I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (115)


__ADS_3

Keesokan harinya Maudy bersiap untuk pergi ke kantor, kedatangan Maudy mungkin akan membuat Lollyta merasa sangat terkejut sekali karena Lollyta yang tidak mendapatkan kabar tentang Maudy sebelumnya.


Sebastian melihat Maudy yang sudah di tempat makan, dia kelihatan sangat segar sekali.


" Apakah kamu yakin akan pergi ke kantor sekarang,? kamu merasa sudah membaik?."


Sebastian benar-benar menghawatirkan kondisi Maudy, dia ketakutan Maudy sampai histeris di kantor.


" Aku sangat yakin sekali sudah sehat dan sangat sehat, buktikan aku udh bisa make up cantik kan hari ini. Sudahlah jangan berpikiran negatif terhadap aku, aku tidak akan seperti itu lagi."


Maudy menikmati makanan yang ada di hadapannya.


" Syukurlah jika kamu memang sudah membaik, aku merasa senang mendengar nya."


Mereka berdua fokus pada makanan mereka berdua, tapi Sebastian yang terus saja memperhatikan Maudy.


" Aku sudah selesai makan nya yaa, aku mau berangkat sekarang. Kamu hati-hati yaa berangkat kerja nya, jangan menghawatirkan ku fokus pada pekerjaan mu."


Maudy mencium pipi suami nya dan pun langsung berjalan cepat menuju ke mobil nya.


" Lollyta aku datang untuk mu hari ini, semoga kamu merasa bahagia dengan kehadiran ku kembali."


Maudy pergi pagi dia ingin sampai ke kantor sebelum Lollyta datang, Maudy ingin memberikan kejutan kepada Lollyta.


Di perjalanan Maudy membelikan bucket bunga mawar merah untuk Lollyta, dan mungkin saja itu adalah pertanda akan ada sesuatu yang terjadi dengan Lollyta.


" Kamu ingin bermain-main dengan ku,? aku yang akan mempermainkan mu sekarang."


Setelah membelikan bucket bunga Maudy pun masuk kembali ke dalam mobil nya, karena sebentar lagi dia akan sampai di kantor Lollyta.

__ADS_1


Di saat Maudy hendak masuk ke gerbang dia melihat banyak sekali foto-foto Zivanna pada saat pemotretan dua produk nya.


" Wahh, kenapa banyak sekali foto hasil pemotretan Zivanna. Lalu di mana foto-foto ku, apakah mereka sudah melupakan ku."


Maudy keluar dari mobil dia berjalan cepat masuk ke dalam kantor, para pegawai merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Maudy yang sudah bisa bekerja.


" Kenapa kalian melihat aku seperti itu,? apakah ada yang salah dengan penampilan ku ?."


Para pegawai pun menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Maudy.


Maudy masuk ke dalam ruangan Lollyta dia begitu sangat berani sekali dan menyimpan bucket bunga tersebut di meja kerja Lollyta.


Maudy terpaksa melakukan ini semua, karena Lollyta yang tidak memberitahu nya terlebih dahulu jika akan menggantikan posisi dirinya.


Lollyta turun dari mobil nya dan dia melihat mobil Maudy berada di parkiran.


Pada saat Lollyta masuk ke dalam ada salah satu pegawai yang memberitahu jika Maudy masuk ke dalam ruangan nya, Lollyta seketika merasa sangat emosional sekali mendengar nya dan pun langsung berjalan cepat menuju ke ruangan nya.


Dengan tatapan mata yang tajam Lollyta melihat Maudy yang sedang dengan manis tanpa ada kelihatan wajah bersalah.


Maudy pun langsung memberikan bucket bunga mawar merah kepada Lollyta.


" Maafkan saya yang tidak bisa memberikan kabar, tapi saya merasa sangat kecewa sekali ketika melihat banyak nya foto Zivanna di depan kantor. Walaupun Zivanna mengantikan posisi saya, tapi seharusnya Ibu Lollyta menghargai saya yang adalah Brand Ambassador produk itu."


Lollyta duduk di samping Maudy.


" Saya sudah membicarakan tentang semua ini dengan Sebastian, dan Sebastian pun setuju karena di bilang kamu yang masih depresi."


Maudy merasa sangat tersinggung dengan perkataan Lollyta yang langsung menyebut nya despresi.

__ADS_1


" Tapi kenyataannya saya masih normal kan, dan saya tidak seperti orang yang depresi."


Lollyta pun tersenyum manis kepada Maudy.


" Aku bertanya kepada mu, sebenarnya kamu itu untuk apa melakukan seperti itu kepada Bianca. Apa yang kamu ucapkan,? sehingga membuat Bianca menjadi pergi."


Maudy mencoba untuk menjawab pertanyaan Lollyta dengan sangat tenang.


" Saya sebagai seorang ibu sangat merindukanmu anak saya, saya ingin mengajak Bianca pergi untuk jalan-jalan."


Lollyta melihat tidak ada sedikit pun rasa bersalah di wajah nya setelah mengatakan hal tersebut.


" Tapi sekarang Bianca menjadi salah trauma dengan orang yang tiba-tiba menghampiri nya, dia juga menjadi tidak bebas untuk menyapa orang lain."


Maudy merasa sangat bersalah sekali ketika dia yang harus membuat anak nya trauma.


" Kamu berani untuk bisa bertemu dengan Bianca, bisa menjalankan hubungan baik dengan nya. Tapi kenyataannya dia semakin benci kamu , dan sekarang mungkin dia sudah tidak mau lagi bertemu dengan kamu."


Lollyta sengaja mengatakan ini semua karena dia ingin Maudy merasa menyesal dengan perbuatan nya.


" Untuk sementara jangan melihat kan wajah mu di depan Bianca, karena Bianca dia pasti akan menyuruh mu untuk orang dari hadapan nya."


Maudy merasa perkataan Lollyta itu hanya ingin membuat hubungan nya dengan Bianca berakhir.


Maudy tidak mendengarkan perkataan Lollyta, karena dia yang tetap ingin bertemu dengan Bianca.


" Baiklah terimakasih banyak atas nasihat nya, saya pergi dulu. Maksudnya kembali ke ruangan saya, dan menyiapkan diri untuk jadwal pemotretan selanjutnya."


Maudy pun langsung keluar dari ruangan Lollyta dengan ekspresi wajah yang sangat kesal sekali.

__ADS_1


__ADS_2