
Keesokan harinya Zivanna bersiap untuk bertemu dengan ibu nya sedangkan Bianca dia akan pergi bersama dengan Papa dan Omah padahal mereka semua akan membicarakan hal yang sama.
Zivanna terlihat sangat cantik sekali dan Samuel pun tersenyum melihat nya.
"Suster Zivanna cantik yaa Pap."
Samuel langsung menundukkan kepalanya dan Zivanna pun tersipu malu-malu.
"Bu Sesilia dan Pak Samuel, saya pamit dulu yaa. Karena ibu saya yang sudah menunggu saya."
Zivanna menghampiri Bianca.
"Suster Zivanna pergi dulu yaa sayaaaaang."
Mereka berdua pun berpelukan.
"Baiklah, hati-hati yaa Suster Zivanna. Suster Zivanna harus kembali lagi ke sini yaa."
Zivanna pun tersenyum manis kepada Bianca.
"Iya sayaaaaang Suster Zivanna pasti akan kembali ke rumah ini lagi bertemu dengan Bianca."
Setelah berpamitan Zivanna pun langsung keluar rumah besar itu dia menunggu taksi.
__ADS_1
"Lebih baik aku kirim pesan dulu ke Ibu."
Zivanna mengeluarkan handphone dia pun langsung mengetik pesan untuk Ibu nya.
*Ibu, kita ketemu di tempat biasa yaa. Sekarang aku sedang menunggu taksi*
Lollyta yang mau bersiap-siap untuk pergi dia melihat pesan masuk dari Zivanna.
*Baiklah Sayang, Ibu sekarang mau berangkat yaa*
Lollyta masuk ke dalam mobil nya dia memilih sampai duluan agar di saat Leticia datang makanan dan minuman sudah siap.
"Lama sekali yaa taksi nya, aku sudah pusing kepanasan ini loh."
Zivanna mulai berkeringat dia pun terus saja memegang kepalanya dan akhirnya taksi pun datang.
"Apa yang sebenarnya Ibu ceritakan kepada ku yaa, kenapa aku jadi penasaran seperti ini yaa.
Zivanna rasanya ingin cepat - cepat sampai dia sudah tidak sabar sekali.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, Zivanna pun akhirnya sampai di tempat yang sudah di pesan oleh Ibu nya.
Zivanna berjalan cepat menghampiri ibu nya dan mereka berdua pun saling berpelukan.
__ADS_1
"Kamu sehat kan sayaaaaang, ibu rindu sekali ketika waktu kita bertemu tapi ternyata kamu yang lebih memilih untuk privasi tentang keluarga kita."
Zivanna melepaskan pelukan erat dan dia pun langsung duduk di samping Ibu nya.
"Aku bilang lahir dari keluarga sederhana, dan aku rasa itu benar karena aku yang tidak punya apa-apa semua kekayaan itu milik Ibu dan Ayah."
Lollyta tidak menyangka jika dia bisa mendidik Zivanna dengan benar.
"Zivanna apakah kamu tahu cerita tentang keluarga Samuel Mahendra, istri nya dia itu tidak meninggalkan dia masih hidup dan sekarang dia menjadi brand ambassador produk terbaru Ibu."
Zivanna pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan Ibu nya.
"Hah ibu serius,? tapi kenapa Bianca bilang jika ibu nya yang sudah meninggal dunia. Dan semalam aku malah berpikir negatif terhadap keluarga itu aku pikir Pak Samuel dia yang membunuh istrinya."
Lollyta ingin Zivanna mengetahui semuanya karena Zivanna yang bekerja di rumah itu.
"Maudy Larissa dia meninggalkan Binca dari sejak bayi semi untuk menikah dengan lelaki yang jauh lebih kaya dari mantan suaminya."
Zivanna benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Maudy lebih memilih lelaki kata dan rela meninggalkan anak perempuan nya.
"Apakah kita bisa menyebutkan jahat sebagai seorang ibu, dia pun memandangi aku dengan tatapan mata yang sinis dan membuat aku tidak suka melihat nya."
Zivanna mulai terbawa emosi ketika mendengar semuanya tentang mantan istri Samuel, Zivanna melihat jika Bianca memang seperti kehilangan kasih sayang ibu nya.
__ADS_1
"Dan sekarang lebih baik kamu harus selalu bersikap baik dengan Bianca, walaupun kamu masih muda tapi Ibu yakin kamu bisa bersikap baik dengan Bianca."
Zivanna mengerti dengan apa yang di inginkan oleh Ibu nya, dia harus menjadi Suster Zivanna yang baik hati kepada Bianca.