
Maudy tersenyum tipis dia melihat Felix seperti sudah sangat lemas sekali, dia memakai sarung tangan hitam dan menghampiri Felix.
Maudy menjambak rambut Felix, sehingga Felix merasa sangat kesakitan sekali. Tapi Felix tidak bisa mengeluarkan suaranya, karena mulut nya yang di tutup.
Maudy semakin tersenyum ketika melihat Felix yang kesakitan, Bianca merasa sangat tidak tega melihat apa yang di lakukan oleh ibunya.
Maudy mengeluarkan pisau tajam di dalam tas nya, dia mengingat apa yang sudah di lakukan Felix kepada nya.
Bianca semakin bergetar harus kah dia yang masih kecil ini melihat hal yang sangat menyeramkan untuk nya
Maudy dengan penuh nafsu dia menusukkan pisau tajam itu ke bagian tubuh Felix, Bianca seketika merasa sangat lemas tubuh nya seperti melayang ketika melihat Mama yang dia cintai bisa melakukan ini semua.
" Kau harus mati Felix."
Maudy membuka tutup kepala Felix, setelah menusukkan pisau tajam Maudy melempar pisau tersebut.
Felix memejamkan mata nya, Maudy merasa sangat senang sekali setelah melihat Felix seperti ini.
" Aku sangat kejam, makanya jangan pernah mencoba untuk bermain api dengan ku."
Maudy keluar dari gudang tersebut dan Bianca pun langsung berlari dia tidak mau bersama dengan Mama nya.
Setelah berhasil membunuh Felix, Maudy memperhatikan Felix kembali dia memastikan jika Felix yang tidak bergerak.
" Aku ingin dia benar-benar tidak bernyawa, aku tidak mau dia hidup kembali."
Maudy keluar dari gudang tersebut dia berjalan menuju ke mobil nya, Maudy melempar tas nya dan dia mencoba untuk menghubungi orang suruhan nya itu.
* Cepatlah datang dan ikuti apa yang aku inginkan, aku akan segera pergi bawa mobil Felix ke sini*
* Baiklah Bu Maudy*
__ADS_1
* Setelah membawa Felix, kunci kembali gudang aku akan mengirimkan untuk nya sekarang juga*
Maudy mengakhiri panggilan telephone nya, dia masuk ke dalam mobil.
" Aku tidak mungkin pulang ke rumah dengan kondisi seperti ini, aku harus bertemu dengan Bianca lebih baik aku mandi dan mengganti pakaian ku dulu."
Maudy melihat orang suruhan nya sudah datang dengan membawa mobil Felix, Maudy merasa sangat tenang akhirnya dia pergi.
Di saat Maudy pergi, Larissa dia baru sampai di rumah Felix yang berniat untuk membawa Christian.
Larissa di sambut baik oleh keluarga Felix, dan di persilahkan duduk.
" Kenapa susah sekali yaa mencari rumah ini, padahal saya sudah mendapatkan alamat yang jelas ntahlah mengapa saya nyasar."
Larissa di beri minuman dan dia pun langsung menghabiskan minuman tersebut.
" Saya datang ke sini ingin membawa Christian, anak dari Maudy dan Felix. Sekarang Maudy tidak berada di rumah sakit jiwa, tapi Maudy sudah di rumah. Saya ingin Maudy kembali sembuh, karena dia mempunyai dua anak yang masih butuh kasih sayang nya."
Suster Emily merasa sangat sedih sekali, karena dia harus berpisah dengan Christian.
Suster Emily dengan berat hati dia memberi Christian kepada Larrisa.
Larissa tersenyum melihat begitu sangat tampan cucu lelaki nya itu.
" Christian sangat mirip dengan Felix, dia sangat tampan."
Karena tidak mau membuang-buang waktu percuma, Larissa membawa Christian Tampa Suster Emily.
" Terimakasih banyak sudah mau menjaga cucu saya, saya sangat berterima kasih sekali."
Suster Emily tidak kuasa meneteskan air mata nya, dia melambaikan tangan nya.
" Baby Tian, Suster akan selalu merindukan mu."
Suster Emily pun merasa sangat sedih sekali dia berjalan menuju ke kamar nya, dan bersiap untuk pergi dari rumah Felix.
__ADS_1
" Kasihan sekali Suster Emily, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang Felix yang tidak pulang ke rumah, kemana dia sekarang."
Larissa yang sedang membawa Christian pulang ke rumah nya, Bilang dia terus saja berlari tanpa arah dan tujuan.
Bianca masih merasa sangat trauma dengan apa yang sudah dia lihat.
" Aku tidak mau dekat dengan Mama, aku tidak mau lagi bersama dengan Mama."
Bianca terdiam duduk lemas dia pun seketika berpikir jika Mama nya akan melakukan hal yang sama dengan Mommy Zivanna.
Karena Bianca mengetahui jika Maudy yang sangat benci sekali dengan Mommy Zivanna.
" Aku tidak mau kehilangan Mommy Zivanna, aku sangat sayang aku menyesal telah tidak dekat nya dan benci kepada nya."
Bianca tidak tahu dia sekarang berada di mana, Bianca merasa sangat lapar dan haus.
" Aku seperti nya tersesat, aku tidak tahu sekarang aku di mana."
Bianca terus saja berjalan dia menangis karena tidak tahu jalan untuk pulang, Bianca duduk di sebuah kursi dia terus saja menangis.
Tapi tiba-tiba saja ada ada wanita cantik yang menghampiri nya, dia mendengar suara tangisan Bianca
Wanita tersebut memandangi wajah Bianca dan dia langsung memeluk erat Bianca, Bianca merasa sangat terkejut sekali dia ingin melepaskan pelukan erat tersebut.
" Kenapa kamu peluk aku, aku tidak mengenal kamu sebelumnya."
Pelukan wanita tersebut semakin sangat erat sekali sehingga membuat Bianca tidak bisa bernafas.
Bianca terus saja menggerakkan badannya, sehingga wanita tersebut melepaskan pelukan nya
Wanita tersebut memegang wajah Bianca dengan kedua tangan nya, Bianca melihat wanita itu sangat cantik sekali tapi wajahnya sangat pucat sehingga seperti mayat hidup.
" Kenapa,? Tante memeluk ku? Apakah Tante mengenal ku sebelum nya ?."
Wanita tersebut hanya tersenyum manis saja, dia tidak menjawab pertanyaan dari Bianca.
__ADS_1