I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (65)


__ADS_3

Dokter Richard melihat keakraban istri nya dengan Bianca.


"Kamu bisa akrab seperti itu dengan anak asuh Zivanna, bagaimana cara nya?."


Dokter Richard merasa sangat penasaran sekali karena dia mengetahui jika istri nya yang hanya bertemu dengan Bianca di saat acara nya saja.


"Ntahlah Bianca dia sangat cerdas sekali dan aku sangat menyukai nya dan mungkin juga aku sayang kepada nya sama seperti Zivanna menyayangi Bianca."


Lollyta pun langsung bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya dan Dokter Richard memilih untuk diam terlebih dahulu.


"Aku berangkat dulu yaa, kamu hati-hati membawa mobil nya."


Lollyta pun pergi meninggalkan suaminya.


"Lollyta dan Zivanna dekat sekali dengan anak itu, tapi yasudahlah mungkin karena Zivanna juga. Itu tidak akan berpengaruh terhadap rencana ku, Zivanna harus bersama dengan Felix."


Dokter Richard melihat ada pesan masuk.


*Dokter Richard, cincin sudah saya kirimkan ke kantor Bu Lollyta*


*Baiklah terimakasih banyak*


*Sama-sama Dokter Richard*


Dokter Richard merasa tenang dia pun mulai pergi ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Maudy sampai lebih pagi dia ingin melihat Lollyta datang ke kantor.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang menghampiri salah satu pegawai dan memberikan kotak merah untuk di berikan kepada Lollyta.


"Kotak merah apa itu yaa, hmmmm kenapa dia selalu mendapatkan kado yang istimewa."


Maudy pun terus saja melirikan mata nya kepada kotak tersebut dan Lollyta pun akhirnya datang.


Pegawai tersebut langsung menghampiri Lollyta.


"Ibu Lollyta ini adalah kiriman sesuatu dari Dokter Richard."


Lollyta pun merasa sangat terkejut karena tadi pagi suaminya tidak bicara apapun kepada nya.


"Terimakasih banyak yaa."


Maudy pun begitu sangat terkejut melihat indah cincin berlian tersebut, dia tidak pernah di berikan oleh suaminya.


"Bisa-bisa nya dia membuka kotak pemberian dari suaminya di depan banyak karyawan, dia bermaksud untuk pamer. Pemandangan yang sangat tidak penting, lebih baik aku pergi saja."


Maudy memilih untuk pergi dia benar-benar tidak suka melihat Lollyta bahagia, Maudy seperti ini membuat rumah tangga Lollyta dan suaminya berakhir.


Lollyta mendapatkan banyak selamat dari pegawai nya, karena Dokter Richard yang masih romantis terhadap Lollyta.


Dia pun masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang tersenyum malu.

__ADS_1


"Aku harus menghubungi Ayah, untuk mengucapkan terimakasih."


Lollyta mengeluarkan handphone dia ingin mengucapkan terimakasih kepada suaminya.


*Hallo Ayah, Ayah sudah sampai Rumah Sakit*


*Iya Bu, Ayah baru saja sampai. Ada apa memang nya Bu*


*Terimakasih banyak untuk kejutan yang Ayah berikan, cincin berlian yang sangat indah sekali*


*Iya Bu, Ayah sengaja memberikan itu Ibu*


*Yasudah yaa Ayah, Ibu harus fokus pada pekerjaan Ibu*


*Baiklah Bu*


Lollyta masih saja tersenyum manis sambil memandangi cincin berlian tersebut.


Maudy memperhatikan Lollyta yang terlihat sangat bahagia sekali.


"Aku tidak akan pernah membuat mu bahagia, aku akan melakukan sesuatu selanjutnya. Kamu akan kembali berpikir negatif terhadap suami kamu."


Maudy mulai merencanakan rencana jahatnya, dia benar-benar menginginkan Lollyta menangis.


"Aku tidak suka melihat mu bahagia, aku ingin melihat mu menangis. Kamu berani-beraninya mengusikku, kejadian di acara peresmian itu tidak akan pernah aku lupakan. Karena membuat aku tidak bisa memiliki Bianca, Bianca lebih memilih Zivanna."

__ADS_1


Maudy benar-benar dendam kepada Lollyta, dia akan melakukan apapun agar dirinya merasa puas.


__ADS_2