
Setelah makan siang bersama Zivanna merasa jika ingin sekali hubungan dengan Samuel menjadi serius karena dia suruh merasa cukup baik menjadi seorang ibu untuk Bianca.
" Ayo sayang kita pulang yaa, kamu papa yang antar ya."
Zivanna tiba-tiba saja memegang tangan Samuel.
" Biarkan aku saja kamu langsung ke kantor saja yaa, pasti banyak tugas yang harus kamu kerjakan di kantor."
Zivanna menarik tangan Bianca.
" Ayo sayang kita pulang bersama yaa, salaman dulu sama Papa yaa."
Bianca bersalaman dengan Papa nya.
" Aku pulang sama Mommy yaa, Papa hati-hati pergi ke kantor nya."
Samuel tersenyum sambil mencium kening Bianca.
" Iya sayang baik-baik pulang bersama dengan Mommy Zivanna yaa."
Zivanna tersipu malu ketika Samuel mengatakan hal tersebut dia pun langsung menundukkan kepalanya dan berjalan menuju ke mobil bersama dengan Bianca.
" Sekarang aku yang harus berpikir bagaimana bisa mendekatkan diri dengan orang tua Zivanna, terutama Dokter Richard dia pasti tidak menerima jika aku yang menjadi calon suami Zivanna."
Samuel merasa harus berjuang demi ingin bisa bersama dengan Zivanna, walaupun mungkin dia yang harus menahan rasa sakit hati jika mendengar perkataan Dokter Richard kepada nya.
" Zivanna berpura-pura menjadi wanita sederhana, tapi kenyataannya dia mempunyai segalanya dan itu yang membuat aku jatuh cinta dengan nya."
Samuel masuk ke dalam mobil nya untuk pergi ke kantor nya, Samuel menghabiskan waktu sampai 2 jam bersama dengan Bianca dan Zivanna dia merasa puas sekali.
Samuel berharap jika kisah cinta nya bisa berakhir dengan Zivanna.
Bianca terus saja memperhatikan Zivanna dia tidak menyangka jika Suster yang akan menjadi ibu untuk nya.
" Mommy Zi, kenapa tidak menikah dengan Papa besok saja."
Zivanna seketika dia tertawa ketika mendengar perkataan Bianca.
" Tidak bisa semudah itu sayang, orang tua Mommy yang belum mengetahui tentang rencana kita ini."
__ADS_1
Zivanna mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Bianca.
" Pernikahan itu bukan hanya Kamu, Papa dan Mommy tapi dua keluarga kita yang menjadi satu, orang tua Mommy mereka harus memberikan restu jika Mommy menikah dengan Papa Sam."
Zivanna merasa sangat sedih sekali bagaimana dia mengatakan semuanya ini kepada orang tua nya terutama Ayah nya, Jika Ibu yang sudah mengetahui bagaimana dengan Ayah nya.
Zivanna dan Bianca sudah sampai di rumah nya mereka berdua pun langsung turun dan Bianca berlari menuju ke kamar karena dia ingin mencari Suster Vina.
Bianca ingin memberitahu Suster Vina jika dia yang begitu sangat bahagia sekali.
" Suster Vina di mana yaa, kenapa tidak ada di kamar yaa."
Zivanna yang berdiri di depan pintu kamar Bianca dia pun langsung masuk ke dalam.
" Bagaimana sayang, apakah Suster Vina ada di dalam kamar,? mungkin dia sedang istirahat di kamar nya."
Bianca langsung berlari menuju ke kamar Suster Vina tapi ternyata kamar nya kosong.
" Suster Vina di mana yaa, aku tidak mau Suster Vina pergi dari rumah ini."
Bianca yang tiba-tiba langsung menangis dia yang merasa sudah dekat dengan Suster Vina.
Zivanna mengeluarkan handphone nya dia ingin mencoba untuk menghubungi Suster Vina.
Tapi Suster Vina datang dengan membawa minuman untuk mereka bertiga.
" Suster Vina."
