I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *162*


__ADS_3

Kondisi Maudy semakin parah, dia terus saja menangis sambil memanggil nama Bianca dan membuat Sebastian merasa sangat sedih sekali mendengar nya.


" Maudy kenapa sekarang lebih parah dari sebelumnya, Maudy terus-menerus menagis dan berteriak kencang sambil memanggil nama Bianca."


Sebastian sampai memegang kepala nya.


" Berapa pun uang nya akan aku berikan yang penting Maudy kembali seperti dulu lagi, dia tidak seperti ini sangat memprihatikan sekali."


Dokter pun akhirnya keluar juga dari kamar nya, dan Sebastian langsung menghampiri Dokter tersebut.


" Bagaimana dengan kondisi istri saya Dok, kenapa dia semakin histeris sekali."


Dokter pun memberitahu yang sebenarnya terjadi kepada Sebastian.


" Jika Bu Maudy terus seperti ini, lebih baik dia di masukkan saja ke Rumah Sakit Kejiwaan. Bapak bisa bertemu dengan Ibu Maudy, agar tidak membahayakan orang lain."


Sebastian merasa sangat berat sekali jika Maudy sampai harus di rawat di Rumah Sakit Kejiwaan.


" Tidak Bu, saya tidak bisa jauh dari istri saya. Saya ingin istri saya tetap berada di rumah ini."


Dokter mengerti bagaimana jika berada di posisi Sebastian, Dokter memberikan resep obat untuk Maudy.


" Silahkan tebus obat nya di apotek ya, saya permisi pergi dulu yaa. Saya berharap Ibu Maudy cepat sembuh, dan segera di pertemukan dengan Bianca karena nama itu yang selalu di sebut kan oleh Bu Maudy."


Sebelum menebus obat, Sebastian ini melihat kondisi istri nya di dalam kamar.


Dengan perlahan Sebastian membuka pintu tersebut dan dia melihat Maudy yang sedang tertidur pulas.


Sebastian melihat rambut Maudy yang acak-acakan dia pun langsung membereskan nya.


" Aku pergi dulu yaa, untuk menebus obat. Kamu baik-baik di rumah yaa, jangan berteriak-teriak lagi."


Sebastian mencium kening Maudy.


" Cepat sembuh istri ku sayang."


Sebastian meminta pegawai nya untuk menemani Maudy di saat dia sedang keluar.

__ADS_1


" Jaga Maudy baik-baik yaa, saya mau pergi ke apotek untuk menebus resep obat."


Sebastian menyuruh empat pegawai wanita nya untuk menunggu Maudy, karena Sebastian tidak mau jika Maudy yang langsung kabur dari rumah nya.


" Baik Pak Sebastian kita akan menjaga ibu Maudy."


Sebastian merasa sangat tenang sekali, dia pun langsung pergi dari rumah nya.


Pikiran Sebastian seperti sangat kacau sekali ketika harus menjalin hubungan rumah tangga bersama dengan Maudy yang seperti ini, Sebastien merasa gagal untuk bisa membuat Maudy bahagia dia hanya membuat Maudy menjadi despresi.


Sebastian pun akhirnya sampai di Apotek dia langsung memberikan resep obat dan menunggu panggilan.


Sejenak Sebastian memikirkan Bianca, Sebastian yang seperti menginginkan untuk bisa membawa Bianca bertemu dengan Maudy.


" Maudy yang hanya menginginkan untuk bisa bertemu dengan Bianca, dia yang mungkin belum pernah merasakan pelukan erat bersama dengan Bianca. Seperti nya aku sekarang harus membicarakan ini dengan Samuel di kantor nya, walaupun aku merasa jika Samuel yang tidak mungkin mau memberikan Bianca untuk bisa bertemu dengan Maudy."


Nama Maudy pun di panggil dan Sebastian langsung mengambil obat tersebut, Sebastian memberanikan diri untuk datang ke kantor Samuel.


" Sebenarnya aku merasa tidak yakin, tapi aku akan tetap berusaha agar bisa membicarakan ini semua."


Samuel yang tiba-tiba tidak fokus kembali dalam bekerja dia memikirkan Maudy.


" Kenapa aku memikirkan Maudy, apakah kondisi sekarang lebih parah dari sebelumnya."


