdua banyak kerjaan. Sekarang lebih baik Bianca makan yang banyak yaa supaya sehat dan kuat karena Bianca yg sebentar lagi akan sekolah bersama dengan Suster Zivanna."

__ADS_1


Zivanna pun menyuapi Bianca terlihat sangat jelas makan yang sangat lahap sekali sehingga membuat Zivanna merasa senang.


"Setelah selesai makan, cuci tangan kaki dan sikat gigi langsung tidur yaa sayang."


Bianca merasa sangat senang sekali dia pun merasa sangat nyaman ada bersama dengan Zivanna.


"Jangan pernah tinggalkan aku yaa Suster Cantik, aku sudah merasa sangat nyaman sekali bersama dengan Suster Zivanna."


Zivanna merasa sangat beruntung sekali akhirnya dia bisa membuat Bianca menjadi nyaman bersama nya.


"Iya sayang, Suster Zivanna tidak akan pergi. Suster Zivanna akan selalu bersama dengan Bianca Cantik."


Setelah selesai makan, Zivanna pun langsung mengantarkan Bianca ke toilet untuk melakukan apa yang sudah dia perintah kan.


Setelah selesai Zivanna pun langsung menarik selimut dan membaca kan dongeng sebelum Bianca tidur.


Setelah beberapa menit akhirnya Bianca pun tertidur pulas dan Zivanna pun mencium kening nya.


"Selamat tidur sayang mimpi indah yaa."

__ADS_1


Zivanna mematikan lampu kamar dan keluar dari kamar Bianca.


__ADS_2