
Zivanna merasa sangat resah sekali haruskah dia berkata jujur kepada Omah Sesilia tentang indentitas yang sebenarnya, Zivanna kelihatan sangat panik sekali.
" Aku benci Maudy, kenapa dia harus melakukan ini semua apa yang sebenarnya dia inginkan dari ku. Mungkin kah dia ingin aku pergi dari kehidupan keluarga ini, rupanya dia masih menyimpan perasaan terhadap mantan suami nya."
Bianca berlari menghampiri Suster Zivanna, dia melihat Suster Zivanna seperti sedang kesal.
" Suster Zivanna, apakah Mama berkata yang tidak baik untuk Suster Zivanna?. Mama membuat Suster Zivanna merasa sedih kembali, kasihan sekali Suster Zivanna."
Bianca memeluk erat Suster Zivanna.
" Bianca, apakah Suster Zivanna harus mengatakan yang sebenarnya kepada Omah dan Opah."
Suster Zivanna mencoba untuk meminta pendapat dari Bianca.
" Mengatakan yang sebenarnya apa Suster Zivanna,? aku tidak mengerti."
Suster Zivanna pun langsung membawa Bianca ke dalam mobil karena mereka sangat kepanasan sekali berada di luar.
" Suster Zivanna ingin mengatakan tentang Keluarga Suster Zivanna kepada Omah dan Papa, jika Suster Zivanna ini adalah putri dari Dokter Richard dan Ibu Lollyta."
Bianca merasa Mama nya membuat Suster Zivanna merasa ketakutan.
" Apakah ini karena perkataan Mama kepada Suster Zivanna,? Suster Zivanna merasa tersakiti oleh perkataan Mama sampai Suster Zivanna harus mengatakan hal itu."
Suster Zivanna pun mulai merasa sangat lelah sekali dia pun sampai menyenderkan kepalanya ke kaca mobil.
" Apa yang sebenarnya di inginkan oleh nya, aku benar-benar merasa sangat pusing sekali."
Suster Zivanna pun sampai meneteskan air mata nya.
" Suster Zivanna jangan menagis yaa, sudah jangan pikirkan ucapan Mama itu harus membuat Suster Zivanna sedih seperti ini."
Bianca kelihatan sangat sedih sekali dan dia pun langsung memeluk Suster Zivanna.
" Bianca, September nya Mama kamu memang tidak menginginkan Suster untuk mengurus kamu. Jika suatu saat nanti Suster sudah tidak ada bersama dengan mu, kamu harus bisa menerima kehadiran Mama mu kembali yaa. Karena seperti nya hal tersebut pasti akan terjadi, jadi kamu harus mempersiapkan diri dari sekarang."
__ADS_1
Bianca langsung menangis dia seperti tidak menginginkan hal tersebut terjadi, dia tidak mau bersama dengan Mama nya.
" Sayaaaaang, jangan menangis seperti ini yaa. Jangan membuat Suster Zivanna merasa sedih, tapi sepertinya semua ini pasti akan terjadi."
Suster Zivanna menghapus air mata Bianca karena sebentar lagi mereka sampai rumah.
Suster Zivanna terus saja memeluk erat Bianca dia pun tidak mau perpisahan terjadi kepada mereka berdua.
Akhirnya mereka berdua pun sampai di Rumah, Suster Zivanna harus menggendong Bianca yang tidak mau jauh dari nya.
Walaupun merasa sangat berat Zivanna pun terus saja mengendong Bianca sampai ke dalam kamar nya.
" Suster Zivanna, janji yaa tidak akan meninggalkan aku yaa. Aku mohon Suster Zivanna, aku tidak mau bersama dengan Mama yang jahat."
Suster Zivanna membuka sepatu Bianca dia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
" Sudah ganti baju bagaimana jika kita ke pinggir rumah, kita lihat kebun tanaman kita di sana yuu sayang yuu."
Bianca hanya menganggukkan kepalanya saja wajahnya masih saja merasa sedih.
Setelah selesai menganti pakaian mereka berdua pun langsung pergi untuk melihat tanaman buah-buahan, sayuran dan bunga-bunga.
Cuaca yang lumayan panas membuat Suster Zivanna dan Bianca sampai harus memakai topi.
