I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (68)


__ADS_3

Maudy tersenyum ketika Samuel melepaskan genggaman tangan nya dia menyangka jika Samuel mendukung nya.


"Tampar saja wajah ku ini jangan Zivanna, aku tidak akan pernah membiarkan kamu untuk melukai Zivanna karena Zivanna yang membuat Bianca bahagia."


Zivanna menundukan kepalanya ketika mendengar perkataan Samuel.


"Samuel kamu jangan tertipu dengan wajah polos nya dan sikap nya yang baik dengan Bianca, dia hanya wanita miskin yang menginginkan bisa menikah dengan lelaki yang kaya raya yaitu kamu."


Samuel benar-benar tidak menyangka jika Maudy bisa berkata seperti itu kepada Zivanna.


"Lalu apa bedanya dengan Kamu Maudy,? kamu meninggalkan aku dan Bianca hanya karena memiliki Sebastian yang jauh lebih kaya raya. Tidak usah merasa paling benar dan sempurna, sikap jauh lebih rendah dari pada ucapan mu kepada Zivanna."


Mata Maudy sampai berkaca-kaca dia merasa di permalukan di hadapan Zivanna oleh Samuel.


"Tidak usah menyebutkan Zivanna miskin, jika kamu sudah tidak bersama dengan Sebastian kamu pun juga akan menjadi miskin juga."


Samuel memegang tangan Zivanna dan mereka pun masuk ke dalam mobil.


"Samuel tega sekali kamu lebih membela Zivanna, sekarang musuh ku bertambah bukan hanya Lollyta tapi juga Zivanna. Aku akan membuat ke dua wanita ini menderita, tidak akan pernah ada lagi kebahagiaan di kehidupan kalian berdua.'


Maudy memegang pipi nya masih sangat terasa sakit dia pun melihat pipi sampai memar.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa berkerja jika wajah ku seperti ini."


Maudy memilih untuk langsung pergi ke Rumah Sakit.


Samuel memeluk erat Bianca yang begitu sangat ketakutan sekali.


"Papa, Mama jahat sekali dengan Suster Zivanna. Mama menarik tangan Suster Zivanna sangat kencang sekali."


Samuel pun langsung melepaskan pelukan erat dan fokus pada Zivanna.


"Apakah tangan mu terasa sangat sakit,? kamu mau kita pergi ke Rumah Sakit untuk mengobati tangan mu ini."


"Tidak Pak Samuel, aku malah ingin meminta maaf kepada Pak Samuel. Aku yang sangat emosional sampai melakukan hal kasar kepada Ibu Maudy."


Zivanna menundukkan kepalanya sambil meminta maaf kepada Samuel.


"Sudahlah, kamu tidak akan melakukan itu semua jika perkataan Maudy tidak kurang ajar kepada. Sekarang bagaimana apakah kalian berdua akan langsung pulang saja, bagaimana Bianca?."


Bianca memeluk kembali Papa nya.


"Aku ingin bersama dengan Papa, aku tidak mau pulang."

__ADS_1


Bianca mulai bersikap manja kepada Papa nya.


"Papa harus kembali ke kantor sayaang, nanti ada waktu nya Papa untuk libur yaa. Kita bisa bersama seharian."


Zivanna pun mencoba untuk mengambil Bianca yang tidak mau jauh dari Papa nya.


"Nanti kalau Papa libur kita pergi bertiga yaa Pap, bersama dengan Suster Zivanna."


Samuel pun langsung menatap wajah Zivanna dan Zivanna merasa malu ketika Samuel menatap wajah nya.


"Baiklah nanti kita akan pergi bertiga di saat Papa libur di kantor."


Bianca pun langsung berteriak kegirangan.


"Terimakasih yaa Papa, yasudah sekarang Papa bisa pergi. Semangat yaa Papa berkerja nya, aku sayang Papa."


Samuel mencium kening Bianca sebelum dia pergi dan tersenyum manis kepada Zivanna.


"Yee Suster Zivanna nanti kita berdua akan pergi bersama-sama itu pasti sangat menyenangkan sekali."


Supir pribadi pun langsung menjalankan mobil untuk menuju pulang ke rumah, Bianca terlihat sangat bahagia sekali.

__ADS_1


__ADS_2