Samuel pun memilih untuk masuk ke ruangan Mama nya untuk membicarakan tentang Maudy.


" Samuel ada apa kamu masuk ke ruangan Mama, ada yang ingin kamu bicarakan seperti nya sangat serius sekali."


Samuel pun duduk sebelum dia bicara dia menghelakan nafas panjang nya.


" Aku merasa sangat menghawatirkan Maudy, apakah Maudy seperti ini karena aku yang melarang nya untuk bertemu dengan Bianca sedangkan Zivanna dia bisa dengan bebas belum dengan Bianca."


Samuel kelihatan sangat bersalah sekali.


" Ada apa dengan mu Samuel,? lalu sekarang kamu menginginkan Maudy bisa bertemu dengan Bianca,? di saat dia yang tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri."


Samuel tidak mengerti dengan jalan pemikiran nya, dia yang lebih memikirkan Maudy dari pada penasaran nya Bianca.

__ADS_1


" Samuel kemarin saja Bianca sampai trauma, di begitu sangat ketakutan sekali. Sudahlah sekarang lebih baik kita fokus pada keluarga kita saja, ingat apa yang sudah di lakukan Maudy terhadap Bianca."


Samuel pun memilih untuk langsung pergi dari ruangan Mama nya, dan dia melihat Sebastian yang berada di depan pintu ruangan nya.


" Sebastian, dia datang untuk bertemu dengan ku. Ini tidak seperti biasanya, Sebastian ada apa yaa."


Mendengar Samuel yang menyebut nama Sebastian membuat Sesilia pun langsung mengikuti Samuel.


" Sebastian datang ingin bertemu dengan Samuel seperti nya dia ingin memberitahukan tentang keadaan Maudy, aku harus mendengar nya aku tidak mau Samuel sampai mengikuti keinginan Maudy."


Sesilia pun menghampiri mereka berdua dan Sebastian langsung bersalaman dengan Sesilia.


Melihat wajah Sebastian yang sedih membuat Sesilia seperti sudah menebak kedatangan Sebastian.


" Kenapa dengan Maudy,? dia berteriak-teriak memanggil Bianca. Apakah ini adalah suatu tanda penyesalan dari seorang Maudy Larissa, atas semua perbuatannya kepada Samuel dan Bianca."


Sebastian sampai menundukan kepalanya dia yang merasa sangat malu sekali ketika kedatangan nya yang sudah bisa di tebak oleh Sesilia.


Samuel menyuruh Sebastian untuk masuk ke dalam ruangan nya, dia tidak mau pembicaraan mereka di dengar oleh pegawai nya.


Setelah sudah duduk semuanya barulah Sebastian mengatakan maksud dari kedatangan nya.


" Sebelumnya saya meminta maaf seperti nya Bu Sesilia sudah menebak maksud dari kedatangan saya ke sini, saya tahu ini memang tidak mungkin terjadi jika Ibu mengijinkan Bianca untuk bertemu dengan Maudy."


Sebastian pun langsung menundukkan kepalanya dan Samuel pun hanya bisa terdiam saja, karena semuanya ada di tangan Mama nya.


" Tidak, tidak akan pernah saya inginkan Bianca Putri Mahendra bertemu dengan Maudy Larissa di saat kondisi Maudy yang sedang despresi seperti itu. Apa yang akan di lakukan Maudy, bagaimana jika menyakiti Bianca karena untuk mengendalikan dirinya sendiri pun Maudy tidak mampu."


Sesilia pun memilih untuk pergi dan Sebastian harus menerima rasa kecewa nya.


" Mungkin ini adalah sebuah karma untuk Maudy, di saat perlakuan yang sudah dia lakukan kepada Bianca."


Sebastian pun pergi dari ruangan Samuel dengan kekecewaan dan Samuel merasa sangat kasihan sekali melihat Sebastian.


" Maudy memang bukan lagi istri ku, tapi aku juga merasakan apa yang di rasakan oleh Sebastian."


Samuel pun menutup rapat pintu ruangan nya sedangkan Sesilia merasa sangat puas sekali dengan apa yang sudah dia katakan kepada Sebastian.

__ADS_1


__ADS_2