Suster Zivanna fokus pada bunga-bunga yang sudah tumbuh dia begitu sangat menyukai nya.
" Bianca, ini adalah bunga yang Suster lihat di taman bunga itu indah sekali kan."
Bianca hanya terdiam saja dia kelihatan tidak mau menjawab pertanyaan dari Suster Zivanna.
Suster Zivanna merasa dia tidak berhasil membuat Bianca kembali tersenyum lagi, Suster Zivanna pun merasa sangat sedih.
" Apakah aku salah mengatakan hal tersebut, tapi aku merasa jika itu akan terjadi. Aku bisa bersama dengan Bianca jika CEO Tampan itu menikah dengan ku, tapi kenyataannya CEO Tampan itu masih menyimpan perasaan terhadap mantan istrinya."
Suster Zivanna pun menghampiri Bianca.
__ADS_1
" Jangan sedih yaa sayang, kalau Bianca sedih nanti Suster Zivanna di marahi oleh Papa yaa. Jangan sedih yaa sayang, Suster Zivanna selalu sayang Bianca."
Bianca pun memeluk Suster Zivanna.
" Tapi Suster Zivanna harus janji yaa, tidak akan meninggalkan aku. Suster Zivanna tidak akan pergi dari rumah ini, karena aku sangat sayang Suster Zivanna."
Suster Zivanna menganggukkan kepalanya dan tiba-tiba saja dia melihat Omah Sesilia yang baru saja turun dari mobil nya.
" Sayang, lihat. Omah Sesilia datang, dia pulang lebih cepat."
Suster Zivanna pun merasa sangat gugup sekali ketika dia melihat Omah Sesilia, dia takut Omah Sesilia menayakan hal tersebut.
" Bianca sayang, kamu kenapa sayang?. Kamu habis menangis yaa sayang, kamu kenapa sedih sayang ayo ceritakan kepada Omah."
Bianca yang tidak mau kehilangan Suster Zivanna dia pun memilih untuk bercerita dengan Omah nya.
" Aku tidak mau kehilangan Suster Zivanna, aku ingin selalu bersama dengan Suster Zivanna. Suster Zivanna bilang, suatu saat nanti Mama Maudy akan kembali, masuk ke dalam keluarga untuk menjadi Mama ku."
Bianca menangis kembali di pelukan Omah nya dan Suster Zivanna memilih untuk pergi ke dalam kelas nya.
Sesilia merasa jika Suster Zivanna sudah menyadari tentang foto-foto kebersamaan nya bersama dengan Dokter Richard.
" Kontrak bekerja Suster Zivanna itu hanya beberapa bulan lagi sayang, dan yang menentukan perpanjangan kontrak itu dari pihak Rumah Sakit kita tidak bisa melanjutkan apa-apa."
Suster Zivanna mendengarkan perkataan Sesilia dan dia baru meneruskan langkah kaki nya menuju ke kamar nya.
" Seperti nya Bu Sesilia dia menang sudah tidak menginginkan kehadiran ku di rumah ini, karena dia berpikir jika aku adalah seorang pelakor. Tapi tidak apa-apa aku bisa bersama dengan Ibu membalas kan dendam ku kepada Maudy, aku tidak akan pernah mau membuka indentitas ku sekarang biarkanlah Maudy berbicara sesuka hati nya kepada ku aku tidak peduli."
Suster Zivanna mulai memasukkan barang-barang nya ke dalam koper, agar di saat dia di usir semua sudah siap.
Maudy mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca yang terus menerus menagis tidak mau kehilangan Suster Zivanna.
" Aku seorang wanita yang tidak mau menyimpan seorang pelakor di dalam rumah ku, apalagi aku merasa jika Suster Zivanna itu memang sangat keterlaluan sekali dia mengambil suami dari wanita yang sudah membantu perekonomian keluarga nya."
Sesilia mencoba untuk membicarakan nya dengan Samuel, dia mau berbicara secara perlahan dan mengusir Suster Zivanna di saat Bianca tidak berada di dalam rumah.
__ADS_1
Sesilia sebenarnya sangat tidak percaya tapi dia terus saja memperhatikan foto tersebut dan ternyata foto-foto itu semuanya asli bukan editan.