
Dokter Richard mengetuk pintu kamar Zivanna dia ingin bicara dengan Zivanna.
" Buka pintu nya Zivanna, Ayah ingin bicara dengan mu."
Zivanna dengan cepat membuka pintu kamar nya karena dia merasa jika Felix yang sudah tidak ada di Apartemen nya.
" Iya Ayah ada apa."
Zivanna keluar dari kamar nya, dia pun duduk kembali di sofa yang bernama dengan Ayah nya.
" Samuel mendatangi Ayah, dia mengatakan tentang perasaan nya terhadap kamu."
Zivanna tidak menyangka jika Samuel yang sampai berani datang ke Ayah nya, setelah sebelumnya dia yang sudah mendatangi Ibu nya.
" Dia kelihatan sangat bersungguh-sungguh sekali ingin bersama dengan mu,? dan apakah kamu mencintai nya juga?."
Mata Zivanna berkaca-kaca ketika mendengar perkataan Ayah nya kepada nya.
" Aku sangat mencintai nya dan tidak hanya kepada nya, aku juga sangat sayang sekali dengan Bianca anak perempuan nya."
Zivanna mengatakan nya dengan tetesan air mata.
" Jika kamu menikah dengan Samuel, apakah kamu sudah sanggup menjadi seorang ibu. Menjadi seorang ibu sambung sangat tidak mudah untuk kamu jalani, mengurus anak yang bukan terlahir dari rahim mu sendiri."
Zivanna menundukan kepalanya dia mendengarkan perkataan Ayah nya.
" Ayah tidak mau kamu menjadi ibu yang pilih kasih, di saat nanti kamu menikah bersama dengan Samuel dan aku mempunyai anak kasih sayang mu menjadi berubah kepada Bianca."
Zivanna terdiam ketika mendengar perkataan Ayah yang kenyataan mungkin akan terjadi kepada nya.
Tapi Zivanna merasa sangat yakin sekali jika dia tidak akan bersikap seperti itu kepada Bianca, Zivanna yang begitu sangat sayang pada Bianca.
" Bianca tidak mendapatkan rasa kasih sayang Mama nya, dan sudah kelihatan jelas jika Maudy itu bukan ibu yang baik untuk Bianca. Ayah tidak mau jika Bianca sampai memilih untuk kembali kepada Maudy, karena dia melihat kamu yang tidak seperti dulu lagi."
Dokter Richard pun berdiri dari tempat duduk nya.
" Cobalah pikirkan kembali Zivanna, sekarang Ayah pergi dulu dan istirahat kan tubuh mu itu."
Dokter Richard pun pergi meninggalkan Apartemen tersebut, Zivanna yang masih saja duduk di sofa.
__ADS_1
Zivanna pun tidak mau banyak berpikir dia langsung menutup dan kunci pintu utama nya.
Zivanna masuk ke dalam kamar nya, dia mengambil handphone nya.
Zivanna berniat untuk menghubungi Samuel, dia ingin mengatakan rencana nya itu.
Samuel yang sedang duduk di depan rumah nya dia melihat apa panggilan telephone masuk dari Zivanna.
* Hallo Zivanna ada apa yaa*
* Aku mempunyai rencana yang sedikit keterlaluan sekali*
* Rencana apa Zivanna, aku tidak sedang akan menyakiti seseorang kan.*
* Tidak, aku berencana ingin menjebak Felix. Aku akhirnya mengetahui jika Felix itu adalah seorang pemain cinta dan besok malam dia akan bertemu dengan ku*
* Astaga Zivanna, itu sangat bahaya sekali bagaimana jika Felix sampai melakukan hal tidak sopan*
* Itu semua tidak akan terjadi, jika kamu mau bersama dengan ku*
* Apa,? aku juga harus ikut serta dalam melakukan nya*
* Ya, karena kamu adalah calon suami ku kan jadi kamu harus melakukan apapun yang untuk melindungi calon istri mu itu. Untuk tempat nya aku tidak tahu di mana, tapi berubah nya besok aku libur*
* Oke, sampai ketemu besok yaa. Hmmmmm I love you*
Samuel terdiam ketika mendengar perkataan tersebut, dan Zivanna menunggu balasan perkataan tersebut.
* I love you CEO Tampan*
Samuel tetep terdiam dia tidak menjawab perkataan Zivanna.
* Ihhhh, jawab dong jangan bikin aku malu begini jahat sekali sih*
Samuel pun tertawa terbahak-bahak yang begitu sangat jelas sekali terdengar suara nya di telephone.
* Zivanna apakah aku harus menjawab nya,? sedangkan kamu sudah tahu sendiri tentang perasaan ku ini*
* Tapikan aku juga ingin mendengar kamu menjawab nya, yasudahlah selamat malam*
__ADS_1
Zivanna yang merasa sangat kesal sekali dia pun memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
" Dia marah, apakah seperti rasanya menjalankan hubungan dengan wanita yang lebih muda sangat membuat ku tersenyum."
Samuel menikmati segar nya udara di luar rumah dengan menikmati segelas kopi panas.
Samuel sudah membayangkan jika di saat dirinya dan Zivanna sudah menikah.
" Rumah ini pasti akan sangat ramai sekali ketika nanti aku mempunyai anak dari hasil pernikahan ku dengan Zivanna, aku ingin Bianca mempunyai Adik yang banyak karena dia yang selama ini pasti merasa sangat kesepian sekali."
Tanpa sepengetahuan Samuel, Bianca keluar rumah mencari Papa nya.
Suster Vina hanya memperhatikan Bianca dari depan pintu dan Bianca pun duduk di pinggir Papa nya.
" Sayang, kamu ngapain di luar sayang ayo masuk ke dalam."
Samuel memegang tangan Bianca untuk masuk kembali ke dalam rumah.
" Aku mencari Papa, aku ingin tidur bersama dengan Papa lagi makan ini."
Samuel pun mengendong Bianca sampai di depan pintu kamar nya, dia membaringkan Bianca di atas tempat tidur nya.
Samuel menutup rapat pintu kamar nya.
" Papa sudah ada di samping mu yaa, sekarang ayo kamu tidur yaa sayang."
Samuel membelai rambut panjang Bianca dan Bianca pun mulai memejamkan mata nya, Bianca memegang tangan Samuel dengan sangat erat sekali seperti tidak mau Samuel pergi meninggalkan nya.
" Sabar yaa sayang, semoga saja semuanya akan segera indah pada waktunya yaa."
Samuel mencium kening Bianca dia berharap jika suatu saat nanti Zivanna yang akan ada di samping mereka berdua.
Melihat Bianca yang sudah tidur dengan nyenyak, Samuel secara perlahan melepaskan genggaman tangan erat tangan Bianca.
Samuel pun mematikan lampu kamar nya dan pergi meninggalkan Bianca sendiri di kamar nya.
Samuel kembali berjalan menuju ke luar rumah dia yang sedang menikmati udara malam yang sangat dingin dan segar.
Samuel duduk sambil melihat langit gelap yang penuh dengan bintang-bintang.
__ADS_1
" Zivanna aku sangat mencintaimu, i love you too Suster cantik."
Samuel tersenyum sambil membayangkan wajah cantik Zivanna yang akan menjadi calon istri nya dan juga ibu untuk anak-anak nya nanti.