I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (93)


__ADS_3

Mobil Maudy yang tiba-tiba saja berhenti di jalan membuat kemacetan dan mereka pun langsung mencoba untuk membuka pintu mobil nya ternyata Maudy dia dalam keadaan pingsan.


Maudy pun langsung di bawa ke Rumah Sakit terdekat agar segera di tangani oleh pihak medis.


Lollyta seperti nya ingin mempertemukan Bianca dengan Ayah dan Omah nya.


"Seperti nya aku harus mengajak mereka ke rumah ku, supaya ini menjadi sebuah kejutan untuk Bianca."


Sebelum pergi Lollyta memberitahu dulu Zivanna agar dia bisa bersikap seperti tamu di rumah nya sesuai dengan yang dia inginkan.


*Zivanna, Ibu ingin memberikan kejutan kepada Bianca, Ibu akan membawa Omah dan Papa nya ke rumah kita*


Zivanna seketika dia langsung terkejut lalu bagaimana dengan dia.


"Bagaimana ini yaa, aku harus sedikit mengubah sikap ku seperti seorang tamu. Tapi sepertinya aku nggak bisa, Karena ini adalah rumah ku.*


*Bu, pertemuan nya jangan di dalam rumah kita tapi di luar saja di dekat kolam renang. Agar sikap aku bisa terlihat biasa seperti seorang tamu*


*Baiklah sayang, Ibu akan menghubungi seluruh pegawai dapur agar memasak untuk makan malam kita nanti yaa*


*Baiklah Bu, sekarang aku akan mengajak Bianca untuk main di kamar setelah kita menghabiskan masakan kita berdua*

__ADS_1


*Kamu dan Bianca masak,? kalian berdua masak apa*


*Hmmmm, jadi ceritanya kita ke kebun pinggir rumah kita. Bianca dan aku mengambil kol dan wortel, kita potong-potong semua bahan nya dan masukkan tepung serbaguna dan jadilah bakwan goreng*


*Ibu boleh mencoba nya*


*Tidak ibu*


*Baiklah kalau begitu kalian berdua hati-hati yaa di rumah, Zivanna kamu hanya menjaga Bianca*


*Baiklah Ibu*


Zivanna menyimpan handphone nya dan Bianca pun menghampiri nya untuk membawa saus tomat dan pedas untuk bakwan yang sudah matang.


Bianca hanya menganggukkan kepalanya saja karena sedang menikmati hasil masakannya nya.


"Ini enak sekali yaa, ternyata kalau kita mau membuat apapun itu hasilnya jauh lebih enak dan bersih juga."


Mereka berdua pun menghabiskan nya dan sangat merasa kenyang sekali.


"Suster Zi, aku merasa sangat kenyang sekali."

__ADS_1


Bianca sampai memegang perut nya.


"Yasudah ayo kita ke kamar sekarang yaa, kita rebahan dan nonton televisi atau nonton film kartun."


Bianca dan Zivanna pun berjalan menuju ke kamar nya, setelah melihat mereka berdua masuk ke kamar barulah para pegawai memasak dan menyiapkan tempat untuk makan malam yang akan di adakan di luar rumah.


Zivanna sampai mengunci pintu kamar nya karena dia tidak mau tiba-tiba Bianca keluar dari kamar dan membuat acara menjadi gagal.


"Kenapa pintu nya sampai harus di kunci Suster Zi,? tidak seperti biasa nya."


Zivanna begitu sangat gemas sekali dengan Bianca.


"Supaya kita berdua nggak di ganggu sayang, jadi kita bisa melakukan apapun di dalam kamar tanpa ada yang menggangu kita berdua."


Zivanna pun menyalakan televisi nya dan mencari film kartun yang sangat bagus sekali untuk mereka tonton berdua.


"Aku suka yang ini Suster Zi, ayo kita menonton nya."


Zivanna pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Bianca karena mereka berdua harus bisa bertahan di dalam kamar sampai malam.


Beruntung di dalam kamar Zivanna tersedia kulkas dan juga stok cemilan yang banyak sehingga membuat mereka berdua tidak kelaparan dan harus bulak balik keluar kamar.

__ADS_1


"Kamar Suster Zi, seperti kamar seorang Ratu. Sampai ada kulkas dan makanan yang banyak. Coklat dan permen pun banyak, kalau seperti ini aku jadi betah tidak mau pulang ke rumah."


Bianca begitu sangat menikmati kamar Zivanna, dia benar-benar tidak menyangka jika kehidupan Zivanna yang lebih mewah dari yang dia bayangkan sebelumnya.


__ADS_2