Teriak Bianca dan Suster Vina memasukkan minuman nya ke dalam kamar Bianca. Zivanna dan Bianca pun masuk ke dalam kamar, mata Bianca berkaca-kaca kembali.
" Suster Vina aku mencari Suster Vina, aku takut sekali Suster Vina pergi meninggalkan aku. Walaupun sekarang aku yang sudah mempunyai Mommy Zi, tapi aku masih ingin bersama dengan Suster Vina."
Bianca memeluk erat Suster Vina dan Zivanna merasa sangat bahagia sekali melihat keakraban mereka berdua.
" Suster Vina akan selalu berada di sini bersama dengan Bianca, Suster Vina akan menjadi Bianca dan adik Bianca nanti."
Zivanna langsung mencubit Suster Vina.
" Jangan dulu berpikiran terlalu jauh yaa, aku menikah pun harus mendapatkan restu dari Ayah . Aku harus bisa membuat mendapatkan restu dari Ayah, jika Ibu dia pasti merestui hubungan ku."
__ADS_1
Suster Vina merasa jika Dokter Richard pasti tidak akan mudah memberikan restu kepada Zivanna, karena Dokter Richard pasti menginginkan yang terbaik untuk Zivanna.
" Kamu yang sabar yaa, semuanya pasti akan indah pada waktunya."
Zivanna tidak berani menceritakan semuanya di hadapan Bianca, Zivanna lebih memilih untuk menunggu Bianca untuk tidur saja.
" Bianca sayang lihatlah, Suster Vina membuat jus yang sangat sehat. Ayo kita habiskan dan setelah itu Bianca harus tidur siang yaa, Bianca harus menuruti apa yang di katakan oleh Mommy."
Bianca menggangukan kepalanya dan akhirnya mereka pun menghabiskan jus yang di buat oleh Suster Vina.
" Wah sangat enak sekali Suster Vina, jika aku meminum nya setiap hari aku pasti akan sehat dan tambah pintar."
Mereka pun akhirnya menghabiskan jus tersebut, Bianca menganti baju seragam nya dan dia pun bersiap untuk tidur.
" Aku akan tidur siang sendiri, Suster Vina bisa beristirahat."
Zivanna dan Suster Vina menunggu Bianca tidur dengan nyenyak dan mereka berdua pun keluar dari kamar Bianca.
Suster Vina mengajak Zivanna masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar.
Zivanna seketika dia langsung menangis di hadapan Suster Vina.
" Astaga Zivanna kamu kenapa menangis seperti ini sih, bukankah seharusnya kamu bahagia karena akhirnya kamu bisa bersama dengan Pak Samuel."
Suster Vina mengambil tissue untuk Zivanna.
" Aku memiliki teman kecil yang bernama Felix, seperti nya Ayah lebih suka aku bersama dengan nya tapi aku tidak mau. Aku sedikit pun tidak mempunyai perasaan cinta terhadap nya, Felix mencoba untuk mendekati dirinya dengan Ayah."
Seperti yang Suster Vina sudah dia pikirkan Dokter Richard pasti sudah memilih lelaki yang terbaik untuk Zivanna.
" Kamu harus sabar yaa, semoga saja apa yang kamu inginkan bisa tercapai dengan mudah yaa dan Dokter Richard lebih melihat kebahagiaan anak nya."
Zivanna memeluk erat tubuh Suster Vina dia menangis di pundak Suster Vina.
" Aku mencintai Pak Samuel dari awal Kita bertemu, aku tidak mau hubungan ini menjadi berakhir begitu sangat. Aku tidak menginginkan nya Vina, sekarang untuk pulang pun aku merasa malas sekali."
Suster Vina mencoba untuk memberikan saran kepada Zivanna
" Zivanna jika kamu tidak pulang dan Ayah kamu mengetahui hubungan mu dengan Pak Samuel, nanti dia akan berpikir negatif terhadap Pak Samuel dia semakin tidak menyukai Pak Samuel karena membuat kamu menjadi melupakan orang tua nya."
__ADS_1
Zivanna akhirnya memikirkan ke arah sana.