I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 420.


__ADS_3

Maudy merasa sangat marah ketika dia mengetahui Sebastian sedang bersama dengan Irene.


" Irene, aku tidak akan pernah membiarkan mu hidup. Kamu anak menyusul Felix, kalian berdua akan bersama dalam kematian."


Maudy tidak bisa menghubungi orang yang dia suruh untuk memasukkan Felix dalam mobil dan mendorong ke jurang sehingga seperti terjadi sebuah kecelakaan.


Larrisa berlari menuju ke kamar Maudy ingin memberitahu Maudy tentang kabar yang ada di televisi.


" Maudy, buka pintu nya coba kamu lihat pemberitaan di televisi tentang Felix."


Maudy seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan Mama nya.


" Felix, kenapa dengan Felix bukan kah dia sudah tidak bernyawa?."


Maudy tidak sengaja mengatakan hal tersebut di hadapan Mama nya.


" Maudy kenapa kamu bicara seperti itu,? Kamu seakan mengetahui semuanya."


Maudy langsung berlari ke luar kamar, dia melihat apa yang sedang di beritakan di televisi tentang Felix.


Dan ternyata Felix di temukan di jalan yang dekat dengan rumah sakit, tidak seperti yang di inginkan oleh Maudy.


Maudy merasa orang-orang suruhan nya menghianati dirinya.


" Mereka semua menghianati ku tapi aku sangat yakin sekali, tusukan ku sangat dalam sekali walaupun Felix masuk ke rumah sakit dia tidak akan tertolong."


Maudy memastikan televisi dia berlari kembali ke dalam kamar nya, Maudy merasa seperti nya dia kan despresi nyata.


Karena sekarang dia yang harus memikirkan Bianca yang hilang, Sebastian yang berselingkuh dengan Irene dan Felix yang masuk ke rumah sakit.


" Bianca, maafkan Mama sayang. Semoga saja Papa mu bisa menemukan mu, karena Mama yang harus membalas dendam Mama dulu."


Maudy mencari gunting dia ingin melakukan sesuatu kepada Irene.


" Aku akan menghabisi mu, aku juga akan menggunting rambut panjang mu yang mungkin itu yang membuat mu begitu sangat mempesona di hadapan lelaki."


Maudy sudah tidak bisa diam di rumah dia membawa banyak kartu ATM nya, dia juga berpamitan kepada Mama nya.

__ADS_1


Maudy keluar untuk mencari Mama nya.


" Mama, aku ijin pergi yaa. Aku mungkin tidak akan pulang sebelum aku bertemu dengan Bianca, Mama doakan saja aku yaa."


Maudy memeluk erat tubuh Mama nya, dan dia pun langsung pergi meninggalkan rumah orang tua nya.


" Maudy hati-hati Nak, semoga kamu secepatnya kembali karena anak lelaki mu yang butuh kasih sayang mu."


Maudy memilih menggunakan mobil Papa nya, dia langsung masuk dan menjalankan mobilnya.


Maudy mencari tempat tinggal yang jauh dari kerumunan kota, dia ingin aman dalam persembunyian nya.


" Irene tunggu aku yaa, kamu sekarang sedang menikmati manis nya bersama dengan suamiku. Tapi sesudah itu kamu akan menangis, seperti nya aku tidak akan membuat Irene mati. Aku akan membuat Irene tidak sempurna, supaya dia selalu menangis melihat penampilan nya."


Irene mencari tempat tinggal untuk nya dan akhirnya dia menemukan nya, Irene memilih untuk tinggal di kosan sederhana agar tidak ada yang mencurigai nya.


Setelah mendapatkan tempat tinggal, Irene tidur sambil memikirkan rencana selanjutnya.


***


Samuel sudah melaporkan kehilangan Maudy ke pihak kepolisian, dia sampai memasang iklan di televisi dan dia berbagai media sosial.


" Apakah ini bukan salah satu rencana Maudy,? Sebenarnya Bianca bersama dengan nya ?. Agar Bianca tidak pulang ke sini ? Terkadang pikiran ku selalu saja negatif terhadap Maudy."


Samuel dan Zivanna sedang berada di dalam mobil, mereka berdua yang baru saja pulang dari kantor polisi.


" Menurut ku tidak, karena aku sudah datang ke rumah nya dan tidak melihat kehadiran Bianca."


Zivanna pun seketika langsung terdiam ketika suami yang melihat kondisi Maudy, ingin rasanya dia berteriak cemburu tapi dia ingat sudah mempunyai anak.


Samuel melihat ekspresi wajah Zivanna yang langsung berubah.


" Zivanna kamu jangan berpikiran negatif, aku hanya sebatas melihat saja aku tidak melakukan apapun."


Zivanna menganggukkan kepalanya dan Samuel memilih untuk memutar balikkan mobil nya.


Mereka berdua tidak pulang ke rumah tapi pergi ke hotel.

__ADS_1


" Kenapa kita putar arah,? Kita mau kemana ini."


Zivanna bertanya kepada suaminya tapi Samuel hanya tersenyum saja.


" Apa sih,? kamu mau bawa aku ke mana ini."


Zivanna kelihatan sangat tegang sekali tapi Samuel tidak memberitahu Zivanna, sampai akhirnya mereka berdua sampai di depan hotel berbintang lima.


Zivanna pun langsung terkejut ketika Samuel membawa nya ke hotel.


" Apakah kamu sehat,? di saat anak mu hilang kamu membawa ku ke hotel."


Zivanna sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Aku merasa bersalah membuat istri ku cemburu, dan aku ingin membawa istri ku ke hotel untuk bersenang-senang dalam satu malam ini."


Samuel membukakan pintu mobil nya, Zivanna memilih untuk diam.


" Ayolah sayang, jangan seperti ini."


Samuel memaksa Zivanna untuk turun dan akhirnya Zivanna pun mau mengikuti keinginan suaminya.


Mereka berdua memesan kamar, dan lebih berjalan menuju ke kamar tersebut.


Zivanna membuka pintu kamar tersebut dia merasa sangat capek sekali.


" Aku sangat capek sekali, aku juga sangat merindukan Zivilia."


Samuel memeluk mesra Zivanna.


" Besok pagi kita bawa Zivilia kembali ke rumah yaa, sekarang kamu istirahat yaa."


Samuel mencium kening Zivanna.


" Untuk apa kita pergi ke hotel jika hanya untuk tidur saja, tapi aku memang sangat capek sekali malam ini."


Zivanna membaringkan tubuhnya dia benar-benar merasa sangat capek, sedangkan Samuel dia mencari informasi tentang Bianca.

__ADS_1


Samuel berharap Bianca bisa segera ketemu dan berkumpul bersama dengan nya.


__ADS_2