
Lollyta memilih untuk memberikan surat undangan untuk Samuel tapi tidak untuk Sebastian. Lollyta memilih untuk menelephone nya langsung karena dia yang pernah berkerja sama dengan Sebastian di masa lalu.
"Aku sudah mengirimkan undangan untuk Samuel dan sekarang aku akan menelephone Sebastian karena sekarang Maudy yang sedang melakukan pemotretan."
Lollyta langsung menelephone Sebastian dan di jawab.
*Hallo Bapak Sebastian, saya Lollyta Putri. Saya ingin mengundang Bapak untuk datang di peresmian toko kosmetik baru saya. Tapi tidak sepengetahuan Maudy, supaya menjadi kejutan spesial untuk Maudy*
*Baiklah Bu Lollyta dengan senang hati saya akan datang besok*
*Besok jam 1 siang ya, acara di mulai*
*Baik Bu Lollyta*
Lollyta mengakhiri panggilan telephone dia pun berjalan menuju ke ruangan pemotretan dan ternyata suaminya ada di sana.
Maudy melihat Lollyta memakai kalung berlian tersebut, dia pun tersenyum manis melihat nya.
"Aku akan membongkar rahasia suamimu, tapi aku merasa walaupun kamu kehilangan suami mu. Tidak akan membuat mu miskin karena bisnis mu yang sangat banyak sekali."
Selesai pemotretan Maudy menghampiri Lollyta dan juga Dokter Richard.
"Wah kalung berlian yang sangat cantik sekali yaa."
__ADS_1
Maudy menatap langsung ke arah Lollyta.
"Iya ini adalah kalung berlian pemberian dari suamiku, aku sangat terkejut sekali mendapatkan nya."
Maudy pun tersenyum manis kepada Dokter Richard.
"Bu Lollyta sudah sangat cantik sekali yaa, tidak kalah dengan wanita muda yang masih berumur dua puluhan tahun."
Lollyta terdiam ketika mendengar perkataan Maudy.
"Bu Lollyta saya permisi dulu ya saya harus pergi karena suami saya menunggu di rumah."
Lollyta masih saja memikirkan apa yang di katakan oleh Maudy tentang wanita muda.
"Ayah lebih baik kamu pulang ya, aku masih harus di sini untuk acara besok siang."
"Untuk apa di rumah sepi tidak ada Zivanna, lebih sekarang aku di sini untuk menemanimu."
Dokter Richard merangkul mesra Lollyta mereka berdua yang terlihat seperti pasangan muda.
***
Samuel mendapatkan undangan tersebut dan dia pun langsung membaca nya.
__ADS_1
"Jika aku membawa Bianca maka dia akan bertemu dengan Maudy, aku tidak menginginkan hal tersebut."
Samuel memilih untuk pergi berdua saja dengan Mama nya.
Samuel menyimpan undangan tersebut di meja kerja dan Mama nya pun datang melihat undangan tersebut.
Sesilia langsung membaca nya.
"Wah hebat sekali ya dia sekarang sudah membuka lagi produk kosmetik baru berserta toko baru nya juga, kita di undang satu keluarga loh Sam."
Sesilia pun berharap Zivanna juga bisa ikut bersama dengan mereka.
"Hanya kita berdua saja Bu, Bianca tidak usah ikut. Bahaya di sana ada Maudy. Karena Maudy itu adalah brand ambassador produk terbaru milik Bu Lollyta."
Sesilia pun berpikir jika Zivanna datang maka akan membuat Samuel percaya diri.
"Zivanna dan Bianca harus hadir ikut bersama dengan kita, jika memang Maudy harus bertemu dengan Bianca yasudahlah itu memang seharusnya terjadi tapi jika untuk mengambil Bianca itu tidak akan pernah bisa terjadi."
Samuel tetap tidak menginginkan Bianca dan Zivanna harus datang.
"Tidak Bu, aku tidak mau kehilangan Bianca. Maudy pasti akan melakukan banyak cara untuk mendapatkan Bianca."
Samuel yang tetap dengan pendirian membuat Sesilia yang tidak mau berdebat dia memilih untuk keluar dari ruangan Samuel.
__ADS_1
"Jika kamu yang tidak mau mengajak Zivanna dan Bianca, maka Mama yang akan mengajak nya. Di depan Maudy aku akan mempermalukan diri nya di depan banyak orang jika dia mulai mengusik kehidupan Bianca."
Sesilia menyiapkan baju yang akan mereka pakai dia pun lebih mementingkan pakaian Zivanna dia ingin Zivanna terlihat sangat cantik sekali di acara tersebut.